Qasidah Munajat Al Imam Al Quthb Habib Abdullah Al Haddad

Qasidah Munajat Al Imam Al Quthb Habib Abdullah Al Haddad

Ya Rasulallah . . .

Tampilkan postingan dengan label Mu'zijat Rasulullah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mu'zijat Rasulullah. Tampilkan semua postingan
Gunung Uhud ... tanda kebesaran Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW bersabda ( tatkala beliau melihat ke arah gunung Uhud ) :
"Gunung ini mencintai kami dan kami pun mencintainya". ( shohih Bukhori )
Subhanallah...Bagaimana Rasulullah SAW tidak mencintainya, sedangkan gunung Uhud telah membawa namanya yang mulia.
 
Foto satelit telah mengungkap, bahwa bentuk gunung Uhud yg panjangnya hampir mencapai 7 km..
"Ternyata berbentuk seperti tulisan nama Nabi Muhammad SAW".
Shollu 'ala Nabiina
Macam2 Syafa'at Nabi Besar Muhammad SAW
"SYAFA'AH ROSUL ALLAH YAUM AL-QIYAAMAH"
------------------------------------------------------
1. SYAFA'ATUL UDZHMA :
Khusus bagi Nabi Muhammad Saw
2. SYAFA'AT QOUM :
Syafa'atnya Nabi Muhammad kepada kaum yang kebaikan dan keburukannya seimbang untuk masuk Surga.
3. SYAFA'ATUS SALAMAH :
Syafaatnya Nabi Muhammad kepada siapa yang sudah vonis masuk Neraka untuk tidak memasukinya.
4. SYAFA'ATU DAROJAH :
Syafa'atnya Nabi Muhammad untuk mengangkat derajat ahlul Jannah.
5. SYAFA'ATUL HISAB :
Syafa'atnya Nabi Muhammad kepada suatu kaum untuk masuk Jannah ( Surga ) tanpa hisab ( dihitung / ditimbang amalnya )
6. SYAFA'AT TASHILUL 'ADZAB :
Syafa'atnya Nabi Muhammad untuk meringankan adzab Neraka bagi siapa yang berhak mendapatkannya.
7. SYAFA'ATUL JAMI'I :
Syafa'atnya Nabi Muhammad kepada segenap kaum mu'minin agar di izinkan masuk Surga.
8. SYAFA'ATUL 'ULYA :
Syafa'atnya Nabi Muhammad kepada para pelaku dosa besar dari kalangan ummatnya yang masuk Neraka agar keluar darinya.
* Sumber Kitab : Syarh ( syarah ) Aqidah Thohawiyah - Ibnu Abil Iz Al-Hanafi.
ALLAHUMMA SHOLLI 'ALA SAYYIDINA WA MAULANA MUHAMMADIN WA 'ALA AALI SAYYIDINA MUHAMMAD SHOLALLAHU 'ALAIHI WA SALAM
100 KEUTAMAAN ROSULULLAH SAW
100 KEUTAMAAN ROSULULLAH SAW

Al-Imam Jakfar Shadiq RA berkata :
"Saya tidak ingin seseorang meninggal dunia sementara ia belum mengetahui sebagian perilaku Rasulullah Saw."
1. Ketika berjalan, beliau berjalan secara pelan-pelan dan wibawa.
2. Ketika berjalan, beliau tidak menyeret langkah kakinya.
3. Pandangan beliau selalu mengarah ke bawah.
4. Beliau senantiasa mengawali salam kepada siapa saja yang dilihatnya... tidak ada seorangpun yang mendahuluinya dalam mengucapkan salam.
5. Ketika menjabat tangan seseorang, beliau tidak pernah melepaskannya terlebih dahulu.
6. Beliau bergaul dengan masyarakat sedemikian rupa sehingga setiap orang berpikir bahwa dirinya adalah satu-satunya orang yang paling mulia di mata Rasulullah.
7. Bila memandang seseorang, beliau tidak memandang sinis bak pejabat pemerintah.
8. Beliau tidak pernah memelototi wajah seseorang.
9. Beliau senantiasa menggunakan tangan saat mengiyaratkan sesuatu dan tidak pernah mengisyaratkan dengan mata atau alis.
10. Beliau lebih banyak diam dan baru akan berbicara bila perlu.
11. Saat bercakap-cakap dengan seseorang, beliau mendengarkan dengan baik.
12. Senantiasa menghadap kepada orang yang berbicara dengannya.
13. Tidak pernah berdiri terlebih dahulu selama orang yang duduk bersamanya tidak ingin berdiri.
14. Tidak akan duduk dan berdiri dalam sebuah pertemuan melainkan dengan mengingat Allah.
15. Ketika masuk ke dalam sebuah pertemuan, beliau senantiasa duduk di tempat yang akhir dan dekat pintu, bukan di bagian depan.
16. Tidak menentukan satu tempat khusus untuk dirinya dan bahkan melarangnya.
17. Tidak pernah bersandar saat di hadapan masyarakat.
18. Kebanyakan duduknya menghadap kiblat.
19. Bila di hadapannya terjadi sesuatu yang tidak disukainya, beliau senantiasa mengabaikannya.
20. Bila seseorang melakukan kesalahan, beliau tidak pernah menyampaikannya kepada orang lain.
21. Tidak pernah mencela seseorang yang mengalami kesalahan bicara.
22. Tidak pernah berdebat dan berselisih dengan siapapun.
23. Tidak pernah memotong pembicaraan orang lain kecuali bila orang tersebut bicara sia-sia dan batil.
24. Senantiasa mengulang-ulangan jawabanya atas sebuah pertanyaan agar jawabannya tidak membingungkan pendengarnya.
25. Bila mendengar ucapan yang tidak baik dari seseorang, beliau tidak mengatakan mengapa si fulan berkata demikian, tapi beliau mengatakan, bagaimana mungkin sebagian orang mengatakan demikian?"
26. Banyak bergaul dengan fakir miskin dan makan bersama mereka.
27. Menerima undangan para abdi dan budak.
28. Senantiasa menerima hadiah, meski hanya seteguk susu.
29. Melakukan silaturahmi lebih dari yang lain.
30. Senantiasa berbuat baik kepada keluarganya tapi tidak melebihkan mereka dari yang lain.
31. Senantiasa memuji dan mendukung pekerjaan yang baik dan menilai buruk dan melarang perbuatan yang jelek.
32. Senantiasa menyampaikan hal-hal yang menyebabkan kebaikan agama dan dunia masyarakat kepada mereka dan berkali-kali mengatakan, "Orang-orang yang hadir hendaknya menyampaikan segala yang didengarnya kepada orang-orang yang tidak hadir."
33. Senantiasa menerima uzur orang-orang yang punya uzur.
34. Tidak pernah merendahkan seseorang.
35. Tidak pernah memaki atau memanggil seseorang dengan gelar yang jelek.
36. Tidak pernah mengutuk orang-orang sekitar dan familinya.
37. Tidak pernah mencari-cari aib orang lain.
38. Senantiasa menghindari kejahatan masyarakat, namun tidak pernah menghidar dari mereka dan beliau selalu bersikap baik kepada semua orang.
39. Tidak pernah mencaci masyarakat dan tidak banyak memuji mereka.
40. Senantiasa bersabar menghadapi kekurangajaran orang lain dan membalas kejelekan mereka dengan kebaikan.
41. Selalu menjenguk orang yang sakit, meski tempat tinggalnya dipinggiran Madinah yang sangat jauh.
42. Senantiasa menanyakan kabar dan keadaan para sahabatnya.
43. Senantiasa memanggil nama sahabat-sahabatnya dengan panggilan yang terbaik.
44. Sering bermusyawarah dengan para sahabatnya dan menekankan untuk melakukannya.
45. Senantiasa duduk melingkar bersama para sahabatnya, sehingga bila ada orang yang baru datang, ia tidak bisa membedakan di antara mereka yang manakah Rasulullah.
46. Akrab dan dekat dengan para sahabatnya.
47. Beliau adalah orang yang paling setia dalam menepati janji.
48. Senantiasa memberikan sesuatu kepada fakir miskin dengan tangannya sendiri dan tidak pernah mewakilkannya kepada orang lain.
49. Bila sedang dalam shalat ada orang datang, beliau memendekkan shalatnya.
50. Bila sedang shalat ada anak kecil menangis, beliau memendekkan shalatnya.

51. Orang yang paling mulia di sisi beliau adalah orang yang paling banyak berbuat baik kepada orang lain.
52. Tidak ada seorangpun yang putus asa dari Rasulullah Saw. Beliau selalu mengatakan, "Sampaikan kebutuhan orang yang tidak bisa menyampaikan kebutuhannya kepada saya!"
53. Bila ada seseorang membutuhkan sesuatu kepada beliau, Rasulullah Saw pasti memenuhinya bila mampu, namun bila tidak mampu beliau menjawabnya dengan ucapan atau janji yang baik.
54. Tidak pernah menolak permintaan seseorang, kecuali permintaan untuk maksiat.
55. Beliau sangat menghormati orang tua dan menyayangi anak-anak.
56. Rasulullah Saw sangat menjaga perasaan orang-orang asing.
57. Beliau selalu menarik perhatian orang-orang jahat dan membuat mereka cenderung kepadanya dengan cara berbuat baik kepada mereka.
58. Beliau senantiasa tersenyum sementara pada saat yang sama beliau sangat takut kepada Allah.
59. Saat gembira, Rasulullah Saw memejamkan kedua matanya dan tidak banyak menunjukkan kegembiraannya.
60. Tertawanya kebanyakan berupa senyuman dan tidak pernah tertawa terbahak-bahak.
61. Beliau banyak bercanda namun tidak pernah mengeluarkan ucapan sia-sia atau batil karena bercanda.
62. Rasulullah Saw mengubah nama yang jelek dengan nama yang baik.
63. Kesabarannya mendahului kemarahannya.
64. Tidak sedih dan marah karena kehilangan dunia.
65. Saat marah karena Allah, tidak seoranpun yang akan mengenalnya.
66. Rasulullah Saw tidak pernah membalas dendam karena dirinya sendiri melainkan bila kebenaran terinjak-injak.
67. Tidak ada sifat yang paling dibenci oleh Rasulullah selain bohong.
68. Dalam kondisi senang atau susah tidak lain hanya menyebut nama Allah.
69. Beliau tidak pernah menyimpan Dirham maupun Dinar.
70. Dalam hal makanan dan pakaian tidak melebihi yang dimiliki oleh para pembantunya.
71. Duduk dan makan di atas tanah.
72. Tidur di atas tanah.
73. Menjahit sendiri pakaian dan sandalnya.
74. Memerah susu dan mengikat sendiri kaki ontanya.
75. Kendaraan apa saja yang siap untuknya, Rasulullah pasti mengendarainya dan tidak ada beda baginya.
76. Kemana saja pergi, beliau selalu beralaskan abanya sendiri.
77. Baju beliau lebih banyak berwarna putih.
78. Bila memakai baju baru, maka baju sebelumny pasti diberikan kepada fakir miskin.
79. Baju kebesarannya khusus dipakai untuk hari Jumat.
80. Ketika memakai baju dan sandal, beliau memulainya dari sebelah kanan.
81. Beliau menilai makruh rambut yang awut-awutan.
82. Senantiasa berbau harum dan kebanyakan pengeluarannya untuk minyak wangi.
83. Senantiasa dalam kondisi memiliki wudu dan setiap mengambil wudu pasti menyikat giginya.
84. Cahaya mata beliau adalah shalat. Beliau merasa menemukan ketenangan dan ketentraman saat shalat.
85. Beliau senantiasa berpuasa pada tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan.
86. Tidak pernah mencaci nikmat sama sekali.
87. Menganggap besar nikmat Allah yang sedikit.
88. Tidak pernah memuji makanan dan tidak juga mencelanya.
89. Memakan makanan apa saja yang dihidangkan kepadanya.
90. Di depan hidangan makanan beliau senantiasa makan makanan yang ada di depannya.
91. Di depan hidangan makanan, beliau yang paling duluan hadir dan paling akhir meninggalkannya.
92. Tidak akan makan sebelum lapar dan akan berhenti dari makan sebelum kenyang.
93. Tidak pernah makan dua model makanan.
94. Ketika makan tidak pernah sendawa.
95. Sebisa mungkin beliau tidak makan sendirian.
96. Mencuci kedua tangan setelah selesai makan kemudian mengusapkannya ke wajah.
97. Ketika minum, beliau meneguknya sebanyak 3 kali. Awalnya baca Bismillah dan akhirnya baca Alhamdulillah.
98. Rasulullah lebih memiliki rasa malu daripada gadis-gadis pingitan.
99. Bila ingin masuk rumah, beliau meminta izin sampai tiga kali.
100. Waktu di dalam rumah, beliau bagi menjadi tiga bagian : satu bagian untuk Allah, satu bagian untuk keluarga dan satu bagian lagi untuk dirinya sendiri. Sedangkan waktu untuk dirinya sendiri beliau bagi dengan masyarakat.
Sahabat Nabi Muhammad S.A.W yang masih hidup


Pohon Sahabi yang menjadi saksi bisu pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan Biarawan Kristen bernama Bahira. Telah ditemukan kembali oleh Pangeran Ghazi bin Muhammad dan otoritas pemerintah Yordania. ketika memeriksa arsip negara di Royal Archives.
Mereka menemukan referensi dari teks-teks kuno yang menyebutkan bahwa Pohon Sahabi Berada di wilayah padang pasir diutara Yordania.
Setelah 1400 tahun berlalu, pohon ini ditemukan masih hidup dan tetap tumbuh kokoh di tengah ganasnya gurun Yordania

bersama beberapa ulama terkenal termasuk Syekh Ahmad Hassoun, Mufti Besar Suriah, Pangeran Ghazi. Mengadakan pengamatan dan ternyata benar pohon tua itulah yang disebutkan dalam catatan biarawan Bahira.
Kini Pohon tersebut dilestarikan oleh pemerintah Yordania dan dipantau secara rutin keberadaannya.

Keberadaan pohon ini memang cukup unik dan dinilai tidak cocok tumbuh dilingkungan sekitarnya.
Pasalnya lingkungan sekitar pohon itu, merupakan tanah kering dan sangat gersang, sementara pohon Sahabi menjadi satu-satunya pohon yang tumbuh subur dengan daun yang rimbun.

Kondisi ini menentang kegersangan dan ketiadaan warna dari lingkungan di sekitar pohon. Meskipun kekuatan matahari ditengah gurun sangat terik, namun akan terasa teduh ketika berada di bawah pohon ini.

Tiga manuskrip kuno yang ditulis oleh Ibn Hisham, Ibn Sa'd al-Baghdadi, dan Muhammad Ibn Jarir al-Tabari menceritakan tentang kisah Bahira yang bertemu dengan bocah kecil calon rasul terakhir.

Saat itu Muhammad baru berusia 9 atau 12 tahun. Ia menyertai pamannya Abu Thalib dalam perjalanan untuk berdagang ke Suriah.

Pada suatu hari, Biarawan Bahira mendapat firasat, kalau ia akan bertemu dengan sang nabi terakhir.. tiba tiba ia melihat rombongan kafilah pedagang Arab, dan melihat pemuda kecil yang memiliki ciri-ciri sesuai yang digambarkan dalam kitabnya.

kemudian Bahira mengundang kafilah tersebut dalam sebuah perjamuan.
Semua anggota kafilah menghadiri kecuali anak yang Ia tunggu-tunggu. Ternyata. Muhammad kecil sedang menunggu di bawah pohon untuk menjaga unta-unta.

Bahira keluar mencarinya dan ia sangat takjub menyaksikan cabang2 pohon Sahabi merunduk melindungi sang pemuda dari terik Matahari. Dan segumpal awan pun ikut memayungi ke manapun IA pergi.
Bahira pun meminta agar bocah kecil tersebut diajak serta berteduh dan bersantap dalam perjamuan.
Dia pun segera meneliti dan menanyai pemuda kecil ini. dan menyimpulkan bahwa Dia adalah utusan terakhir yang dijelaskan dalam Alkitab.
Bahira pun meyakinkan paman anak itu yakni Abu Thalib untuk kembali ke Makkah, karena orang-orang Yahudi tengah mencari Muhammad SAW untuk membunuhnya .

Setelah berselang 1400 tahun kemudian, pohon yang pernah meneduhi Muhammad itu masih berdiri tegak, menjadi satu-satunya pohon yang berhasil hidup di tengah padang pasir gersang.
Pohon ini secara ajaib diawetkan oleh Allah untuk waktu yang panjang. Namun siapapun masih bisa menyentuh dan berlindung di bawah cabangnya yang senantiasa rimbun.

STORY FROM JORDAN

“Ya Allah, limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan Nabi Besar Muhammad, sang cahaya-Mu yang selalu bersinar dan pemberian-Mu yang tak kunjung putus, dan kumpulkanlah aku dengan Rasulullah di setiap zaman, serta shalawat untuk keluarganya dan sahabatnya, wahai Sang Cahaya.”
Mu'zijat-5

Hal Ghaib Dan Ramalan
1.          Mengetahui siksa kubur dua orang dalam makam yang dilewatinya karena dua orang tersebut selalu shalat dalam keadaan kotor karena kencingnya selalu mengenai pakaian shalat.
2.          Mengetahui ada seorang Yahudi yang sedang disiksa dalam kuburnya.
3.          Meramalkan seorang istrinya ada yang akan menunggangi unta merah, dan disekitarnya ada banyak anjing yang menggonggong dan orang tewas. Hal itu terbukti pada Aisyah pada saat Perang Jamal di wilayah Hawwab yang mengalami kejadian yang diramalkan Rasulullah SAW.
4.          Meramalkan istrinya yang paling rajin bersedekah akan meninggal tidak lama setelahnya dan terbukti dengan meninggalnya Zainab yang dikenal rajin bersedekah tidak lama setelah kematian Rasulullah SAW.
5.          Meramalkan Abdullah bin Abbas akan menjadi “bapak para khalifah” yang terbukti pada keturunan Abdullah bin Abbas yang menjadi raja-raja kekhalifahan Abbasiyah selama 500 tahun.
6.          Meramalkan umatnya akan terpecah belah menjadi 73 golongan.

Mukjizat Terbesar
7.          Membelah bulan dua kali untuk membuktikan kenabiannya pada penduduk Mekkah.
8.          Isra ke Masjidil Aqsa dari Masjidil Haram lalu Mi’raj ke Sidratul Muntaha dari Baitul Maqdis tidak sampai satu malam pada tanggal 27 Rajab tahun 11 Hijriah.
9.          Menerima Al-Qur’an sebagai Firman Tuhan terakhir padahal ia seorang yang buta huruf

Maaf jika ada yang salah.
Wassalam
Dari:
Mu'zijat-4

Makanan Dan Minuman
1.          Makanan yang di makan oleh Rasulullah SAW mengagungkan Nama Allah.
2.          Makanan sedikit yang bisa dimakan sebanyak 800 orang pada Perang Khandaq.
3.          Roti sedikit cukup untuk orang banyak.
4.          Sepotong hati kambing cukup untuk 130 orang.
5.          Makanan yang dimakan tidak berkurang justru bertambah tiga kali lipat.
6.          Menjadikan beras merah sebanyak setengah kwintal yang diberikan kepada orang Badui Arab tetap utuh tidak berkurang selama berhari-hari.
7.          Menjadikan minyak samin Ummu Malik tetap utuh tidak berkurang walau telah diberikan kepada Rasulullah SAW.
8.          Air memancar dari sela-sela jari. Kemudian air itu untuk berwudhu 300 orang sahabat hanya dengan semangkuk air.
9.          Susu dan kencing unta bisa menyembuhkan penyakit atas ijin Allah.

Mendo’akan Dan Menyembuhkan
10.      Menyembuhkan betis Ibnu Al-Hakam yang terputus pada Perang Badar, kemudian Rasulullah SAW meniupnya, lalu sembuh seketika tanpa meresakan sakit sedikit pun.
11.      Mata Qatadah terluka pada Perang Uhud, sehingga jatuh dari kelopaknya, kemudian oleh Rasulullah SAW mata tersebut dimasukkan kembali dan menjadi lebih indah dari sebelumnya.
12.      Mendo’akan untuk menumbuhkan gigi salah seorang sahabatnya bernama Sabiqah yang rontok sewaktu perang.
13.      Mendo’akan Anas bin Malik dengan banyak harta dan anak.
14.      Menyembuhkan daya ingat Abu Hurairah yang pelupa.
15.      Menyembuhkan penyakit mata Ali bin Abi Thalib saat pemilihan pembawa bendera pemimpin dalam perang Khaibar.
16.      Menyembuhkan luka gigitan ular yang diderita Abu Bakar dengan ludahnya saat bersembunyi di Gua Tsur dari pengejaran penduduk Mekah.
17.      Menyembuhkan tangan wanita yang lumpuh dengan tongkatnya.
18.      Menyambung tangan Badui yang putus yang dipotongnya sendiri setelah menampar Rasulullah SAW.
19.      Mendoakan supaya Kerajaan Kisra hancur, kemudian do’a tersebut dikabulkan.
20.   Mendoakan Ibnu Abbas menjadi orang yang faqih dalam agama Islam.
Mu'zijat-3

Binatang, Tumbuhan, Alam Dan Benda Mati
1.          Seekor srigala berbicara kepada Rasulullah SAW.
2.          Berbicara dengan unta yang lari dari pemiliknya yang menyebabkan masyarakatnya meninggalkan shalat Isya’.
 3.       Berbicara dengan unta pembawa hadiah raja Habib bin Malik untuk membuktikan bahwa hadiah tersebut bukan untuk Abu Jahal melainkan untuk Rasulullah SAW.
4.          Mengusap kantung susu seekor kambing untuk mengeluarkan susunya yang telah habis.
5.          Dua Sahabat Nabi saw dibimbing oleh cahaya.
6.          Mimbar menangis setelah mendengar bacaan ayat-ayat Allah.
7.          Pohon kurma dapat berbuah dengan seketika.
8.          Batang pohon kurma meratap kepada Rasulullah SAW.
9.          Pohon menjadi saksi dan dibuat berbicara kepada Rasulullah SAW.
10.      Berhala-berhala runtuh dengan hanya ditunjuk oleh Rasulullah SAW.
11.      Mendatangkan hujan dan meredakan banjir saat musim kemarau tahun 6 Hijriah di Madinah yang saat itu mengalami kekeringan.
12.      Berbicara dengan gunung untuk mengelurkan air bagi Uqa’il bin Abi Thalib yang kehausan.
13.      Berbicara dengan gilingan tepung Fatimah yang takut dijadikan batu-batu neraka.
14.      Merubah emas hadiah raja Habib bin Malik menjadi pasir di gunung Abi Qubaisy.
15.      Memerintahkan gilingan tepung untuk berputar dengan sendirinya.
16.  Tubuh Rasulullah SAW memancarkan petir ketika hendak di bunuh oleh Syaibah bin ‘Utsman pada Perang Hunain.
Mu'zijat-2

Kharisma
1.          Tatapan mata yang menggetarkan Ghaurats bin Harits, yaitu seorang musuh yang sedang menghunus pedang kearah leher Rasulullah SAW.
2.          Menjadikan tangan Abu Jahal kaku.
3.          Jin yang bernama Muhayr bin Habbar membantu dakwah Rasulullah SAW, kemudian jin itu diganti namanya menjadi Abdullah bin Abhar.

Menghilang Dan Menidurkan Musuh
4.          Menghilang saat akan dibunuh oleh utusan Amr bin at-Thufail dan Ibad bin Qays utusan dari Bani Amr pada tahun 9 Hijriah atau Tahun Utusan.
5.          Menghilang saat akan dilempari batu oleh Ummu Jamil, bibi Rasulullah SAW ketika ia duduk di sekitar Ka’bah dengan Abu Bakar.
6.          Menghilang saat akan dibunuh Abu Jahal dimana saat itu ia sedang shalat.
7.          Menidurkan 10 pemuda Mekkah yang berencana membunuhnya dengan taburan pasir.
Mu'zijat-1

Mukjizat Rasulullah SAW adalah kemampuan luar biasa yang dimiliki nabi Muhammad SAW untuk membuktikan kenabiannya. Dalam Islam, mukjizat terbesar Rasulullah SAW adalah Al-Qur’an. Selain itu, Rasulullah SAW juga diyakini pernah membelah bulan pada masa penyebaran Islam di Mekkah dan melakukan Isra dan Mi’raj tidak sampai satu hari.

Kemampuan lain yang dimiliki Rasulullah SAW adalah kecerdasannya mengenai ilmu ketuhanan. Hal ini tidak sebanding dengan dirinya yang ummi atau buta huruf. Walau begitu, umat Islam meyakini bahwa setiap hal dalam kehidupan Rasulullah SAW adalah mukjizat. Hal itu terbukti dari banyaknya kumpulan hadits yang diceritakan para sahabat mengenai berbagai mukjizat Rasulullah SAW. Berikut ini adalah 63 mukjizat yang dimiliki Nabi Muhammad SAW :

Masa Kecil Rasulullah SAW
1.          Sayyidatina Aminah binti Wahab, ibu Rasulullah SAW pada saat mengandung Rasulullah SAW tidak pernah merasa lelah seperti wanita pada umumnya.
2.          Saat melahirkan Rasulullah SAW, Sayyidatina Aminah binti Wahab tidak merasa sakit seperti wanita sewajarnya.
3.          Rasulullah SAW dilahirkan dalam keadaan sudah berkhitan.
4.          Pada usia 5 bulan ia sudah pandai berjalan, usia 9 bulan ia sudah mampu
berbicara dan pada usia 2 tahun ia sudah bisa dilepas bersama anak-anak Halimah yang lain untuk menggembala kambing.
5.          Halimah binti Abi-Dhua’ib, ibu susuan Rasulullah SAW dapat menyusui kembali setelah sebelumnya ia dinyatakan telah kering susunya. Halimah dan suaminya pada awalnya menolak Rasulullah SAW karena yatim. Namun, karena alasan ia tidak ingin dicemooh Bani Sa’d, ia menerima Rasulullah SAW. Selama dengan Halimah, Rasulullah SAW hidup nomaden bersama Bani Sa’d di gurun Arab selama empat tahun.
6.          Abdul Muthalib, kakek Rasulullah SAW menuturkan bahwa berhala yang ada di Ka’bah tiba-tiba terjatuh dalam keadaan bersujud saat kelahiran Rasulullah SAW. Ia juga menuturkan bahwa ia mendengar dinding Ka’bah berbicara, “Nabi yang dipilih telah lahir, yang akan menghancurkan orang-orang kafir, dan membersihkan dariku dari beberapa patung berhala ini, kemudian memerintahkan untuknya kepada Zat Yang Merajai Seluruh Alam Ini.”
7.          Dikisahkan saat Rasulullah SAW berusia empat tahun, ia pernah dibedah perutnya oleh dua orang berbaju putih yang terakhir diketahui sebagai malaikat. Peristiwa itu
terjadi di ketika Rasulullah SAW sedang bermain dengan anak-anak Bani Sa’d dari suku Badui. Setelah kejadian itu, Rasulullah SAW dikembalikan oleh Halimah kepada Aminah.
Sirah Nabawiyyah, memberikan gambaran detai bahwa kedua orang itu, “membelah dadanya, mengambil jantungnya, dan membukanya untuk mengelurkan darah kotor darinya. Lalu mereka mencuci jantung dan dadanya dengan salju.” Peristiwa seperti itu juga terulang 50 tahun kemudian saat Rasulullah SAW diisra’kan ke Yerusalem lalu ke Sidratul Muntaha dari Mekkah.
8.          Dikisahkan pula pada masa kecil Rasulullah SAW, ia telah dibimbing oleh Allah. Hal itu mulai tampak setelah ibu dan kakeknya meninggal. Dikisahkan bahwa Rasulullah SAW pernah diajak untuk menghadiri pesta dalam tradisi Jahiliyah, namun dalam perjalanan ke pesta ia merasa lelah dan tidur di jalan sehingga ia tidak mengikuti pesta tersebut.
9.        Pendeta Bahira menuturkan bahwa ia melihat tanda-tanda kenabian pada diri Rasulullah SAW. Rasulullah SAW saat itu berusia 12 tahun sedang beristirahat di wilayah Bushra dari perjalannya untuk berdagang bersama Abu Thalib ke Syiria. Pendeta Bahira menceritakan bahwa kedatangan Rasulullah SAW saat itu diiringi dengan gumpalan awan yang menutupinya dari cahaya matahari. Ia juga sempat berdialog dengan Rasulullah SAW dan menyaksikan adanya sebuah “stempel kenabian” (tanda kenabian) di kulit punggungnya.
10.      Mukjizat lain adalah Rasulullah SAW pernah memperpendek perjalanan. Kisah ini terjadi saat pulang dari Syiria. Rasulullah SAW diperintahkan Maisarah membawakan suratnya kepada Khadijah saat perjalanan masih 7 hari dari Mekkah. Namun, Rasulullah SAW sudah sampai di rumah Khadijah tidak sampai satu hari. Dalam kitab as-Sab’iyyatun fi Mawadhil Bariyyat, Allah memerintahkan pada malaikat Jibril, Mikail, dan mendung untuk membantu Rasulullah SAW. Jibril diperintahkan untuk melipat tanah yang dilalui unta Rasulullah SAW dan menjaga sisi kanannya sedangkan Mikail diperintahkan menjaga di sisi kirinya dan mendung diperintahkan menaungi Rasulullah SAW.
Bulan Terbelah

Ada kisah yang ditulis dalam Durrotun Noshinin,

Di zaman Jahilliyah hiduplah raja bernama Habib bin Malik di Syam, Dia penyembah berhala yang fanatik dan menentang serta membenci agama yang didakwahkan Rasulullah saw.

Suatu hari Abu Jahal menyurati Raja Habib bin Malik perihal Rasulullah.

Surat itu membuatnya penasaran dan ingin bertemu dengan Rasulullah dan membalas surat itu Ia akan berkunjung ke Mekah.

Pada hari yang telah ditentukan berangkatlah Ia dengan 10.000 orang ke Mekah. Sampai di Desa Abtah, dekat Mekah, Ia mengirim utusan untuk memberitahu Abu Jahal bahwa Dia telah tiba di perbatasan Mekah. Maka disambutlah Raja Habib oleh Abu Jahal dan pembesar Quraisy.

"Seperti apa sih Muhammad itu?" tanya Raja Habib setelah bertemu dengan Abu Jahal.
"Sebaiknya Tuan tanyakan kepada Bani Haasyim," jawab Abu Jahal.
Lalu Raja Habib menanyakan kepada Bani Hasyim.

"Di masa kecilnya, Muhammad adalah anak yang bisa di percaya, jujur, dan baik budi. Tapi, sejak berusia 40 tahun, Ia mulai menyebarkan agama baru, menghina dan menyepelekan tuhan-tuhan kami. Ia menyebarkan agama yang bertentangan dengan agama warisan nenek moyang kami," jawab salah seorang keluarga Bani Hasyim.

Raja Habib memerintahkan untuk menjemput Rasulullah dan menyuruh untuk memaksa bila Ia tidak mau datang.

Dengan menggunakan jubah merah dan sorban hitam, Rasulullah saw datang bersama Abu Bakar As Siddiq dan Khadijah. Sepanjang jalan Khadijah menangis karena khawatir akan keselamatan suaminya, demikian pula Abu Bakar. "Kalian jangan takut, kita serahkan semua urusan kepada Allah swt," Kata Rasulullah saw.

Sampai di Desa Abthah, Rasulullah saw di sambut dengan ramah dan dipersilahkan duduk di kursi yang terbuat dari emas. Ketika Rasulullah saw duduk di kursi tersebut, memancarlah cahaya kemilau dari wajahnya yang berwibawa, sehingga yang menyaksikannya tertegun dan kagum

Maka berkata Raja Habib,"Wahai Muhammad setiap Nabi memiliki mukjizat, mukjizat apa yang Engkau miliki?"

Dengan tenang Rasulullah balik bertanya, "Mukjizat apa yang Tuan kehendaki?"
"Aku menghendaki matahari yang tengah bersinar engkau tenggelamkan, kemudian munculkanlah bulan. Lalu turunkanlah bulan ke tanganmu, belah menjadi dua bagian, dan masukkan masing-masing ke lengan bajumu sebelah kiri dan kanan.
Kemudian keluarkan lagi dan satukan lagi. Lalu suruhlah bulan mengakui engkau adalah Rasul. Setelah itu kembalikan bulan itu ke tempatnya semula.

Jika engkau dapat melakukannya, aku akan beriman kepadamu dan mengakui kenabianmu," Kata Raja Habib.

Mendengar itu Abu Jahal sangat gembira, pasti Rasulullah tidak dapat melakukannya.

Dengan tegas dan yakin Rasulullah saw menjawab, "Aku penuhi permintaan Tuan."
Kemudian Rasulullah saw berjalan ke arah Gunung Abi Qubaisy (Jabal Qubaisy) dan shalat dua rakaat. Usai shalat, Beliau berdoa dengan menengadahkan tangan tinggi-tinggi, agar permintaan Raja Habib terpenuhi. Seketika itu juga tanpa diketahui oleh siapapun juga turunlah 12.000 malaikat.

Maka berkatalah malaikat,"Wahai Rasulullah, Allah menyampaikan salam kepadamu. Allah berfirman,'Wahai kekasih-Ku, janganlah engkau takut dan ragu. Sesunguhnya Aku senantiasa bersamamu. Aku telah menetapkan keputusan-Ku sejak Zaman Azali.' Tentang permintaan Habib bin Malik, pergilah engkau kepadanya untuk membuktikan kerasulanmu. Sesungguhnya Allah yang menjalankan matahari dan bulan serta mengganti siang dengan malam.

Sesungguhnya Habib bin Malik mempunyai seorang putri cacat, tidak punya kaki dan tangan serta buta. Sampaikanlah kepada Habib bin Malik bahwa Allah akan mengembalikan kedua tangan, kaki dan mata anaknya, sehingga ia bisa berjalan, meraba dan melihat.

Bias cahaya kenabian yang memantul dari wajahnya semakin bersinar. Lalu bergegaslah Rasulullah turun menjumpai Habib bin Malik, sementara Jibril dan para malaikat berbaris bershof-shof diangkasa. Hingga Nabi SAW berhenti di Maqom Ibrahim, waktu itu matahari telah beranjak senja. Matahari hampir tenggelam, sehingga suasananya remang-remang.. Tak lama kemudian Rasulullah saw berdoa agar bulan segera terbit. Maka terbitlah bulan dengan sinar yang benderang.

Lalu dengan dua jari Rasulullah mengisyaratkan agar bulan itu turun kepadanya. Tiba-tiba suasana jadi amat menegangkan ketika terdengar suara gemuruh yang dahsyat. Segumpal awan mengiringi turunnya bulan ke tangan Rasulullah. Segera setelah itu Beliau membelahnya menjadi dua bagian, lalu Beliau masukkan ke lengan baju kanan dan kiri.

Tidak lama kemudian, Beliau mengeluarkan potongan bulan itu dan menyatukannya kembali. Dengan sangat takjub orang-orang menyaksikan Rasulullah saw menggengam bulan yang bersinar dengan indah dan cemerlang. Bersamaan dengan itu bulan mengeluarkan suara, "Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh."

Menyaksikan keajaiban itu, pikiran dan perasaan semua yang hadir terguncag.
Sungguh, ini bukan mimpi, melainkan sebuah kejadian yang nyata! Sebuah mukjizat luar biasa hebat yang disaksikan sendiri oleh Raja Habib bin Malik.

Ia menyadari, itu tak mungkin terjadi pada manusia biasa, meski ia lihai dalam ilmu sihir sekalipun!

Namun, hati Raja Habib masih beku. Maka ia pun berkata, "Aku masih mempunyai syarat lagi untuk mengujimu."

Belum lagi Raja Habib sempat melanjutkan ucapannya, Rasulullah memotong pembicaraan,"Sesungguhnya engkau mempunyai putri yang cacat tidak punya tangan, kaki dan buta matanya. Sekarang, Allah telah menyembuhkannya dan menjadikannya seorang putri yang sempurna."

Mendengar itu, betapa gembiranya hati Raja Habib.
Spontan ia pun berdiri dan berseru,"Hai penduduk Mekah! Kalian yang telah beriman jangan kembali kafir, karena tidak ada lagi yang perlu diragukan. Ketahuilah, sesungguhnya aku bersaksi, tiada Tuhan selain Allah dan tiada sekutu baginya; dan aku bersaksi sesungguhnya Muhammad adalah Utusan dan hamba-Nya!"

Melihat semua itu Abu Jahal jengkel dan marah, dengan emosi berkata kepada Raja Habib,"Wahai! Raja Habib engkau beriman kepada tukang sihir ini, hanya karena menyaksikan kehebatan sihirnya?" Namun Raja Habib tidak menghiraukannya dan berkemas untuk pulang.

Sampai di pintu gerbang istana, putrinya yang sudah sempurna, menyambutnya. sambil mengucapkan dua kalimat sahadat. Tentu saja Raja Habib terkejut. "Wahai putriku, darimana kamu mengetahui ucapan itu?
Siapa yang mengajarimu?"

"Aku bermimpi didatangi seorang lelaki tampan rupawan yang memberi tahu ayah telah memeluk Islam. Dia juga berkata, jika aku menjadi muslimah, anggota tubuhku akan lengkap. Tentu saja aku mau, kemudian aku mengucapkan dua kalimat sahadat," jawab sang putri. Maka seketika itu juga Raja Habib pun bersujudlah sebagai tanda syukur kepada Allah swt.

Setelah itu raja Habib mengumpulkan emas, perak dan kain lalu dinaikkan atas lima ekor unta berserta dengan beberapa orang hamba untuk dikirimkan kepada Rasulullah SAW.

Ketika rombongan yang membawa segala hadiah dari raja Habib itu sampai dekat kota Makkah, tiba-tiba muncul Abu Jahal bersama pengikutnya lalu berkata: "Kamu semua milik siapa?"

Berkata rombongan itu:
"Kami semua ini milik raja Habib bin Malik dan kami hendak pergi pada Rasullulah SAW."

Abu Jahal mendengar jawaban dari rombongan itu maka dia coba merampas semua barang-barang yang bawa oleh rombongan itu, oleh karena rombongan itu enggan menyerahkan barang-barang tersebut maka terjadilah perkelahian antara kedua belah pihak. Mengatahui adanya keributan diantara kedua belah pihak maka berkumpullah penduduk kota Makkah dan datang bersama mereka termasuk Paman Nabi SAW dan Rasulullah SAW.

Mereka berkata, "kami utusan Raja Habib Bin Mail, Kesemua barang yang kami bawa ini adalah milik raja Habib, dan raja Habib berhajat untuk menghadiahkan kesemua barang ini kepada Rasulullah SAW."

Abu Jahal berkata:
"Tidak, Sesungguhnya raja Habib menghadiahkan kesemua harang ini kepada saya."
Lalu Rasulullah SAW bersabda: "Wahai penduduk Makkah, adakah kamu semua percaya kepadaku?"

Berkata penduduk Makkah:
"Ya."
Bersabda Rasulullah SAW:
"Biarlah unta-unta ini yang memberikan keputusannya, untuk siapakah sebenarnya harta ini.

Berkata Abu Jahal:
"Kita tentukan perkara ini esok pagi."

Setelah mendapat persetujuan dari Rasulullah SAW untuk ditunda pada esok hari maka Abu Jahal pun balik dan terus pergi kepada berhala-berhala yang disembahnya, dia pun memberi beberapa korban kepada berhala-berhala mereka dan memohon pertolongan pada berhala mereka sehingga pagi.

Apabila waktu yang dijanji telah tiba maka ramailah penduduk kota Makkah datang untuk melihat keputusan pengadilan. Rasulullah SAW datang bersama pamannya dan Abu Jahal bersama pengikutnya. kemudian Abu Jahal menuju unta-unta itu dan dia pun terus mengelilingi unta itu dengan berkata: "Berkatalah unta-unta semua atas nama Lata, Uzza dan Manata." Setelah Abu Jahal berkata demikian sekian lama sehingga matahari telah tinggi, namum unta-unta itu tidak berkata apa-apa.

Maka berkata penduduk kota Makkah: "Wahai Abu Jahal, cukuplah apa yang kamu buat itu, sekarang giliran Muhamad pula untuk melakukannya." Rasulullah SAW pun menghampiri unta-unta tersebut dengan berkata: "Wahai unta makhluk Allah, demi ciptaan Allah berkatalah kamu dengan kekuasaan Allah."

Setelah Rasulullah SAW berkata demikian maka bangunlah salah satu dari lima ekor unta lalu berkata: "Wahai ahli kota Makkah, kami semua ini adalah hadiah raja Habib bin Malik untuk dipersembahkan kepada Rasulullah SAW." Setelah itu, RasulullahSAW pun menarik unta-unta tersebut berserta dengan barang-barang yang dibawanya ke gunung Qubais, kemudian Rasulullah SAW mengeluarkan semua emas dan perak yang ada di atas unta lalu dikumpulkan sehingga menjadi bukit lalu berkata: "Wahai emas dan perak, hendaklah kamu semua menjadi debu."

Kemudian kesemua emas dan perak itu menjadi tanah sehingga sekarang.

*Di ambil dari Terjemah Kitab Durrotun Nashihin Bab Mu'jizat Nabi SAW*


Assalamu 'Alaika Ayyuhan Nabiyyu Warahmatullahi Wabarokatuh

Video Streaming Acara Akbar "Majelis Rasulullah"