Qasidah Munajat Al Imam Al Quthb Habib Abdullah Al Haddad
Ya Rasulallah . . .
Tampilkan postingan dengan label Foto Syaikhina Sekumpul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Foto Syaikhina Sekumpul. Tampilkan semua postingan
Madad Ya Syaikhuna Sekumpul
dari kiri ke kanan
Syaikhuna Sei Jingah (KH. Ahmad Zuhdiannoor)
Ustadz H. Rudi (Saka Permai)
Syaikhuna Gambut (KH. Ahmad Bakeri)
Makam Al'Arif billah KH. Abdul Ghani bin H. Abdul Manaf
(Ayahnda Syaikhuna Sekumpul) di Keraton Martapura
Makam Hj. Masliah binti H. Mulya
Sekumpul - Martapura
ketika di Masjid Sabilal Muhtadin Banjarmasin
ketika umrah terakhir
Habib Ahmad Al Ahdal ketika Mushofahah di Kubah Kelampayan
Telah bercerita Habib Ahmad al Ahdal
kepada kami beliau adalah seorang anak angkat abah Guru Sekumpul yang telah
diasuh dan dibesarkan oleh abah Guru Sekumpul dengan kasih sayang dan dengan
kelembutan pada waktu bayi hingga sekarang tumbuh menjadi orang yang gagah lagi
tampan dan berwibawa,.
Habib Ahmad al Ahdal berceritakan pengalaman beliau pada waktu beliau hidup serumah dengan Abah Guru Sekumpul ,kata Habib ahmad saya disini tidak menceritakan cerita2 yang ajaib yang terjadi apada abah Guru, !! Kerena para waliyullah itu,pasti jauh daripada sifat ujub, sum'ah, takabbur, riya, syrik dan lain sebagainya. Dan para waliyullah umumnya dan abah guru Sekumpul khususnya, beliau tidak pernah merasa memeiliki suatu karomah, kerna kemuliaan Dan kebesaran hanya milik Allah.. Kecuali mreka dalam keadaan kepepet dan itu pun atas izin Allah swt juga, disebabkan Allah Swt sangat mnyayangi mereka, maka dari itu Allah langsung yang menjaga mereka dan melindungi mereka.yang mau saya ceritakan dsini bukan masalah karamah seperti yang diatas tadi, akan tetapi ini adalah sesuatu yag melebihi daripada karamah2 tersebut, yg dinamakan istiqomah..
Sehubungan dengan istiqomah yang diatas.. saya melihat Abah Guru mengajar dengan isiqomahnya, Sewaktu beliau terbaring sakit dirumah, dan terbaring lemah dikasur beliau masih tetap mengajar.
Ada lagi, pada waktu tangan dan kaki beliau bngkak, waktu itu ada rombongan habib sekitar20 orang lebih yang dating dan Beliaupun menjamu para tamu habaib tersebut seolah-olah beliau tidak merasakan sakit sdikitpun ditangan dan kaki bliau pda wktu itu, namun setelah tamu pergi berlalu Beliau baru kesakitan, dan menundukkan wajah bliau serta memegangi tangan bliau dengan menybut nama Allaaah, Allaaah, Allaaaah..
Dan ada lagi waktu abah Guru mau ke majlis ada orang yg mau minta air untuk didoakan sama bliau, padahal abah guru sendiri tak mngenal siapa orang tersebut,dan Diwaktu tengah malam seperti biasa beliau bangun dan beliau sampai menangis berdoa bahkan terisak2, smpai2 bliau jatuh sakit. Lalu bsok nya adik bliau, Hj' Rahmah dn istri bliau mlarang orang2 untuk mnta air secara langsung kpada bliau kerna khawatir akan kesehatan beliau. Kerna setiap ada orang yg mau minta air, psti diberi sama beliau.
Namun malam nya beliau selalu menangis ditengah malam yang sunyi untuk mndoakan si fulan/ fulanah yg minta air tdi siang trsbut. Bhkan ada juga yang sampai bliau sakit kerna mndoakan orang yg minta air tadi. Padahal namanya saja beliau tidak tahu. Ada lagi pas sewaktu malam saya terkejut mendengar beliau menangis-menangis dengan terisak-terisak berdoa, smpai2 wajah bliau basah dengan airmata bliau . saya mendengar sedikit doa beliau pada waktu itu.. Subhaanallaah!! Klo tidak salah khilaf seperti ini doa Abah Guru Sekumpul..
“ (Yaa Allaaa, ampunii dosaaa2 murid2 uluun, keluarga uluun, anak bini ulun, anak2 angkat uluun, jiran2 uluun, dan semua ummat muslimin wa muslimat dimana pun mereka berada namun hati mreka mncintai ulun dan kluarga ulun..
Yaa Allaah, ampuni jua dosa-dosa orang-orang yang tidak menyukai ulun, orang memusuhi ulun, orang yang menyakiti hati ulun.. Ampuni jua dosa2 mreka smua, dan sampaikan kepada kkasih engkau ya'ni baginda nabi muhammad (Saw) untuk memberi syafaat nya terhadap mreka semua, kerna biarpun mereka membenci ulun, akan tetapi ulun ridho dengan mreka.
Jadi ulun berharap smua yg ulun sebutkan tadi, terutama diri uln ini. Matikan dalam keadaan husnul khotimah ya Allah, dan ulun mohon masukkan kami semua didalam sorga firdaus engkau bighairi hisaaab, dan trhadap orang yg membenci dngan diri ulun, ini tlong turunkan/ brikan rahmat engkau terhadap mreka, biar mreka bisa juga mrasakan keni'matansorga engkau, dn biarkan ulun brsahabat dengan mreka dsurga nanti. Krna uln ridhooo trhadp mreka)”
Doa ini masih panjng padahal, yang ini saja sudah membuat hati saya bersangatan malu,stiap brhadapan dengan abah.Maka saya melihat lngsung bagaimana kondisi abah pada wktu brdoa itu, Waktu itu abah dalam keadaan sakit keras,. yang pada saat itu yang bikin saya terharu menitikkan airmata pda wktu itu, beliau sama Sekali tidak berdoa untuk kesembuhan diri bliau,sama sekali beliau tidak menghiraukan penyakit beliau dan berdoa untuk kesembuhan beliau.hanya mendoakan anak muridnya selamat dunia akirat. Ridho dan ikhlas serta kecintaan yang tulus kepada anak muridnya dan orang2 islam itulah yang mendasari Abah Guru mendoakan seperti itu
.
kata Habib Ahmad al ahdal anak angkat yang dibesarkan oleh Abah Guru Sekumpul
saya berani menjadi saksi di yaumil Akhir nanti tentang kejadian yang penah saya lihat dan saya alami ini. Menutup cerita beliau tentang sifat dan keistiqomahan Abah Guru Sekumpul…
kata Habib Ahmad al ahdal anak angkat yang dibesarkan oleh Abah Guru Sekumpul
saya berani menjadi saksi di yaumil Akhir nanti tentang kejadian yang penah saya lihat dan saya alami ini. Menutup cerita beliau tentang sifat dan keistiqomahan Abah Guru Sekumpul…
cerita ini ulun dapat langsung dari Anak angkat abah Guru Habib Ahmad al ahdal di sebuah grup pencinta abah guru sekumpul.
Pertemuan Abah Guru sekumpul dgn
Habib Abdullah Baroqbah (Wali Majdzub)
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=371814636242316&set=o.132208280240512&type=1&theater
Ketika acara selamatan di rumah H. Ahmad Marzuki , tiba-tiba datang seorang Habaib yang menumpang sebuah becak, perawakan tubuh agak pendek adalah Habib Abdullah Baroqbah yang Majdzub . Sampai beliau di pintu rumah, beliau menanyakan : “Adakah di sini yang bernama Muhammad Zaini?” Waktu itu Guru Zaini masih di kamar al-‘Alimul ‘Allamah Tuan Guru Syarwani Abdan, yang letaknya bersebelahan dari rumah H. Ahmad Marzuki. H. Ahmad Marzuki menyampaikan kepada al-‘Alimul ‘Allamah Tuan Guru Syarwani Abdan bahwa Habib Abdullah Baroqbah mencari Guru Zaini ingin bertemu. Sehingga oleh Guru Zaini bertanya kepada al-‘Alimul ‘Allamah Tuan Guru Syarwani Abdan “Kiapa ni ulun kak, beliau lain orang kita, beliau (majdzub), lamun kita (salik).”??? “Tamui aja ikam ding ai, kasian sidin jauh-jauh datang handak betamu lawan ikam.” jawab al-‘Alimul ‘Allamah Tuan Guru Syarwani Abdan dan mengizinkannya untuk menemui Habib Abdullah Baroqbah tersebut.
Setelah pertemuan, maka Habib Abdullah Baroqbah, berseru “Marhaban, Marhaban Ahlan Wa Sahlan, ana sudah tujuh tahun menunggu enta, dan ana sudah beberapa kali sampaikan kepada Malakal Maut untuk menunda kematian ana, dengan berdo’a Mudahan ana tidak dimatikan kecuali sesudah bertemu enta.” Kata beliau lagi “Enta min Auliya illah, Enta min Auliya illah, Enta min Auliya illah.”
Sebenarnya antara Habib Abdullah Baroqbah dan Guru Zaini tidak pernah saling bertemu, namun pertemuan mereka hanya di dalam mimpi. Sesudah pertemuan itu, Habib Abdullah Baroqbah pun meminta diri untuk pulang, tanpa mengikuti acara selamatan tersebut. Dan Guru Zaini juga kembali ke tempat Guru Bangil.
Sesampainya di hadapan Guru Bangil, Guru Zaini berkata “Nah tebuka am aurat ka ai.” Dijawab oleh Guru Bangil “Kada papa ding ai, inya kada ikam jua nang membuka, tapi angin…kada papa sahut al-‘Alimul ‘Allamah Tuan Guru Syarwani Abdan. Mereka kemudian menuju acara selamatan bersama-sama.
Adapun Habib Abdullah Baroqbah tidak berapa lama sesudah bertemu dengan Guru Zaini, beliau akhirnya wafat, kembali keharibaan Allah.
*****
Pada tahun ini perjalanan haji dari Indonesia ditempuh dengan jalur udara dan jalur laut. Namun, perjalanan dengan menggunakan kapal laut merupakan hal yang lebih banyak dipilih, ini selain alasan ekonomi juga dengan cara ini jika beruntung mereka dapat tinggal lebih lama di Makkah, karena kapal laut biasanya berlayar jauh hari sebelum musim haji tiba, berkisar 1 ½ bulan, sebab mempertimbangkan halangan-halangan yang mungkin timbul selama perjalanan. Dengan pertimbangan ini pulalah kemudian Guru Zaini memutuskan bahwa keberangkatannya akan ditempuh lewat jalur laut.
Pada tahun ini perjalanan haji dari Indonesia ditempuh dengan jalur udara dan jalur laut. Namun, perjalanan dengan menggunakan kapal laut merupakan hal yang lebih banyak dipilih, ini selain alasan ekonomi juga dengan cara ini jika beruntung mereka dapat tinggal lebih lama di Makkah, karena kapal laut biasanya berlayar jauh hari sebelum musim haji tiba, berkisar 1 ½ bulan, sebab mempertimbangkan halangan-halangan yang mungkin timbul selama perjalanan. Dengan pertimbangan ini pulalah kemudian Guru Zaini memutuskan bahwa keberangkatannya akan ditempuh lewat jalur laut.
Hari Rabu tanggal 22 Desember 1971 bertolaklah rombongan Guru Zaini dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan menggunakan kapal “Lehapre Abeto”. Keberangkatan yang dilepas dengan pandangan haru dari al-‘Alimul ‘Allamah Tuan Guru Syarwani Abdan beserta kerabatnya. Sebelumnya beliau juga telah menitip salam dan surat untuk Guru beliau Sayyid Muhammad Amin al-Kutbi al-Makki dan Habib Hasan Fad’aq.
Bulan telah memasuki musim penghujan namun hari itu langit terang, hanya terlihat beberapa awan tipis di angkasa yang menari-nari ditiup angin Desember. Dari dek pertama terlihat Guru Zaini melambaikan tangannya, wajah yang sumringah, yang terbayang di kalbunya hanyalah pertemuan dengan manusia yang selama ini selalu mengisi relung batinnya yang terdalam, yang namanya selalu ia ulang-ulang di kala jaga, yang selalu mengisi mimpi-mimpinya, manusia yang telah mengubah wajah dunia dengan ajaran rohaninya, Muhammad Sang Rasul, Kekasih Allah.
Moga dengan menceritakan para Aulia Allah kita mendapatkan Rahmat Allah SWT … Aamiin Allahumma Aamiin
Syekh Sekumpul datang melaksanakan haji
Menghibur para jama'ah pengajian
ziarah ke makam orang sholeh
saat di pengajian beliau
senyum mu ... wahai syekh
akan selalu kami ingat & kenang sepanjang masa
engkau selalu mengajarkan kepada kami ... murid2 mu
agar senantiasa bersyukur kepada Allah dalam keadaan apapun jua
(tahadduts bin ni'mah)
Wa Ammaa bini'mati Robbika Fahaddits
senyum manis sepanjang masa & dalam keadaan apapun
bukti senantiasa tafakkur ni'mat
(tahadduts bin ni'mah)
ketika di Rumah Sakit
bersama Habib Hasan Baharun - Ponpes Dalwa Bangil
Assalamu 'Alaika Ayyuhan Nabiyyu Warahmatullahi Wabarokatuh
Video Streaming Acara Akbar "Majelis Rasulullah"























.jpg)





























