Qasidah Munajat Al Imam Al Quthb Habib Abdullah Al Haddad

Qasidah Munajat Al Imam Al Quthb Habib Abdullah Al Haddad

Ya Rasulallah . . .

Amalan 1-10 Zulhijjah

10 Tanda Hati Mati

Syeikh Ibrahim bin Adham menyatakan 10 tanda hati mati yaitu :

1. Mengaku kenal Allah S.W.T, tetapi tidak menunaikan hak-haknya Allah S.W.T
2. Mengaku cinta kepada Rosulullah SAW, tetapi tidak menunaikan Sunnah-sunnah Baginda SAW
3. Membaca Al-Qur'an, tetapi tidak ber'amal dengan hukum-hukum didalamnya
4. Memakan nikmat-nikmat Allah S.W.T, tetapi tidak mensyukuri atas pemberianNya
5. Mengaku Syaithon itu musuh, tetapi tidak berjuang untuk menentangnya
6. Mengaku adanya nikmat Syurga, tetapi tidak ber'amal untuk mendapatkannya
7. Mengaku adanya siksa Neraka, tetapi tidak berusaha untuk menjauhinya
8. Mengaku kematian pasti tiba bagi setiap jiwa, tetapi masih tidak bersedia untuknya
9. Menyibukkan diri membuka ke'Aib'an orang lain, tetapi lupa akan ke'Aib'an dirinya sendiri
10. Menghantarkan dan menguburkan Jenazah / Mayat saudara se'Islam, tetapi tidak mengambil pelajaran daripadanya

Semoga berkat Rosulullah SAW, hati kita selalu di hidupkan tuk taat ibadah kepada Allah S.W.T dan Rosul'Nya..
Allahu Akbar !!! Islam jaya di Rusia...

Rusia Bakal Jadi Negara Islam

Screenshot_2015-07-24-00-40-28-1

Ratusan Ribu Rakyat Islam Di Rusia Solat ‘Idul Fitri

Media masa Rusia Koptery 360TV memberitakan ratusan ribu muslimin Moskow menghadiri solat ‘Idul Fitri 1 Syawal 1436H waktu setempat.

Awalnya mereka tidak percaya berlimpah jamaah hingga meluap ke jalan. Hingga team media menurunkan Drone Cam untuk menyaksikan dari atas, alangkah terkejutnya setelah melihat.

Data perpindahan keyakinan convert to Islam di Rusia hampir 60 persen lebih dari tahun sebelumnya, dan ini angka yang sangat signifikan dan momen ‘Idul Fitri 2015 kami abadikan didalam video ini (Koptery 360TV).

Sumber :
http://hasnulhadiahmad.com/rusia-bakal-jadi-negara-islam/#more-4918
 
Keluasan Ilmu dan Akhlak Budi Pekerti
Keluasan Ilmu dan Akhlak Budi Pekerti di Negeri Seribu Wali, Tarim Hadramaut, Yaman. 
(Kisah Sulthonul Qulub Al Habibana Munzir bin Fuad Al Musawa)

Saat saya ke Tarim hadramaut yaman, (1994-1998), saya duduk hadir disuatu majelis yg penuh sarat dengan para ulama kelas satu, disana ada empat mufti, saya tidak mengenal mereka karena baru datang dari indonesia, karena halaqah sudah penuh padat, saya duduk dipaling belakang, disebelah saya orang orang yg menyiapkan kopi dan suguhan untuk para hadirin, disebelah mereka duduk seorang sepuh bertampang biasa saja, saya mencium tangannya bukan karena apa apa, tapi karena ia sudah sepuh, dan hati saya membatin, bahwa dia ini bukan ulama apa apa, cuma sepuh saja, kalau dia ulama mestilah ia duduk dishaf depan atau terdepan, bukan duduk disebelah tukang pembagi kopi dg gelas gelas yg ribut dan air bertumpahan kemana mana. selepas majelis bubar, semua orang berdesakan menyalaminya, termasuk ulama ulama sepuh yg dishaf terdepan, saya bingung dan bertanya tanya, inikan cuma orang sepuh yg duduk dipaling belakang, ternyata ia adalah Syeikh Fadhl ba fadhl, pimpinan majelis para mufti di Tarim hadramaut, ia pimpinan mufti, namun karena tawadhu dan rendah dirinya, ia tidak mau maju kedepan karena datang terlambat, saya jadi sangat malu..
Keutamaan 10 hari pertama bulan Zulhijjah
Keutamaan 10 awal Dzil Hijjah :
 
Dalam alQur'an alKarim, surah alAsr ayat 2,
"وليال عشر"
yg mafhumnya "dan malam2 yg kesepuluh".. sebagian besar para Ulama' attafsir menyatakan bahwa yg di maksud adalah 10 awal Dzil Hijjah.
 
Dan disebutkan dlm satu riwayat al-Aimmah : Abu Daud, Attirmizi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad, dari Sahabat Abdullah Ibnu Abbas, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda:
« مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ ».
 
Mafhumnya:
"Tidak ada satu amalan soleh yg dicintai oleh Allah melainkan 10 pertama dlm bulan Dzil Hijjah, para Sahabat bertanya : tidak pula berjihad di jln Allah? Rasulullah menjawab : Tidak pula yg berjihad di jln Allah, melainkan yg keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya dan tidak ada yg kembali satupun".
 
Amalan2 yg di anjurkan untuk di buat pada 10 awal Dzil Hijjah, (secara ringkas) di antaranya :
1- memperbanyak zikir (Takbir).
2- memperbanyak puasa, terutama hari ke 9 (wukuf di arafah).
3- mengerjakan amalan2 yg soleh.
4- menunaikan Haji & Umrah (bagi yg mampu)
4- berkurban bagi yg mampu.
5- bertaubat (dengan memperbanyak istigfar).
Arti Logo Darkah ...
SEJARAH TULISAN DARKAH

wawancara bersama Habib Abubakar bin Abdurrahman Alhaddad – Tanjung Gang 2 Kota Malang Jawa Timur.

Siapa sangka jika penyusun dari Lambang Darkah ini berasal dari kota Malang , beliau adalah Al Habib Abu Bakar bin Abdurrahman AlHaddad, Lambang Huruf ‘ha’ di tengah dengan ukuran yang cukup besar, kemudian di atasnya bertuliskan “Darakaah Yaa Ahlal Madiinah”, di bawahnya bertuliskan “Yaa Tariim Wa Ahlahaa”, di samping kanannya bertuliskan lafdzul jalalah yang berbunyi “Yaa Fattaah” dan di samping kirinya “Yaa Rozzaaq”, sedangkan di atas huruf ‘ha’ bertuliskan angka 1030 dan di tengah huruf ‘ha’ bertuliskan angka 110 seperti keterangan gambar, merupakan hasil karya beliau yang terinspirasi dari beberapa kisah sohibul maulid simtutdhurrar.
 
Beliau yang lulusan dari Pondok Pesantren Darut Tauhid ini berinisiatif membuat lambang Darkah berawal dari kisah Habib Ali Al Habsyi (Sohibul Maulud, pengarang Simtud Dhurar) pada awalnya beliau membuat tanda untuk setiap kiriman dengan memakai angka 110, disebabkan karena saat itu beliau, hb. Ali alhabsyi, sering kali mendapatkan kiriman-kiriman dari luar negeri, dan kiriman tersebut seringkali tidak sampai kepada beliau, kemudian Petugas pengirim Surat (Pak Pos) nya diminta untuk membuat tanda, agar setiap ada kiriman barang/surat tidak hilang kirimannya, kemudian beliau membuat Kha’ disertai dengan huruf 110, 110 itu sendiri merupakan jumlah bobot nilai huruf hijaiyyah yang merangkai kata ‘ALI’ dalam kitab Aqidatul Awwam pada halaman terakhir ada rumusannya , sedangkan gabungan 110 dan kha’ itu ada sekitar tahun 1980 an , atas inisiatif dari Hb. Ali bin Muhammad Alhaddad dan Hb. Segaf bin Muhammad Ba’ Agil.

Adapun penulisan kalimat darkah yaa ahlal madinah adalah inisiatif dari Hb. Abu bakar sendiri, yg diambil dari Qosidah Hb. Muhammad bin Idrus, yang banyak berisi tentang tawasul-tawasul dengan Ahlul Madinah (Rosulullah SAW beserta keluarganya, sahabatnya), termasuk juga kalimat Yaa Tarim Wa Ahlaha, yang merupakan tawassul kepada para shalihin dan lebih dari 10 ribu wali yang dimakamkan di pemakaman Zanbal, Fureidh, dan Akdar, yang pada pekuburan Zanbal itu juga terdapat Ashhabul Badr utusan Sayyidina Abubakar ash-Shiddiq Ra.yang wafat di sana. kemudian penerapan Lambang Darkah ini pada awalnya dulu bukan berbentuk bulat dan bertuliskan kalimat tawasul tadi, melainkan hanya berupa lambang Kha’ dan huruf 110 dan 1030 saja, kemudian berkat saran dari paman beliau yang bernama hb. Abdul Qodir bin Husin Al Haddad, maka lambing tersembut ditambah lah dengan wiridannya dari abahnya hb.husen, yaitu yaa Fattah yaa rozak, dengan niatan supaya dapat fadlilah wiridannya Hb. Husen bin Muhammad Alhaddad. Siapa sangka bahwa Logo yang sudah dikenal di seluruh dunia di kalangan habaib maupun muhibbin ini sudah mencapai Negara Malaysia, Singapore, Abu Dabi, Kuwait.

Setelah berjalan lama Lambang ini, sempat nyaris hilang, kemudian Lambang / ism yang sering dijumpai di berbagai majelis-majelis ta’lim/maulid. Ada yang menggunakan logo ini di spanduk, umbul-umbul, bendera, jaket, dll. atau dalam bentuk stiker, sampai mobil-mobil di kaca belakangnya ditempel stiker lambang ini.

Lambang yang sebenarnya adalah suatu Ajimat (Ruqyat) bukan Logo suatu organisasi tertentu ini, kalau di kaji di kitab-kitab , maka lambang ini tidak akan diketemukan dikitab manapun, karena lambang ini ada karena habib Abu bakar bin Abdurrahman alhaddad menyusunya digunakan untuk tafa’ul –an(mengharap berkah). Adapun hitungan 1030 itu berasal dari hitungan kalimat amanatullah wa rosuluh wal Abdullah alhaddad, yang ditujukan kepada kepada al-Imam al-Habib Abdullah bin Alwiy al-Haddad, dimana hitungan ism terssebut merupakan inisiatif dari para ulama’ kota Tarim Yaman.

Sesuai faham Ahlussunnah wal Jama’ah, ‘azimat (Ruqyat) dengan huruf arab merupakan hal yang diperbolehkan, selama itu tidak menduakan Allah Swt. Sebagaimana dijelaskan bahwa azimat dengan tulisan ayat atau doa disebutkan pada Kitab Faidhul Qadir Juz 3 halaman 192, dan Tafsir Imam Qurthubi Juz 10 halaman 316-317, dan masih banyak lagi penjelasan para Muhadditsin mengenai diperbolehkannya hal tersebut, karena itu semata-mata adalah bertabarruk (mengambil berkah) dari ayat-ayat al-Qur’an dan kalimat-kalimat mulia lainnya.

Sumber (Tulisan ini telah di muat di Majalah Riyadlul Jannah dan dimuat juga di Tabloid Media ummat)
Habibana Munzir Al Musawa
(( iN MEMORIAM: ALM.AL-HABIB MUNDZIR BIN FUAD AL-MUSAWWA BERSAMA AL-HABIB HASAN BIN JA`FAR ASSEGAF *~* ))

Dikisahkan Oleh: Al-Habib Hasan Bin Ja`far Assegaf pembina Majlis Sholawat & Dzikir Nurul Musthofa

"Waktu saya pertama kali bertemu dengan Habib Mundzir itu pada tahun 1998 dan saat itu, Habib Mundzir baru pulang dari Hadromaut - Negara Yaman. Beliau silaturahmi dengan saya di Masjid Baiturrohman. Kampung Kandang - Jagakarsa, Jakarta selatan.

Singkat kisah, beliau (Habibana Mundzir) berkisah kepada saya tentang mimpi nya. Didalam mimpi beliau, Habibana Mundzir berserta guru sedang berjalan, Lalu Habib hasan ajak bercanda beliau : "lah kok saya ga di ajak?" sambil tersenyum, Habib Mundzir pun tertawa kecil.

Lalu Habib Mundzir berserta Guru nya melihat ada kemah dan didalam kemah tersebut ada Rasulullah SAW, lalu Rasulullah SAW membuka tenda sebelah kiri didalam nya ada Bidadari-bidadari cantik yang berasal dari surga, lalu Rasulullah SAW membukanya lagi tenda yang sebelah kanan didalam nya ada Pangeran-Pangeran Tampan yang berasal dari surga.

Rasulullah SAW berbicara kepada Habib Mundzir: "wahai cucu ku . bila kamu ingin masuk kedalam kemah tersebut, maka kamu harus berumur 40 tahun dan untuk menunggu umur 40 tahun lanjutkanlah kamu ber-dakwah"

Ternyata, Kisah dari mimpi beliau benar terjadi & beliau pun sudah mengimpikannya. Dalam keterangan selanjutnya melalui Habib Hasan Assegaf, sebelum wafat. Habib Mundzir menitipkan Jama`ah atau para muridnya kepada Al-Habib Hasan Bin Ja`far Assegaf

 
foto: Alm.Al-Habib Mundzir Bin Fuad Al-Musawwa (Kiri) & Al-Habib Hasan Bin Ja`far Assegaf (kanan)
PARA ULAMA INDONESIA BELAJAR DI TAREM HADRAMAUT

Telah mulia seseorang yang belajar di Tarem suatu kebahagian sebagai penerus ilmu ilmu sayidina Muhammad saw dan betapa beruntung para ulama yang menjadi penerus Tongkat estafe sayidina Muhammad SAW memberikan bimbingan kepada hamba nya menuju Ke Jalan yang di Ridhoi ALLAH SWT ...

* Tampak di situ habib sholeh al jufri * Habib munzir almusawa * habib ahmad * habib Quraisy Baharun *

semoga Ulama yang masih ada semoga di berikan kesehatan dan panjang umur membimbing umat di bawah panji dakwah yang mulia sayidina Muhammad SAW
KOTA TARIM - HADHROMAUT ADALAH SALAH SATU KOTA DUNIA SURGA

Al Imam Ahmad Bin Abil Hubb : "Andai saja mereka melihat hakikat kota Tarim,maka mereka akan mengatakan, Syurga Dunia adalah Tarim" 

Al Imam Al Qutb Abdurrahman Assegaf : "Setetes ilmu di Tarim lebih baik dari pada lautan ilmu di luar Tarim" 

Al Imam Al Qutb Abdullah Bin Alwi Al Haddad : "Andai saja engkau mengeluarkan seluruh hartamu untuk mengunjungi kota Tarim, maka apa yang engkau dapatkan akan lebih banyak daripada yang kau keluarkan"

Al Imam Al Qutb Abdurrahman Assegaf : "Di maqbaroh Zanbal dimakamkan lebih dari 10000 wali, 80 diantaranya adalah Qutb".( Tingkatan Wali Tertinggi). Al Imam Al Qutb Ali Bin Muhammad Al Habsyi : "Jumlah ini sekitar 600 tahun lalu, sebelum wafatnya Imam Assegaf, Al Aidrus, Imam Al Muhdor,Imam Al Haddad, mungkin sekarang jumlah aulia' di Zanbal sudah mencapai ratusan ribu (kesimpulannya katsir jiddan), di Zanbal juga terdapat Makam Makam sahabat Nabi yaitu ahlu Badr,Ahlu Tarim bukan malaikat tapi mereka lebih baik dari malaikat"

Al Imam Al Qutb Ahmad Bin Hasan al Atthos : "3 hal yang diperlukan mereka yang tinggal di Tarim : Tawadhu', Adab, dan hidup Sederhana"

Al Imam Alwi Bin Syihab : "Siapa yang tetap dengan adab dan akhlak di Tarim, maka Tarim akan menjadikannya bintang, bulan, atau bahkan matahari yang menerangi manusia dengan Ilmu dan Nurnya"

Al Imam Al Qutb Abdullah Bin Alwi Al Haddad : "Tidak ada tempat di dunia ini yang lebih baik dari Tarim setelah al masajid ats tsalatsah (Makkah,Madinah, Aqsha)" Semoga kita semua dapat menginjakkan kaki kita di kota Tariem
Akhlaq yang indah ...
Apakah kita lebih sibuk dari Guru Mulia AlHabib Umar Bin Hafidz?
Yang sebelum datang waktu fajar sudah siap berada di masjid darul mustafa, setelah sholat berjamaah, berdzikir dan terus memberikan pelajaran kepada muridnya sehari penuh, terbang ke mancanegara berdakwah berminggu minggu sepanjang tahun, bertemu dengan pemimpin negara, berbincang dengan ulama besar lainnya dan tak jarang kembali kerumah hanya untuk beberapa saat. Mengisi waktu malamnya untuk dekat dengan Penciptanya.

 
Tapi itu tidak membuatnya melupakan orang orang yang dicintai Allah dan Nabi, bersilaturahim dengan orang miskin.
Meski terkadang harus duduk dipelataran rumah mereka, tidak mengurangi kebahagiaan beliau.

كان رسول الله ﷺ يحب المساكين والفقراء ويجلس إليهم "Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam sangat mencintai orang miskin dan selalu duduk bersama mereka"
 
 
10 Keberkahan Sholawat
Kalam al Imam al-Sayyid al-Habib Abdul Qadir Bin Ahmad al-Saqqaf
(semoga Rahmat Allah selalu bersama Beliau)

 
Setiap muslim yang lidahnya banyak bersholawat pada Rasulullah ﷺ, akan di jamin paling sedikit sepuluh keberkahan oleh Allah SWT :

1. Doa mereka selalu terkabul.

2. Akan meninggal dalam keyakinan lā ilāha illā Allāh

3. Terjamin bertemu Rasulullah ﷺ

4. Hidupnya akan selalu tenang dan tentram.

5. Keturunannya akan selalu di berkati

6. Usahanya akan di permudah

7. Senantiasa terlindung dari musibah

8. Akan selalu dekat dgn Rasulullah ﷺ

9. Akan selalu di jaga dan diperhatikan oleh Allah SWT

10. Allah dan Rasulullah ﷺ akan selalu menyayangi mereka..

Ibu Para Wali di Tarim
Hababah Zainab Ummul Fuqoro’

Ketika terdengar sebutan nama Tarim pasti terlintas di benak setiap pendengarnya adalah para wali yang penuh dengan karomah yang sangat mengagungkan yang tumbuh sangat cepat dan banyak laksana rumput sebagai mana doa Sayyidina Abu Bakar as-Siddiq.

Yang perlu kita ketahui dan tak boleh terlupakan adalah tanah subur tempat tumbuhnya para wali tersebut yaitu para wanita-wanita solehah yang mampu mencetak ksatria-ksatriasejati.

Tidaklah ada seorang wali kecuali terlahir dari pangkuan sang ibu. Karena ibu adalah penentu bagi seorang anak. Ibu adalah madrasah, darinyalah keluar para kesatria atau pecundang.

Begitulah yang terjadi pada para wali yang ada di kota Tarim mereka tidak terlepas dari peran para ibu. Dari agungnya para wanita di kota Tarim sampai di jadikan tempat untuk bertawassul.

Sebagian orang soleh berkata jika ingin berdoa, agar bertawasul pada wali yang ada di kota Tarim :

أدعوا باالسادات موطنهم تريم رجالهم وأطفالهم ثم حريم

“Memohonlah kalian pada Allah dengan bertawasul pada para pemimpin yang ada di kota Tarem baek para wali laki-laki atau anak anak atau bahkan wali perempuan karena semua mereka adalah para kekasih Allah” Subhanallah…

Taukah kalian siapakah ibu semua para wali yang ada di kota Tarim itu? Ia adalah seorang wanita yang mulia yang penuh cahaya penuh wibawaan yang lisannya di penuhi dzikir. Seorang wanita yang sangat terhormat dan disegani penduduk bumi maupun penduduk langit.

Seorang wanita yang dari pangkuanya mucul kesatria al-Baalawi. Seorang wanita yang namanya mampu menggetarkan orang yang mendengarnya. Seorang wanita yang penuh kecintaan pada orang fakir, walaupun ia seorang yang terhormat bahkan dari kecintaannya pada fakir miskin ia pun disebut di segala kalangan sebagai Ummul Fuqoro’, ibu bagi orang orang faqir.

Dia adalah Hababah Zaenab binti Ahmad bin Imam Muhammad Shohibul Mirbat bin Iman Ali Kholiq Qosam. Wanita yang berada di pusaran ilmu, akhlaq serta kewaliannya. Ayahnya seorang wali al-Habib Ahmad bin Muhammad Sohibul Mirbat. Para paman-pamannya juga wali diantaranya yaitu al-Habib Alwi bin Muhammad Sohibul Mirbat (datuk para wali songo).

Sedangkan suaminya adalah rajanya para wali. Semua para wali tunduk padanya bahkan yang dahulunya adalah guru, sekarang menjadi santrinya dan berkata ia adalah lautan ilmu yang amat luas dan tanpa tepi. Ia adalah Faqihil Muqoddam Muhammad bin Ali bin Muhammad Sohibul Mirbat, Al-faqihil Muqoddam kakek para ‘Alawiyyin pendiri Toriqoh sufi dan pendiri toriqoh al-Ba’alawi.

Sedang anak-anak dari Hababah Zaenab adalah para wali yang sangat mengagungkan. Kelima anaknya semua telah berhasil mencapai derajat yang tinggi di Sisi Allah.

1) Sayyidina Alwi al-Ghuyur (pecemburu). Beliau sangat cemburu jika ada yang namanya ‘Alwi di zamannya. Jika ada yang namanya ‘Alwi di zaman beliau maka tidak akan berumur panjang, bahkan jika ada orang yang niat bayinya akan lahir diberi nama Alwi tidak akan lahir kecuali jika sang ayah bayi merubah nama bayi tersebut.

Beliau pernah naik perahu nahkodanya namanya ‘Alwi. Ketika beliau tahu perahu tersebut berhenti, tidak bisa bergerak, Habib Alwi berkata, “Kalau kau rubah nama nahkodamu, perahu ini akan jalan jika tidak tak akan berjalan selamanya.”

Subhanallah…

Beliau Sayyidina Alwi juga di beri oleh Allah 3 keistimewaan :Jika berkata Kun atau jadilah maka akan terjadi dengan izin Allah. Menghidupkan dan mematikan dengan izin Allah. Dan Bisa mengetahui orang yang celaka atau orang beruntung.

Sampai ayah Beliau Sayyidina Faqihil Muqoddam berkata : “Wahai anakku Alwi apa yang kau liat di kening ayahmu.” Habib alwi : “Aku melihat di keningmu wahai ayah, beruntung…! beruntung..! Dan beruntung…!”

2) Ali 3) Abdurrohman 4) Abdullah 5) Ahmad

Hababah Zaenab adalah waliyah yang sangat di segani oleh para wali bahkan suami beliau al-Faqihil Muqoddam ketika di tanya, “Wahai Faqih begitu besar maqom yang kau miliki kepada siapakah engkau akan mewariskan dan siapakah kholifahmu.” Al-Faqihil Muqoddam menjawab : “Istriku Zaenab Ummul Fuqoro’ “

Oleh karena itu banyak sekali para salaf jika merasa salah pada Sayyidina Faqihil Muqoddam mereka ketika berziaroh mereka mendatangi Hababah Zaenab Ummul Fuqoro’ meminta belas kasih kemudian baru berziaroh pada Sayyidina Faqihil Muqoddam..

Hababah Zaenab juga seorang waliyah yang sangat kasaf. Ketika hujan mulai mengguyur daerah Demmun ( salah satu desa di pinggiran Tarem) semua orang berteriak dengan riang, “Demmun… Demmun…” yang artinya hujan malam ini akan lebat di desa Demmun jadi mereka bersiap siap mengatur ladang mereka agar aliran air masuk ke ladang meraka. Maklum di Tarem hujan sangat jarang. Hujan hanya 2 kali setahun sedang mereka mengambil air sangat jauh dan sulit.

Mendengar hal itu Syekh Abi Sho’ masih keluarga Hababah Zaenab bergegas keluar untuk menyiapkan jalan air menuju ladang nya. Ketika Syekh Abi Sho’ keluar Hababah Zaenab berkata : “Wahai Abi Sho’ kembalilah malam ini hujan deras buka di Demmun. Tapi di desa Gaidun. Ketika semua orang berteriak “Demmun demmun!” aku mendengar suara awan berkata ‘Gaidun Ghoidun”

Subhanallah.. ternyata malam itu yang hujan deras adalah desa Ghaidun. Padahal desa Goidun bisa di tempuh dengan perjalanan 3hari dari Tarem di masa itu.

Beliau Hababah Zaenab memiliki keledai yang bisa digunakan sebagai alat angkut Kurma dan barang lainnya. Subhanallah barokah menjadi keledai seorang wali keledainya pun punyak keistimewaan.

Hababah Zaenab berkata “Ketika suamiku al-Faqihil Muqoddam meninggal, aku mendengar kabar takziah langit dari keledaiku lebih banyak dari pada kabar takziah manusia di bumi.”

Subhanallah…

Beliau Hababah Zaenab Ummul Fuqoro’ hidup setelah meninggal nya sayyidina al-faqihil muqoddam kira-kira 16 tahun. Beliau Ummul Fuqoro’ meninggal pada hari Sabtu 12 Syawwal 699 Hijriyah.
Arti tangisan anak

Rasulullah SAW bersabda : Janganlah kamu memukul anak- anak kamu di sebabkan mereka menangis dalam masa setahun. Karena pada empat bulan pertama kelahirannya Ia bersyahadat LAA ILAAHA ILLALLAH. Pada empat bulan kedua pula ia berselawat ke atas Nabi SAW Dan pada empat bulan seterusnya pula ia mendoakan kedua ayah bunda nya. ( H.R. Abdullah Ibnu Umar r.a. )

Baginda Rasulullah SAW menjelaskan bahwa tangisan anak di waktu kecil pada bulan pertama adalah tanda ia bertauhid kepada Tuhan Nya dan empat bulan kedua pula ia membacakan selawat kepada Nabi nya dan empat bulan seterus nya ia memohon istighfar untuk kedua ayah bunda nya.

Rasulullah SAW Bersabda : Anak-anak sebelum sampai ia baligh maka apa-apa yang di perbuat nya daripada kebaikan maka di tuliskan untuknya dan kedua ibu bapaknya.

Dan apa yang di perbuat nya daripada kejahatan maka tiadalah di tulis untuk nya dan tidak pula di tulis untuk kedua ibu bapaknya. Apabila ia telah baligh maka berlakulah yang di tulis itu atasnya ia itu segala amal baik atau buruknya. ( H.R.Imam Anas bin Malik r.a.)

Sabda Rasulullah SAW ;”Siapa yang menyampaikan satu ilmu dan orang membaca mengamalkannya maka dia akan beroleh pahala walaupun sudah tiada.” (HR. Muslim)
Anak . . .
 
Anak adalah dirinya, bukan dirimu dan bukan engkau yang dulu...
anakmu adalah amanah, ia buah hati dan bukan anak buah...
anak hanyalah ujian, dan bukan bahan pujian, tapi butuh perhatian...
anakmu adalah kekasih, kasihilah dengan sepenuh hati dan bukan sesuka hati...
apalagi mengasihi tapi menyakiti hati...
anakmu adalah cinta, dan cinta tidak pernah lelah, maka belajarlah untuk mencintai kelelahan ...
jangan katakan, "Aku lelah membesarkanmu... kamu sulit diatur..."tapi katakanlah, "Aku mencintai kelelahan ini...
dan Allah-lah yang Maha Mengatur...
anak itu fana..Allah itu abadi....
dan bagi engkau yang sedang punya masalah dengan anakmu..
sungguh, masalahmu sebenarnya adalah dengan Tuhanmu..
sebab, anakmu hanya ujian...
agar engkau tetap bertahan dan berTuhan
3 SEBAB KUCING DATANG PADA KITA
Pertama

Allah sedang beritahu makanan kita, hak kita itu bukan semuanya rezeki kita. Sebahagiannya rezeki kucing itu. Sebab itu ia datang pada kita.

Kedua

Allah sedang beritahu apabila kita memberi makanan kepada kucing itu, rezeki lain akan Allah ganti yang lebih baik. Sebab 1 kebaikan itu Allah balas 10 kebaikan. Allah maha mampu memberi lebih dari itu.

Ketiga

Allah sedang bagi tahu apabila kita tak memberi makanan kepada kucing itu, sebenarnya kita sedang menolak rezeki baru yang Allah berikan kepada kita. Rezeki itu luas bukan hanya pada uang. Tetapi meliputi semua kehidupan. Ingin ikhlas memberi, berilah pada hewan karena hewan tak pandai mengucapkan terima kasih kepada kita. Ia hanya tahu minta dan makan.
Sahabat Nabi Muhammad S.A.W yang masih hidup


Pohon Sahabi yang menjadi saksi bisu pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan Biarawan Kristen bernama Bahira. Telah ditemukan kembali oleh Pangeran Ghazi bin Muhammad dan otoritas pemerintah Yordania. ketika memeriksa arsip negara di Royal Archives.
Mereka menemukan referensi dari teks-teks kuno yang menyebutkan bahwa Pohon Sahabi Berada di wilayah padang pasir diutara Yordania.
Setelah 1400 tahun berlalu, pohon ini ditemukan masih hidup dan tetap tumbuh kokoh di tengah ganasnya gurun Yordania

bersama beberapa ulama terkenal termasuk Syekh Ahmad Hassoun, Mufti Besar Suriah, Pangeran Ghazi. Mengadakan pengamatan dan ternyata benar pohon tua itulah yang disebutkan dalam catatan biarawan Bahira.
Kini Pohon tersebut dilestarikan oleh pemerintah Yordania dan dipantau secara rutin keberadaannya.

Keberadaan pohon ini memang cukup unik dan dinilai tidak cocok tumbuh dilingkungan sekitarnya.
Pasalnya lingkungan sekitar pohon itu, merupakan tanah kering dan sangat gersang, sementara pohon Sahabi menjadi satu-satunya pohon yang tumbuh subur dengan daun yang rimbun.

Kondisi ini menentang kegersangan dan ketiadaan warna dari lingkungan di sekitar pohon. Meskipun kekuatan matahari ditengah gurun sangat terik, namun akan terasa teduh ketika berada di bawah pohon ini.

Tiga manuskrip kuno yang ditulis oleh Ibn Hisham, Ibn Sa'd al-Baghdadi, dan Muhammad Ibn Jarir al-Tabari menceritakan tentang kisah Bahira yang bertemu dengan bocah kecil calon rasul terakhir.

Saat itu Muhammad baru berusia 9 atau 12 tahun. Ia menyertai pamannya Abu Thalib dalam perjalanan untuk berdagang ke Suriah.

Pada suatu hari, Biarawan Bahira mendapat firasat, kalau ia akan bertemu dengan sang nabi terakhir.. tiba tiba ia melihat rombongan kafilah pedagang Arab, dan melihat pemuda kecil yang memiliki ciri-ciri sesuai yang digambarkan dalam kitabnya.

kemudian Bahira mengundang kafilah tersebut dalam sebuah perjamuan.
Semua anggota kafilah menghadiri kecuali anak yang Ia tunggu-tunggu. Ternyata. Muhammad kecil sedang menunggu di bawah pohon untuk menjaga unta-unta.

Bahira keluar mencarinya dan ia sangat takjub menyaksikan cabang2 pohon Sahabi merunduk melindungi sang pemuda dari terik Matahari. Dan segumpal awan pun ikut memayungi ke manapun IA pergi.
Bahira pun meminta agar bocah kecil tersebut diajak serta berteduh dan bersantap dalam perjamuan.
Dia pun segera meneliti dan menanyai pemuda kecil ini. dan menyimpulkan bahwa Dia adalah utusan terakhir yang dijelaskan dalam Alkitab.
Bahira pun meyakinkan paman anak itu yakni Abu Thalib untuk kembali ke Makkah, karena orang-orang Yahudi tengah mencari Muhammad SAW untuk membunuhnya .

Setelah berselang 1400 tahun kemudian, pohon yang pernah meneduhi Muhammad itu masih berdiri tegak, menjadi satu-satunya pohon yang berhasil hidup di tengah padang pasir gersang.
Pohon ini secara ajaib diawetkan oleh Allah untuk waktu yang panjang. Namun siapapun masih bisa menyentuh dan berlindung di bawah cabangnya yang senantiasa rimbun.

STORY FROM JORDAN

“Ya Allah, limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan Nabi Besar Muhammad, sang cahaya-Mu yang selalu bersinar dan pemberian-Mu yang tak kunjung putus, dan kumpulkanlah aku dengan Rasulullah di setiap zaman, serta shalawat untuk keluarganya dan sahabatnya, wahai Sang Cahaya.”
SETIAP MALAM BERSAMA RASULULLAH SAW


AlKisah Al Allamah Al Musnid Habib Zein bin Ibrahim bin Smith (Madinah ) dengan Al Maghfurlah Assayyid Habibana Munzir Al-Musawa Alaihi Rahmatullah
Kalau bukan karena ingin menyemangati, saya tak akan menjawabnya, Ruh beliau Nabi Muhammad SAW tak pernah tidak hadir dalam Majelis Maulid Dhiya ullami, banyak para jamaah bermimpi melihat Ahlul Badr, Ahlul Uhud, Para Wali masa lalu, bahkan para Nabi, hadir di majelis dhiya ullami, dan Ruh Rasul saw sudah ada sebelum 1 orang pun sampai, dan tidak keluar sebelum tak tersisa satu orang pun.

Ketika Habib Munzir bin fuad al musawa di pesantren al khairat Bekasi, pimpinan Habib Naqib bin syeich Abu Bakar bin Salim, beliau di tempatkan terpisah dari santri-santri lainnya. Beliau di tempatkan di rumah habib naqib dan di taruh di kamar atas. Kamar khusus. Padahal kamar tersebut khusus untuk tamu-tamu mulia seperti Al Arif Billah Abuya Muhammad bin Alwi Almaliki, Al Arif Billah Habib Zein bin Smith (Madinah), Al Arif Billah Habib Salim As Syatiri (rubat tarim), Al Arif Billah Habib Zein bin Smith (Madinah)

Ketika saya sudah lama bertahun tahun tidak jumpa dg Habib Zein bin smeith madinah, karena beberapa kali beliau ke indonesia saya tak sempat jumpa, maka ketika jumpa saya tertunduk tunduk mencium tangan beliau, maka Habib zein dg santainya berkata Ahlan wahai Munzir....

Saya berkata : wahai Habibana Zein, bagaimana habib masih kenal nama saya padahal saya lama tak jumpa habibana?, beliau menjawab : bagaimana aku lupa namamu, kau tiap malam ada dihadirat Rasulullah SAW. Hampir saya jatuh pingsan mendengar ucapan itu, dan beliau dengan santainya pergi begitu saja menghadapi tamu tamu lain.

Pahala agung, ketika anda rindu pada Rasul saw, saat itulah Rasul saw sedang rindu pada anda, saya mempunyai teman disuatu wilayah yg sangat rindu dg Rasul saw dan terus menangis jika mendengar kisah Rasul saw, namun ia belum juga mimpi Rasul saw,

lalu saya bermimpi, katakan pada pemuda itu tiap kalau ia menangis merindukanku, aku ada disampingnya, dan aku tidak meninggalkan ranjangnya sampai ia tidur pulas.., namun ketentuan pertemuan adalah ditangan Allah swt.

Orang yg rindu pada Rasulullah SAW maka ia telah dirindukan oleh Rasulullah SAW.

 اللهم صل على سيدنا و حبيبنا و شفيعنا و قرة أعيننا و مولانا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

Wallahu`alam

Dan jangan Lupa membaca Al-qur'an, jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Al-qur'an jadikan bacaan yg paling anda senangi.
berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur'an, dengan memahaminya atau tidak dengan memahaminya.

“Allahumma shalli wa sallim ‘ala Sayyidina Muhammad nuuri-kas saari wa madaadikal jaari wajma’nii bihi fi kulli athwaari wa ‘ala alihi wa shahbihi yannuur”
Rindu, Sayang, Cintanya dan Perhatian Nabi Muhammad Rasulullah S.A.W kepada Umat

 
Suatu hari Malaikat Jibril datang menemui Rasulullah SAW dalam keadaan ketakutan...
Maka Rasulullah SAW bertanya.
"Ada apa wahai Jibril?"
"Wahai Muhammad sesungguhnya hari ini Allah SWT sedang mengobarkan nyala api neraka...
Maka seluruh malaikat amat ketakutan...
Mereka tidak tahu harus bagaimana...
Untunglah aku ingat bahwa engkau adalah sumber cinta dan sayang Allah kepala alam semesta...
Justru itulah aku di sini. Untuk bertabaruk dengan cinta Allah yang ada pada dirimu."
Rasulullah SAW terdiam beberapa saat lalu bertanya.
"Wahai Jibril, Shif lii washfan naar...
Critakan padaku bagaimanakah neraka itu sesungguhnya"
"Wahai Muhammad,..
Neraka itu bagaikan lobang lobang yang terdiri dari tujuh tingkat...
Dimana jarak antara satu lobang dengan yang lain adalah 70 tahun perjalanan...
Lobang yang paling bawah adalah yang paling panas."
Lalu siapakah penghuni lobang lobang neraka itu wahai Jibril?"
"Lobang yang paling bawah diciptakan untuk orang orang munafik...
Lobang berikutnya untuk penyembah berhala...
Lalu untuk penyembah bintang dan matahari..."
Jibril terus menerangkan penghuni tingkatan lobang lobang itu...
Hingga lobang neraka yang ke lima tempatnya umat Yahudi dan ke enam Nasrani...
Lalu kemudian Jibril diam cukup lama...
Rasulullah SAW bertanya.
"Wahai Jibril...
siapakah penghuni neraka yang ketujuh?"
Jibril diam...
Dan Rasulullah SAW bertanya lagi...
Namun Jibril tetap diam... Rasulullah SAW mendesak lagi. Akhirnya Jibril berkata.
"Umatmu wahai Muhammad...mereka itu
para pelaku dosa besar di kalangan Umatmu yang dimana sampai mereka mati tapi belum sempat bertaubat."
Mendengar jawaban Jibril Rasulullah SAW langsung jatuh pingsan...
Jibril merangkulnya dan meletakkan tubuh baginda SAW di atas pangkuannya...
Tidak berapa lama Rasulullah SAW sadar dan langsung menangis bersimbah air mata. Sambil terisak isak Nabi SAW bertanya...
"Yaa Jibril...
awayadkhulu ummatii an naar?
Wahai Jibril apakah memang ada di antara umatku yg masuk neraka?"
"Benar wahai Muhammad ...
pelaku dosa besar di antara umatmu yang belum bertaubat."
Setelah itu Nabi SAW langsung menghadap kiblat dan sujud menyembah Allah SWT dalam isakan tangis...
Sesekali dengan lirih perlahan beliau membisikkan kata kata...
ummati ya Rabb...
ummatii...ummatii...ummatii...
Beliau SAW tidak mengangkat kepalanya dalam keadaan seperti itu selamat tiga hari tiga malam...
kecuali setiap Bilal bin Rabah mengumandangkan azan beliau barulah bangkit untuk menjadi imam dan setelahnya kembali sujud...
Pada hari ketiga Abu Bakar ra menyadari hal ini...
Dia mengetuk pintu Rasulullah SAW dan mengucapkan salam tiga kali...
Namun tidak ada jawaban...
Abu Bakar ra sedih dan berseru di pintu Nabi SAW..
"Hal ilaa bayti Rasulillah min sabiil?
bolehkah saya masuk ke rumahmu ya Rasulullah?"
Tetap tidak ada jawaban.
Lalu beliau menangis dan melangkah pulang...
Di jalan beliau bertemu sayyidina Umar...
"Mengapa engkau menangis wahai Abu Bakar?"
Abu Bakar menceritakan keadaan Rasulullah SAW...
Maka Umar ra pun melangkah ke rumah Nabi SAW dan terjadilah hal yg sama...
Umar pun pulang dan menangis.
Di jalan beliau bertemu Salman Al Farisi.
Sambil terisak isak Umar bercerita kepada Salman.
Salman amat sedih...
Namun dia tidak berani mengulan hal yang sama...
Salman melangkah ke rumah Fatimah dan menceritakan hal itu...
Setengah berlari Fatimah menuju rumah Nabi SAW dan mengetuk pintu sambil mengucapkan salam... Mendengar suara lembut putri tercinta sejuklah dada Nabi SAW...
Baginda bangkit dari sujud dan membuka pintu...
Alangkah terkejutnya Fatimah rha melihat Nabi SAW yg amat kurus dan pucat...
Fatimah memeluknya lalu menangis.
"Wahai ayahanda apa yang terjadi...
mengapa engkau sedih seperti ini?"
Rasulullah SAW kembali menangis dan berkata dengan suara lirih...
"Wahai Fatimah belahan jiwaku...
bagaimana mungkin aku tidak sedih...
Jibril mengatakan akan ada kelak umatku yang akan masuk neraka..."
Kedua anak dan bapak itupun menangis bersimbah air mata.

“Ya Allah, limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan Nabi Besar Muhammad, sang cahaya-Mu yang selalu bersinar dan pemberian-Mu yang tak kunjung putus, dan kumpulkanlah aku dengan Rasulullah di setiap zaman, serta shalawat untuk keluarganya dan sahabatnya, wahai Sang Cahaya.”
AL-IMAM AL-FAQIH AL-SYEIKH SALIM BIN FADHOL BAFADHOL
AL-IMAM AL-FAQIH AL-SYEIKH SALIM BIN FADHOL BAFADHOL

ﺑﺴﻢ ﷲ ﺍﻟﺮﺣﻤﺎﻥ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
Kita mengenal bahwa Al-Imam Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin Ali Ba'alawy adalah penghulu awliya' dan waliullah yang diutamakan di pemakaman Zambal di kota Tarim, Hadramaut, Yaman. Artinya jika kita tidak mempunyai banyak waktu untuk berziarah kepada semua aulia' yang berada di Zambal maka cukup berziarah ke makam Al-Faqihil-Muqaddam. Namun apakah kita mengenal waliullah yang diutamakan di pemakaman Furait dari sekian banyaknya awliya Allah yang dimakamkan di sana? Dialah Syeikh Salim bin Fadhol Bafadhol yang biasanya diziarahi Habib Ali bin Hafiz setiap akhir Jum'at bulan hijriyah.
Nasab keluarga Bafadhol ini adalah dari keturunan Sa'id Al Qusyairah Al Dzahzi dengan adanya khilaf bahwa siapa Sa'id Al Qusyairah Al Dzahzi itu. Ada yang berpendapat, beliau adalah salah satu sahabat Nabi SAW. Dan ada pula yang berpendapat, beliau adalah salah satu keturunan Ya'rub bin Qahtan bin Nabi Hud As. Dan pendapat yang lain mengatakan, beliau adalah anak dari Madzhaj yang merupakan qabilah terbanyak nantinya di dalam surga sebagaimana hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Sayyidah A'isyah RAha: ﺃﻛﺜﺮ ﺍﻟﻘﺒﺎﺋﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻣﺬﺣﺞ -(Terbanyak dari qabilah-qabilah di Surga; Madzhij).

KELAHIRAN DAN PENGEMBARAAN INTELEKTUAL
Beliau dilahirkan dan tumbuh besar di kota Tarim dengan berkepribadian akhlaq yang mulia. Adapun tanggal kelahiran beliau tidak diketahui secara pasti. Tetapi Al-Alim Al-Amil Abdullah bin Alawi bin Zein Al-Habsyi berkata: "Syaikh Salim Bafadhol dilahirkan pada masa Syeikh Ghazali pengarang kitab Ihya' 'Ulumiddin yang wafat pada tahun 505H." Wallahu a'lam.
Beliau menimba ilmu pengetahuan dari orang tuanya Fadhol bin Muhammad, Sayyid Muhammad Sohibul-Mirbat dan ulama yang semasa dengannya sehingga bersinar teranglah cahaya kewalian dari rahasia mukanya. Kemudian untuk menyempurnakan rukun Islam, beliau pergi dari kampung halamannya ke Baitul-Haram untuk menunaikan ibadah haji dan ziarah ke Sayyidil-Anam SAW melalui jalan darat. Jalan Sya'ab Khilah, Tarim. Berkata Sayyid Al-Fadil Syeikh bin Abdurrahman Al-Kaff Rahimahullah: "Syeikh Salim Bafadhol bersafar untuk haji dari Tarim dengan melalui jalan darat dan telah kami dengar bahwasanya beliau berbekal sedikit dakik (tepung) dan sedikit kurma. Beliau melalui semua jalan sehingga sampai ke gunung Arafat dengan tidak memakan sedikitpun dari bekal yang dia bawa. Karena dalam perjalanan, beliau selalu melalui pemukiman yang ada penduduknya."
Dalam menuntut ilmu, beliau juga pergi ke Iraq dan memasuki beberapa daerah yang ada di sana dalam waktu yang begitu lama, yaitu sekitar 40 tahun. Dengan dasar mencari ridho Allah, maka Beliau menuntut ilmu yang begitu banyak sehingga menempati martabat yang tinggi di sisi Allah Ta'ala. Beliau juga merupakan salah satu dari muridnya Qutbur-Rabbani Sayyid Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani dan hal itu dikarenakan beliau masuk kota Iraq pada masa dan waktu terkenalnya Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani. Demikian juga beliau belajar dengan Syeikhul-Islam As-Sayyid Muhammad bin Ali Sohibul-Mirbat yang terkenal sebagai Zafarul-Qodimah (pemimpin yang beruntung) dalam waktu yang cukup lama. Dan beliau mempunyai hubungan dengan Al-Muhaddits Dzafar dan Al-Alim Muhammad bin Ali Al-Qal'i (seorang alim yang banyak mengarang kitab diantaranya kitab Syarh Muhadzab).

PULANG DAN MENGAJAR DI KAMPUNG HALAMAN
Dengan waktu yang begitu lama dalam menuntut ilmu yaitu selama 40 tahun, maka keluarganya pun mengira bahwa beliau sudah wafat. Kemudian setelah itu sebagian saadah (sayyid-sayyid) melihatnya di dalam mimpi datang ke kampung halamannya bersama unta yang membawa emas. Maka tidak lama kemudian datanglah beliau dengan membawa kitab-kitab ilmu hadits, fiqih dan lain-lain yang tidak dimiliki oleh para ulama yang ada di Hadramaut pada masa itu. Setelah berada di kampung halaman, beliau membangun beberapa tempat pendidikan dalam bidang keagamaan untuk membentuk para muslimin agar memiliki pondasi yang kuat dan kokoh dalam ilmu agama, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh kelompok-kelompok bid'ah seperti Ibadiyah dan Mu'tazilah.
Dua kelompok ini pada waktu itu sudah tersebar di beberapa tempat di Hadramaut. Dan beliau merupakan penentang keras kelompok yang menyimpang itu dengan hujjah dan dalil-dalil yang tidak bisa dibantah akan kebenarannya sehingga dengan demikian maka padam dan terbenamlah nyala api yang berkobar dari pengaruh dua kelompok yang menyimpang tersebut. Berkata Syeikh Ahmad bin Abdullah Al-Khotib: "Telah berkata sebagian Salaful-'Arifin: 'Tiga orang yang mempunyai keutamaan yang besar atas penduduk Hadramaut, yaitu: Sayyid Al-Muahajir Ahmad bin Isa dengan hijrah dari kota Basrah bersama keturunannya, Syeikh Salim Bafadhol di dalam menyebarkan ilmu dan meredakan bid'ah, dan Sayyid Faqih Muqaddam di dalam kasrissilah(*) dan memilih jalan tasawwuf."
(*) Dalam arti tidak mempergunakan pedang lagi. Karena pada waktu itu setiap orang selalu membawa pedang apabila keluar dari rumah (termasuk para penuntut ilmu).
Dengan keberadaan beliau di Hadramaut (khususnya di Tarim), maka banyaklah para penuntut ilmu yang datang dari pelbagai daerah ke tempatnya untuk mendapatkan ilmu dari tangan beliau sehingga pada waktu itu telah terkumpul di Tarim sebanyak 300 mufti. Demikian juga bermunculan banyak para pengarang kitab seperti Imam Ali bin Ahmad Bamarwan, Imam Abdullah bin Abdurrahman bin Abi Ubaid Zakariya, Qodi Ahmad Ba'isa, Imam Muhammad bin Ahmad bin Abi Hub dan lain-lain yang tidak diragukan hasil karya mereka dan menjadi ibarat di dalam hakikat ilmu agama dan ilmu sunnah.

WAFAT
Beliau RAhu wafat pada malam Jum'at, tanggal 8 Jumadil Akhir tahun 581H. Beliau, keturunannya serta anak pamannya dikuburkan di bawah gunung yang dikenal dengan sebutan Furait Ahmar. Beliau meninggalkan satu orang anak, yaitu Al-Faqih Syeikh Yahya bin Salim Bafadhol dan beberapa karangan yang berfaidah dalam bidang ilmu tafsir dan mempunyai kalam atau pendapat yang luar biasa dalam bentuk qosidah yang bersifat intelektual dan lain sebagainya.

BEBERAPA KOMENTAR ULAMA TERHADAP BELIAU
Salah satu anugerah Allah kepada beliau adalah apa yang disebutkan oleh pengarang kitab Al-Jauharul-Syafaf dari kakeknya (datuknya) yang berkata: "Aku bertanya kepada guruku Al Faqih Salim bin Fadhol Bafadhol RAhu, 'Apakah engkau meminta sesuatu kepada Allah Ta'ala yang terkabul untukmu?' Beliau menjawab: 'Ya, aku meminta kepada Allah agar memberi syafaat kepadaku setiap hari kepada 70 orang yang diazab, maka Allah mengabulkan permintaanku."
Sayyid Fadil Ali bin Abdurrahman Al-Masyhur berkata: "Aku mendengar ayahku Abdurrahman berkata: 'Bahwasanya Allah memberi syafaat kepadanya untuk dibagi ke 70 orang yang diazab setiap hari sampai hari kiamat."
Al-Imam Al-Muhaddits Muhammad bin Ali Al-Khirid berkata di dalam kitabnya Al-Ghurar: “Sayyid Jalil Muhammad bin Abdurrahman Al Asqa' berkata: 'Aku mendengar kakekku Al-Mu'allim Al-Wali Husein bin Muhammad bin Ali berkata: 'Barang siapa mempunyai hajat dan ingin agar dikabulkan maka hendaklah keluar berziarah ke Al-Faqihil-Muqaddam Muhammad bin Ali Ba'alawi dan Al-Faqih Al-Wali Salim bin Fadhol Bafadhol, kemudian naik ke masjid Bani Alawi dan solat dua rakaat di dalamnya, maka akan dikabulkan hajatnya itu."
Dan berkata sebagian orang-orang 'arif: "Syeikh Abdurrahman Assegaf membasuh mukanya yang mulia di sekitar makam Syaikh Salim bin Fadhol dan berkata: 'Aku menyaksikan bahwasanya engkau mempunyai taman dari taman-tamannya surga". Dan diriwayatkan bahwasanya Imam Ahmad bin Muhammad Bafadhol berkata: "Antara kuburku dan kubur pamanku yaitu Syeikh Salim adalah taman dari taman-tamannya surga".

MURID-MURID BELIAU
Adapun orang-orang yang mengambil ilmu dari beliau sangatlah banyak dan kesemuanya adalah imam-imam mursyid. Maka diantara mereka adalah:
*Al-Imam Al-Kabir Al-Muhaddits Al-Musnid Ali bin Muhammad bin Jadid
*Imam Alwi bin Muhammad Sohibul-Mirbat
*Imam Ali bin Muhammad Sohibul-Mirbat
*Sayyid Imam Ahmad Salim bin Basri
*Syaikh Ali bin Muhammad Al-Khatib Sohibul-Wa'al
dll.
Berkata pengarang kitab Al-Ghurar bahwa Al-Ustadzil-A'zom Al-Faqihil-Muqaddam Muhammad bin Ali Ba'alawi adalah termasuk dari murid Syeikh Salim Bafadhol. Tetapi Imam Al-Faqihil-Muqaddam tidak hidup dalam masa Syeikh Salim Bafadhol kecuali hanya 7 tahun, karena Imam Al-Faqihil-Muqaddam dilahirkan pada tahun 574H. dan Syeikh Salim Bafadhol wafat pada tahun 581H. Kemudian dijelaskan oleh Habib Abu Bakar bin Abdullah Al-Khirid bahwa Imam Al-Faqihil-Muqaddam membaca surat Al-Fatihah atas Syeikh Salim Bafadhol di tempat (zawiyah) Syaikh Salim Bafadhol Rahum. Wallahu a'lam. Berkata Syeikh Ahmad bin Abdullah bin Abu Bakar Al-Khatib Al-Ansari: "Telah belajar dengan Syeikh Salim 1000 pelajar.

KARAMAH BELIAU
Diantara karamah beliau setelah meninggal, bahwa beberapa orang zalim memusuhi dan menguasai rumah milik keturunan Syeikh Salim, kemudian keluarlah pemilik rumah ke makam Syeikh Salim untuk minta tolong kepada Allah Ta'ala dengan bertawassul kepada Syeikh Salim. Maka tidak lama kemudian orang yang zalim itu keluar dari rumahnya. Kemudian setelah dicari akan sebab keluarnya orang zalim tersebut, ternyata istri dan anaknya memaksanya untuk keluar disebabkan tidak tahan duduk di dalam rumah itu karena seakan-akan rumah itu berputar dengan mereka.
Dan diantara karamah beliau yang lain, bahwasanya antara beliau dan istrinya ada sebuah janji untuk tidak menikah lagi apabila salah satu dari mereka wafat terlebih dahulu. Kemudian wafatlah Syeikh Salim mendahului istrinya dan lalu datanglah melamar beberapa orang kepada istrinya namun ditolak dengan pelbagai cara sehingga akhirnya ada yang meminta dengan mendesak sampailah istrinya setuju. Maka manakala pada malam pesta pernikahan sebagian orang-orang soleh melihat Syeikh Salim mendatangi suami baru istrinya tersebut lalu memberi salam kepadanya seraya berkatalah Sheikh Salim: "Apakah pendapat engkau kepada ini (istrinya) yang engkau tipu dengan janji Allah sehingga dia berkhianat?"
Dan karamah Beliau yang lain, bahwa telah datang orang asing ke kota Tarim dan menginginkan bantuan dari penduduk setempat. Maka meminta tolonglah dia di depan pintu- pintu masjid seraya berkata: "Aku meminta kepada Allah dan hak Allah sebesar 75 riyal dan sedikit dari pakaian." Maka tinggallah dia di kota itu selama beberapa bulan atas keadaan seperti itu dan tidak ada seorangpun yang mengabulkan permintaannya. Kemudian dia memegang tangan seorang laki-laki dari keturunan Bafadhol yang berada di dekatnya dan berkata: "Aku ingin ziarah Syeikh Salim dan engkau pergilah bersamaku maka selagi engkau bersamaku maka akan dikabulkan hajatku dengan izinNya." Maka keduanya keluar bersama-sama untuk ziarah ke makam Syeikh Salim. Kemudian pada malam harinya salah satu penduduk Tarim memanggilnya dan memberikan uang sebesar yang dia perlukan dengan tanpa perlu dia memintanya. Maka besok harinya dia pun musafir meninggalkan kota Tarim. Masih ada banyak lagi karamah Beliau yang tidak kami sebutkan di sini.

SILSILAH KELUARGA BAFADHOL
Dari Al-Qutb Al-Habib Abdul Qodir bin Ahmad Assegaf berkata bahwa keluarga Bafadhol adalah dari keturunan sahabat Ansor.
Dari kitab Al-Faqih Sheikh Muhammad bin Iwad Bafadhol, seorang ahli sejarah dan penyair W1369:
Sheikh Abdul Karim bin
Muhammad bin
Sa’ad bin
Ahmad bin
Muhammad bin
Fadhol bin
Abil-Fadhol Ahmad (beliau yang awal dari keluarga Bafadhol) bin
Abdullah (beliau yang awal dari yang musafir ke Hadramaut lebih kurang 500 tahun sebelum Al-Muhajir) bin
Sa’ad bin
Khoytsamah bin
Abdur Rohman bin
Maalik bin
Abdur Rohman bin
Abi Khoytsamah bin
Abdur Rohman bin
Abi Sibrah bin
Al-Imam Yaziid As-Sohaaby bin
Maalik bin
Abdullah bin
Dzuaib bin
Salamah bin
‘Amruu bin
Dzahl bin
Muroon bin
Ja’far bin
Sa’dul-‘Asyiiroh (mempunyai 300an anak cucu) bin
Madzhaj bin
Adad bin
Zayd bin
‘Amruu bin
‘Uroyb bin
Zayd bin
Kahlan bin
Saba bin
Yaskhob bin
Ya’rub bin
Qohthaan bin
Nabiyullah Hud AS bin
Abdullah bin
Rabah bin
Khuluud bin
‘Aad bin
AuS bin
Iraam bin
Saam bin
Nabiyullah Nuuh AS bin
La’ak bin
Mutawassigh bin
Makhnu’akh bin
Makhail bin
Qinan bin
Anuus bin
Syits bin
Nabiyullah Adam AS

ﻭﷲ ﺃﻋﻼﻡ ﺑﺎﻟﺼﻮﺍﺏ
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan Nabi Besar Muhammad, sang cahaya-Mu yang selalu bersinar dan pemberian-Mu yang tak kunjung putus, dan kumpulkanlah aku dengan Rasulullah di setiap zaman, serta shalawat untuk keluarganya dan sahabatnya, wahai Sang Cahaya.”
آمين...
Pemimpin yang tawadhu'
Ramzan Kadyrov, Presiden Republik Chechnya yang mendapatkan kehormatan untuk masuk kedalam Ka'bah...

Beliaupun menanggalkan pakaian kehormatannya dan berganti pakaian biru2 seperti petugas kebersihan sambil membawa sapu ( saat membersihkan Ka'bah )

Subhanallah...Semoga pemimpin kita mempunyai ghirrah dan kecintaan yang dalam akan Agama Islam. Aamiin...

2 tokoh dunia yang telah mengharumkan Islam dan mengharumkan nama Negaranya masing2...
Yang pertama adalah Presiden Turki Erdogan & Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov ini...

Semoga Islam kedepannya semakin banyak pemimpin2 yang berjiwa dan berakhlak seperti ini...

Aamiin Ya Allah
Syekh Ibrahim Ad-dasuqi
SULTAN AULIYA SYEIKH IBRAHIM AL-DUSUQIE R.A ( QUTBUL AQTOB )

 
Sebahagian dari Manaqib Beliau :

Syeikh Ibrahim Dusuqi atau lebih dikenali sebagai Abul-Majdi bin Quraisy Ad-Dusuqi ra dilahirkan pada malam terahir bulan Sya’ban 623 H yang bertepatan dengan tahun 1255M di Dusuq, Mesir. Nama penuh beliau Syeikh Ibrahim Dusuqi bin Abd Aziz Abu al-Majd bin Ali Quraish bin Muhamad Abi Redha bin Mohamad an-Najjar bin Ali Zainal Abidin bin Abdul Khaliq bin Mohamad at-Tayyib bin Abdullah al-Kattam bin Abdul al-Khaliq bin Abi al-Qasim bin Jaafar al-Zaki bin Ali al-Hadi bin Imam Mohamad al-Jawad bin Imam Ali Redha bin Imam Musa al-Kazim bin Imam al-Ja’far as-Sodiq bin Imam Mohamad al-Baqir bin Imam Ali Zainal Abidin bin Imam al-Hussin bin Saidina Ali dan Saidatina Fatimah az-Zahra’ binti Saidina Mohamad SAW. Manakala ibunya Sayyidah Fatimah as-Syaziliah binti Abdullah merupakan saudara perempuan kepada Syeikh Abu al-unya Sayyidah Fatimah binti Abdullah bin Abd Jabar, saudari tokoh sufi terkenal Abu Hasan Syazili.

Syekh Ibrahim Dasuqi ini juga mempunyai silsilah satu nasab dengan Sayyid Ahmad Badawi keturunan kesepuluh Sayyid Ja’far al-Turki bin Ali al-Hadi.. Beliau belajar ilmu bahasa, agama dan menghafal Al Qur’an dan hadis , Fekah mazhab as-Syafi dimana beliau juga bermazhab as-Syafei.

Beliau dilahirkan pada malam Syak, iaitu hari yang di ragukan dan menjadi teka-teki apakah sudah memasuki puasa Ramadlan atau belum. Ketika para ulama ragu akan munculnya bulan tsabit yang menunjukkan masuknya bulan Ramadan, Syekh Ibnu Harun As-shufi ketika itu berkata: “Lihatlah anak yang baru lahir ini apakah dia meminum air susu ibunya”? Maka ibunya menjawab, “Dari sejak azan subuh, ia berhenti meminum air susu ibunya”. Dengan demikian Syekh Ibnu Harun mengumumkan bahwa hari itu adalah hari pertama bulan ramadhan dan tanda-tanda kewalian Syekh Ibrahim Ad-Dusuqi RA sudah nampak dari sejak kelahiran beliau.

Tariqah beliau ini dikenal dengan nama Tariqah Burhamiah yang diambil dari namanya atau Tariqah Dusuqiah, diambil dari nama tempatnya. Syeikh Ibrahim Dusuki dan para pengikutnya ini memakai serban warna hijau sementara serban yang dipakai oleh Sayid Badawi dan para pengikutnya berwarna merah, sedangkan para pengikut Tariqah Rifaiyah berwarna hitam.

Sultan Zahir yang mendengar tentang keilmuan Syeikh Ibrahim Dusuqi telah melantiknya sebagai Syeikh Islam, maka beliau menerima jabatan itu dan melaksanakan tugasnya tanpa mengambil gajinya, tapi membahagikan gaji dari jabatan ini kepada pada fakir miskin dari kalangan muslimin. Sultan juga membangun sebuah tempat pertemuan untuk Syekh dan para muridnya dalam belajar memahami agama, jabatan ini tetap dipegang oleh Syekh Ibrahim sampai meninggalnya Sultan . setelah sultan meninggal, beliau mengundurkan diri, meluangkan waktunya bagi para muridnya.

Maulana Syeikh ini adalah seorang yang berani tidak menghampiri kepada penguasa dan tidak takut akan celaan orang-orang yang mencela di dalam menyebarkan agama Allah. Syekh Jalaludin al-Kharkhi pernah menceritakan bahawasannya Syeikh Dusuqi ini pernah mengirim surat kepada Sultan Asyraf Khalil bin Qalawun yang berisi kritikan pedas padanya, karena perbuatan zalim yang dilakukan kepada rakyat. Maka Sultan pun murka dan memanggil Syekh, tapi Syekh Dusuqi ini menolak untuk mendatangi panggilan ini dan berkata: ”Aku tetap di sini, siapa yang ingin bertemu saya, maka dialah yang harus menemuiku”. Dan Sultan pun tidak dapat berbuat apa-apa terhadap Syekh karena dia tahu posisinya di sisi masyarakat, maka diapun datang kepadanya dan minta maaf. Dan Syeikh pun menyambutnya dengan baik dan memberi khabar gembira akan kemenangannya dalam peperangan melawan tentara salib, dan memang terbuktilah kemudian kemenangan itu.

Sayidi Syeikh Ibrahim al-Qurasyi ad-Dusuqi adalah “Wali Quthub” yang keempat dan yang terahir setelah Syeikh Ahmad Arrifa’i RA, Syeikh Abdul-Qadir al-Jaelani RA dan Syeikh Ahmad al-Badawi RA sebagaimana diyakini ulama tashawuf seperti Syekh Mahmud al-Garbawi dalam kitabnya al-Ayatuzzahirah fi Manaqib al-Awliya’ wal-Aqthab al-Arba’ah, dan Assayyid Abul-Huda M.bin Hasan al-Khalidi Asshayyadi dalam kitabnya Farhatul-Ahbab fi Akhbar al-Arba’ah al-Ahbab dan kitab Qiladatul-Jawahir fi Zikril Gautsirrifa’I wa Atba’ihil-Akabir.

Sebagaimana Nabi Muhammad saw, yang diutus paling akhir dan menjadi imam dari para nabi dan rasul sebelumnya, begitu juga sayidi Ibrahim ad-Dasuqi adalah imam dari wali qutub empat di atas. Beliau juga adalah sultan salatin atau sultan Auliya.

Sayidi Ibrahim al-Qurasyi ad-Dusuqi adalah pendiri Thariqah yang dikenal dengan nama Burhamiyyah atau Dusuqiyyah. Pewaris beliau sebagai syekh Thariqah Dusuqiyah Muhammadiyah pada zaman ini adalah Mawlana Sidi Syekh Mukhtar Ali Muhammad Ad-Dusuqi ra. “Semoga beliau senantiasa di beri kesehatan dan dipanjangkan umurnya, amin”.

Dalam kitab Thabaqat al-Kubra, anda akan menemukan Syekh Abdul-Wahhab Assya’rani ra, berbicara tentang riwayat Sayidi Abul-Hasan Assyazili ra, dalam 12 halaman, Sayidi Ahmad Arrifa’i dalam 7 halaman, Sayidi Abdul-Qadir Al-Jailani ra, dalam 9 halaman dan Sayidi Ahmad al-Badawi ra, dalam 7 halaman saja, sedangkan Sayidi Ibrahim Ad-Dusuqi ra, hingga 25 halaman…!
Syekh Abdul Wahhab As-Sya’rani ra, berkata: “Tuanku, Sayidi Ibrahim Ad-Dusuqi ra, memiliki keramat yang banyak, hal-hal yang luar biasa, menguasai rahasia-rahasia malakut, sejak lahir sudah puasa, menguasai bahasa Ajami, Siryani, Ibrani, zinji, seluruh bahasa burung, binatang dan makhluk-makhluk buas lainnya.

Berkata Imam al-Munawi : Seekor buaya telah menelan seorang anak di sungai nil, maka ibu sang anak mendatangi Syeikh Ibrahim Dasuqi dengan menangis tersedu-sedu, maka Syeikh meyuruh muridnya untuk memanggil buaya yang memakan anak ibu tersebut, maka datang muridnya dan berseru di tepi sungai Nil : " Wahai sekalian buaya , siapa diantara kalian yang memakan seorang anak maka hendaklah dia timbul dan menghadap Syeikh ". maka timbullah buaya dan berjalan beserta murid sehingga sampai kehadapan Syeikh Ibrahim ad-Dusuqi, maka Syeikh menyuruh buayaitu untuk mengeluarkan anak itu, maka buaya itu mengeluarkan anak itu dalam keadaan hidup, kemudian SYeikh Ibrahim berkata : Matilah kamu dengan keizinan Allah ", maka dengan segara buaya pun mati.

Dicatatkan bahwa Syekh al-Itris yang dimakamkan di samping Sayidah Zainab di Kaherah adalah saudara Syekh Dusuqi. Syekh Dusuqi ini di samping menguasai bahasa arab dan menguasai bahasa asing lain seperti bahasa Suryaniyah dan Ibriyah, beliau juga telah menulis sejumlah buku dan risalah dalam bahasa Suryaniyah.

Syekh Dusuqi meninggalkan banyak kitab dalam bidang fiqih, tauhid, dan tafsir. yang paling terkenal adalah kitab yang masyhur di sebut “Al-Jawahir” atau “Al-Haqaiq”, dan juga Qasidah.

Maulana Syeikh Ibrahim ad-Dusuqi mempunyai pelbagai gelaran iaitu;
Abu al-Ainain, Syekhul al-Islam, Imam Syariat dan Hakikat, Rais ad-Diwan, Ghaus al-Iwan, Qutub al-Aqtab, Burhan Millah Wa ad-Din, Qutub ad-Dakwah wa al-Irsyad, Qutub al-Fard al-Jami’ al-Hasib an-Nasib al-Labib as-Syarif, Kibar al-Arifin, Sultan al-Auliyaa’ dan Hujjatul at-Tauhid..

Beberapa kitabnya orang-orang salih yang berbicara tentang karamah dan riwayat hidupnya beliau, di antaranya adalah:

1) Farhatul Ahbab Fi Akhbar al-Arba’ah al-Ahbab, oleh al-Khalidi Asshayyadi.
2) Syaikhul Islam Addasuqi Quthbussyari’ah wal-Haqiqah, oleh Rajab Atthayyib al-Ja’fari.
3) Alamul Aqthab al-Haqiqi Sayyidi Ibrahim Ad-Dusuqi, oleh Abdurrazzaq al-King.
4) Lisanutta’rif bihalil-Wali As-Syarif Sayidi Ibrahim Ad-Dusuqi ra, oleh Syekh Ahmad bin Jalaluddin al-Karki ra.
5) Al-Ayatuzzahirah fi Manaqib al-Awliya’ wal-Aqthab al-Arba’ah, oleh Syekh Mahmud al-Garbawi.
6) Abul-Ainain Ad-Dusuqi, oleh Abdul-Al Kuhail.
7) Qiladatul Jawahir fi Zikril Gautsi wa Atba’ihil Akabir, oleh Syekh Abul Huda al-Khalidi As-Shayyadi.
8) Jami’ karamat al-Awliya’, oleh Syekh Yusuf An-nabhani.
9) Al-Arif Billahi Sayyidi Ibrahim Ad-Dusuqi, oleh Sa’ad al-Qadhi.
10) Biharul-Wilayah al-Muhammadiyyah Fi Manaqib A’lam Asshufiyyah, oleh Dr. Jaudah M. Abul Yazid.
11) Nailul Khairat al-Malmusah Biziyarati Ahlilbaiti Wasshalihin bi Mishr al-Mahrusah, oleh DR Sa’id abul As’ad.
12) Atthabaqat al-Kubra, oleh Syekh Abdul-Wahhab As-Sya’rani.
13) dan lain-lain

Beliau wafat kurang lebih tahun 676 H dalam usia umur 43 di Dusuq, dan dimakamkan di zawiyyah-nya dimana beliau selalu beribadah di dalamnya. berdekatan makamnya, ada makam saudara sekaligus penggantinya iaitu Sayyid Musa Abu al-Imran. Beliau juga dikatakan wali Allah yang meninggal dunia dalam keadaan sujud dalam solat

Assalamu 'Alaika Ayyuhan Nabiyyu Warahmatullahi Wabarokatuh

Video Streaming Acara Akbar "Majelis Rasulullah"