Qasidah Munajat Al Imam Al Quthb Habib Abdullah Al Haddad
Ya Rasulallah . . .
Tampilkan postingan dengan label Foto Habib/Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Foto Habib/Ulama. Tampilkan semua postingan
Diantara
karamah para Wali adalah mampu membantu keadaan orang yang terdesak. Ia
datang dari arah yang tak diduga dan membebaskan kesulitan yang menimpa
orang lain. Seperti yang terjadi pada Syeikh Saltuq Ash-Shubi dari
Turki. Satu waktu beliau tiba-tiba melepas bajunya dan mengibaskan
pedang kesana-kemari seolah beliau sedang berperang, bahkan darah yang
entah darimana datangnya banyak membasahi tubuh beliau. Namun beliau
tidak terluka sedikitpun. Kejadian ini berlangsung selama tiga jam dan
disaksikan banyak orang, termasuk oleh Sayyid Bahram Syah Al-Haidari,
seolah pembesar ulama zaman itu.Tujuh hari kemudian tibalah rombongan
Mujahid yang baru berperang melawan kaum kuffar. Mereka tidak pulang ke
rumahnya masing-masing, namun langsung menuju rumah Syeikh Saltuq dan
menjatuhkan diri di hadapan beliau. Mereka mengucapkan banyak syukur dan
terima kasih atas apa yang beliau lakukan.Rupanya kala mereka
berperang, mereka kewalahan karena jumlah musuh yang sangat besar,
hampir 1:3 antara jumlah mereka dan kaum kuffar. Ketika mereka terdesak,
tanpa diduga Syeikh Saltuq muncul dan menyerang musuh seorang diri
hingga menewaskan 2.000 orang lebih musuh. Sehingga jumlah kaum kuffar
dan pasukan Muslimin menjadi berimbang, 1.000 lawan 1.000, dan merekapun
akhirnya dapat memenangkan pertempuran.Tambahan;
Kisah-kisah seperti ini pernah terjadi juga dalam diri Sayyidina Umar bin Khattab, Muqaddam Ats-TsaniAl-Imam Abdurrahman Assegaf dan yang paling baru zaman ini ada Syeikh Nazim Addil Haqqani yang hadir memberikan pertolongan kepada para penambang yang terjebak di kedalaman700 meter di bawah di Chile. Setelah bebas, mereka menuturkan bahwa selama dua bulan lebih mereka terjebakdi dalam perut bumi, sehari-hari yang memberi mereka makan dan kekuatan ruhani adalah Syeikh Nazim.
Semua penambang itupun memeluk Islam. Peristiwa ini terjadi tahun 2010 silam.Rujukan : Buku Kisah Para Kekasih Allah terjemah kitab Jami Karamatul Aulya hal. 369 karya Syeikh Yusuf bin Ismail An-Nabhani
Ket. Foto : Syeikh Nazim sedang bersama para penambang Chile yang sengaja datang ke kediaman beliau dan memeluk Islam di tangan beliau.
Kisah-kisah seperti ini pernah terjadi juga dalam diri Sayyidina Umar bin Khattab, Muqaddam Ats-TsaniAl-Imam Abdurrahman Assegaf dan yang paling baru zaman ini ada Syeikh Nazim Addil Haqqani yang hadir memberikan pertolongan kepada para penambang yang terjebak di kedalaman700 meter di bawah di Chile. Setelah bebas, mereka menuturkan bahwa selama dua bulan lebih mereka terjebakdi dalam perut bumi, sehari-hari yang memberi mereka makan dan kekuatan ruhani adalah Syeikh Nazim.
Semua penambang itupun memeluk Islam. Peristiwa ini terjadi tahun 2010 silam.Rujukan : Buku Kisah Para Kekasih Allah terjemah kitab Jami Karamatul Aulya hal. 369 karya Syeikh Yusuf bin Ismail An-Nabhani
Ket. Foto : Syeikh Nazim sedang bersama para penambang Chile yang sengaja datang ke kediaman beliau dan memeluk Islam di tangan beliau.
Bayangkan sekarang kita ditempat ini ...
bersama mereka ...
mengemis kepada keagungan Allah yang Maha Sempurna
seperti inilah gambaran kita dimasa mendatang
berkumpul di padang mahsyar yang maha dahsyat.
tak ada seorang pun yang mampu berkata2
semua dalam keadaan takut.
terkecuali orang2 yang diberi rahmat oleh Allah.
hanya seorang makhluk saja yang dapat bermunajat kepada Allah yang Maha Perkasa pada saat itu.
beliau adalah penghulu kita, junjungan kita, pembela kita yaitu
Sayyiduna Muhammad Shollalloohu 'alaihi wa'ala aalihi wasallam.
Ya Allah...
kumpulkanlah kami bersama orang2 mulia disisi-Mu...
yaitu para kekasih-Mu...
terutama baginda kami Nabi Muhammad Shollalloohu 'alaihi wa'ala aalihi wasallam
bersama mereka ...
mengemis kepada keagungan Allah yang Maha Sempurna
seperti inilah gambaran kita dimasa mendatang
berkumpul di padang mahsyar yang maha dahsyat.
tak ada seorang pun yang mampu berkata2
semua dalam keadaan takut.
terkecuali orang2 yang diberi rahmat oleh Allah.
hanya seorang makhluk saja yang dapat bermunajat kepada Allah yang Maha Perkasa pada saat itu.
beliau adalah penghulu kita, junjungan kita, pembela kita yaitu
Sayyiduna Muhammad Shollalloohu 'alaihi wa'ala aalihi wasallam.
Ya Allah...
kumpulkanlah kami bersama orang2 mulia disisi-Mu...
yaitu para kekasih-Mu...
terutama baginda kami Nabi Muhammad Shollalloohu 'alaihi wa'ala aalihi wasallam
Keluasan Ilmu dan Akhlak Budi Pekerti di Negeri Seribu Wali, Tarim
Hadramaut, Yaman.
(Kisah Sulthonul Qulub Al Habibana Munzir bin Fuad Al
Musawa)
Saat saya ke Tarim hadramaut yaman, (1994-1998), saya
duduk hadir disuatu majelis yg penuh sarat dengan para ulama kelas satu,
disana ada empat mufti, saya tidak mengenal mereka karena baru datang
dari indonesia, karena halaqah sudah penuh padat, saya duduk dipaling
belakang, disebelah saya orang orang yg menyiapkan kopi dan suguhan
untuk para hadirin, disebelah mereka duduk seorang sepuh bertampang
biasa saja, saya mencium tangannya bukan karena apa apa, tapi karena ia
sudah sepuh, dan hati saya membatin, bahwa dia ini bukan ulama apa apa,
cuma sepuh saja, kalau dia ulama mestilah ia duduk dishaf depan atau
terdepan, bukan duduk disebelah tukang pembagi kopi dg gelas gelas yg
ribut dan air bertumpahan kemana mana. selepas majelis bubar, semua
orang berdesakan menyalaminya, termasuk ulama ulama sepuh yg dishaf
terdepan, saya bingung dan bertanya tanya, inikan cuma orang sepuh yg
duduk dipaling belakang, ternyata ia adalah Syeikh Fadhl ba fadhl,
pimpinan majelis para mufti di Tarim hadramaut, ia pimpinan mufti, namun
karena tawadhu dan rendah dirinya, ia tidak mau maju kedepan karena
datang terlambat, saya jadi sangat malu..
(( iN MEMORIAM: ALM.AL-HABIB MUNDZIR BIN FUAD AL-MUSAWWA BERSAMA AL-HABIB HASAN BIN JA`FAR ASSEGAF *~* ))
Dikisahkan Oleh: Al-Habib Hasan Bin Ja`far Assegaf pembina Majlis Sholawat & Dzikir Nurul Musthofa
Dikisahkan Oleh: Al-Habib Hasan Bin Ja`far Assegaf pembina Majlis Sholawat & Dzikir Nurul Musthofa
"Waktu saya pertama kali bertemu dengan Habib Mundzir itu pada tahun 1998 dan saat itu, Habib Mundzir baru pulang dari Hadromaut - Negara Yaman. Beliau silaturahmi dengan saya di Masjid Baiturrohman. Kampung Kandang - Jagakarsa, Jakarta selatan.
Singkat kisah, beliau (Habibana Mundzir) berkisah kepada saya tentang mimpi nya. Didalam mimpi beliau, Habibana Mundzir berserta guru sedang berjalan, Lalu Habib hasan ajak bercanda beliau : "lah kok saya ga di ajak?" sambil tersenyum, Habib Mundzir pun tertawa kecil.
Lalu Habib Mundzir berserta Guru nya melihat ada kemah dan didalam kemah tersebut ada Rasulullah SAW, lalu Rasulullah SAW membuka tenda sebelah kiri didalam nya ada Bidadari-bidadari cantik yang berasal dari surga, lalu Rasulullah SAW membukanya lagi tenda yang sebelah kanan didalam nya ada Pangeran-Pangeran Tampan yang berasal dari surga.
Rasulullah SAW berbicara kepada Habib Mundzir: "wahai cucu ku . bila kamu ingin masuk kedalam kemah tersebut, maka kamu harus berumur 40 tahun dan untuk menunggu umur 40 tahun lanjutkanlah kamu ber-dakwah"
Ternyata, Kisah dari mimpi beliau benar terjadi & beliau pun sudah mengimpikannya. Dalam keterangan selanjutnya melalui Habib Hasan Assegaf, sebelum wafat. Habib Mundzir menitipkan Jama`ah atau para muridnya kepada Al-Habib Hasan Bin Ja`far Assegaf
foto: Alm.Al-Habib Mundzir Bin Fuad Al-Musawwa (Kiri) & Al-Habib Hasan Bin Ja`far Assegaf (kanan)
Telah mulia seseorang yang belajar di Tarem suatu kebahagian sebagai penerus ilmu ilmu sayidina Muhammad saw dan betapa beruntung para ulama yang menjadi penerus Tongkat estafe sayidina Muhammad SAW memberikan bimbingan kepada hamba nya menuju Ke Jalan yang di Ridhoi ALLAH SWT ...

* Tampak di situ habib sholeh al jufri * Habib munzir almusawa * habib ahmad * habib Quraisy Baharun *
semoga Ulama yang masih ada semoga di berikan kesehatan dan panjang umur membimbing umat di bawah panji dakwah yang mulia sayidina Muhammad SAW
Keindahan dalam kebersamaan yang diliputi suasana keberkahan,menyambung tali silaturahmi penuh keakraban
● AlHabib Ali bin Abdurrahman AlHabsyi Kwitang bersama AlHabib Ali bin Husein AlAthas
● AlHabib Ali bin Abdurrahman AlHabsyi Kwitang bersama AlHabib Ali bin Husein AlAthas
● nampak AlHabib Muhammad bin Husein bin Sholeh Al Athas ( cucu dari
Habib Ali bin Husein AlAthas ) bersama Al Habib Abdurrahman bin Muhammad
bin Ali AlHabsyi ( cucu Habib Ali kwitang )
KARYA ILMIAH DAN KARANGANNYA
*Dalam ilmu Hadist
1. Al-Durul al-Mandhut Sarah Sunan Abi Dawud 3 Jilid
2. Fatfu al-Allam Sarah Bulughu al-Maram 4 juz
*Ilmu Ushul Fiqh dan Qowaidul Fiqh
1. Bughyatu al-Mustaq sarah Luma’ Syeh Aby Ishaq 2 Juz
2. Hasiyah ala al-Ashbah wal al-Nadhoir fil furu’ al- Fiqhiyyah lil-Suyuty
3. Tatmimu al-Duhul Takliqot ala Madkholi al-Wusul ila al- Ilmi al-Ushul
4. Al-Durru al-Nadhid hawasyi ala kitab al-Tamhid lil-Asnawi Al-Fawaid al-Janiyyah hasiyah ala al-Mawahibu al-
Saniyyah ala qowaid al-Fiqhiyyah
6. Ta’liqot ala al-luma’ al-Syeh Abi Ishaq
7. Idhoatu al-Nur al-Lami’ syarah al-Kaukabu al-Syathi’ (nadhom) Jam’u al-Jawami’
8. Hasiyah ala al-Talattufi sarah al-Ta’arruf fi al-Ushul Fiqhi
9. Nailu al-Ma’mul hasyiah ala Lubbi al-Ushul wa sarkhihi Ghoyatu al-Wushul
1. Al-Durul al-Mandhut Sarah Sunan Abi Dawud 3 Jilid
2. Fatfu al-Allam Sarah Bulughu al-Maram 4 juz
*Ilmu Ushul Fiqh dan Qowaidul Fiqh
1. Bughyatu al-Mustaq sarah Luma’ Syeh Aby Ishaq 2 Juz
2. Hasiyah ala al-Ashbah wal al-Nadhoir fil furu’ al- Fiqhiyyah lil-Suyuty
3. Tatmimu al-Duhul Takliqot ala Madkholi al-Wusul ila al- Ilmi al-Ushul
4. Al-Durru al-Nadhid hawasyi ala kitab al-Tamhid lil-Asnawi Al-Fawaid al-Janiyyah hasiyah ala al-Mawahibu al-
Saniyyah ala qowaid al-Fiqhiyyah
6. Ta’liqot ala al-luma’ al-Syeh Abi Ishaq
7. Idhoatu al-Nur al-Lami’ syarah al-Kaukabu al-Syathi’ (nadhom) Jam’u al-Jawami’
8. Hasiyah ala al-Talattufi sarah al-Ta’arruf fi al-Ushul Fiqhi
9. Nailu al-Ma’mul hasyiah ala Lubbi al-Ushul wa sarkhihi Ghoyatu al-Wushul
*Dalam berbagai ilmu
1. Janiu al-Tsamar syarah Mandhumah Manazil al-Qomar
2. Al-Muhtadhor al-Muhadzab fi Ihtihroji al-Auqat wa al- qobilah bi al-Rub’i al-Mujib
3. Al-Mawahibu al-Jazilah sarah Tsamratu al-Wasilah fi al- Falaki
4. Tastnifu al-Sam’i Muhtashor fi ilmi al-Wadh’i
5. Bulghotu al-Mustaq fi ilimi al-Istiqaq
6. Manhalu al-Ifadah hawasi ala Risalati al-Bahsi Lathosyi Kubri Zadah
7. Husnu al-Shiyaghoh syarah kitab Durusi al-Balaghoh
8. Risalah fi al-Mantiqi
9. Ithafu al-Kholan Taudhihu Tuhfatu al-Ikhwan fi Ilmi al- Bayan li al-Dardiri
10. Al-Risalah al-Bayaniyyah ala Thoriqati al-Sual wa al-Jawab
1. Janiu al-Tsamar syarah Mandhumah Manazil al-Qomar
2. Al-Muhtadhor al-Muhadzab fi Ihtihroji al-Auqat wa al- qobilah bi al-Rub’i al-Mujib
3. Al-Mawahibu al-Jazilah sarah Tsamratu al-Wasilah fi al- Falaki
4. Tastnifu al-Sam’i Muhtashor fi ilmi al-Wadh’i
5. Bulghotu al-Mustaq fi ilimi al-Istiqaq
6. Manhalu al-Ifadah hawasi ala Risalati al-Bahsi Lathosyi Kubri Zadah
7. Husnu al-Shiyaghoh syarah kitab Durusi al-Balaghoh
8. Risalah fi al-Mantiqi
9. Ithafu al-Kholan Taudhihu Tuhfatu al-Ikhwan fi Ilmi al- Bayan li al-Dardiri
10. Al-Risalah al-Bayaniyyah ala Thoriqati al-Sual wa al-Jawab
*Dalam Ilmu Riwayat Sanad
1. Madmahu al-Wujdan fi Asanidi al-Syeh Umar Hamdan 3 Juz
2. Ithafu al-Ihwan bi Ikhtishori Madmahi al-Wujdan 2 Juz
3. Tanwiru al-Bashirah bi Turuqi al-Isnad al-Syahirah
4. Faidzu al-Rahman fi Tarjamati wa Asanidi al-Syeh Kholifah bin Hamdi al-Nabhan
5. Al-Qaulu al-Jamil bi Ijazati al-Sayyid Ibrahim Aqil
6. Faidzu al-Muhaimin fi Tarjamati wa Asanidi al-Sayyid Muhsin
7. al-Maslak al-Jaly fi Tarjamati wa Asanidi al-Syeh Muhammad Aly
Al-Waslu al-Sati fi Tarjamatiwa Asanidi al-Sihab Ahmad al-Mukhollalati
9. Asanidu Ahmad bin Hajar al-Haitami al-Makki
10. Al-Irsyadat fi Asanidi Kutub al-Nahwiyyah wa al-Shorfiyyah
11. Al-Ujalah fi al-Ahaditsi al-Musalsalah
12. Asma al-Ghoyah fi Asanidi al-Syeh Ibrahim al-Khozami fi al-Qiroah
13. Asanidu al-Kutub al-Hadisiyyah al-Sab’ah
14. Al-Iqdu al-Farid min Jawahiri al-Asanid
15. Ithafu al-Bararah bi Ahadisi al-Kutub al-Hadisiyyah al- Asyrah
16. Al-Riyadz al-Nadzrah fi Ahadisi al-Kutub al-Hadisiyyah al- Asyirah
17. Ithafu al-Mustafid bi Nuri al-Asanid
18. Qurratu al-Ain fi Asanidi A’lamu al-Haramain
19. Ithafu uli al-Himam al-Aliyyah bi al-Kalam ala al-Hadist al- Musalsal bi al-Awwaliyyah
20. Waraqat fi Majmuati al-Musalsalat wa al-Awa’il wa Asanid al-Aliyyah
21. Al-Durru al-Farid min Durari al-Asanid
22. Bughyatu al-Murid min Ulumi al-Asanid 4 Jilid
23. Al-Muqtathaf min Ithafi al-Akabir bi Marwiati Abdul Qadir al-Shodiqi al-Makky
24. Ihtishor Riyadhi Ahli Jannah min Atsari Ahli Sunnah li Abdi al-Baqi al-Ba’li al-Hambali
25. Faidzu al-Ilah al-Aly fi Asanidi Abdul Baqi al-Ba’li al- Hambali
26. Arbauna Haditsan mi Arba’ina Kitaban an Arbaina Syaikhan
27. Al-Arba’una al-Buldaniyyah Arba’una Haditsan an Arba’ina Syaihan an Arba’ina Baladan
28. Arbauna Hadistan Musalsal bi al-Nuhad ila al-Jalal al- Suyuti
29. Al-Salasilu al-Muhtarah bi ijazati al-Mu’arrih al-Sayyid Muhammad bin Muhammad Ziarah
30. Tidzkaru al-Masafi bi Ijazati al-Fahri Abdullah bin Abdul Karim al-Jarafi
31. Al-Nafhatu al-Makkiyah fi Al-Asanidi al-Makkiyah Ijazah li al-Nabighoh al-Khodhi Muhammad bin Abdullah al- Umari
32. Fathu al-Rabbi al-Majid fima li Asyakhi min Fara’idi al- Ijazah wa al-Asanid
33. Silsilatu al-Wuslah Majmu’ah Muhtarah min al-Ahadisti al- Musalsal
34. Al-Kawakibu al-Darari bi ijazati mahmud Said mamduh al-hohiri
35. Faidhul Mabdi bi ijazati al-Syeh Muhammad Iwad Mankhos al-Zubaidi
36. Al-Faidhu al-Rahmani bi Ijazati Samahati al-Allamah al Kabir Muhammad Taqi al-Ustmani
1. Madmahu al-Wujdan fi Asanidi al-Syeh Umar Hamdan 3 Juz
2. Ithafu al-Ihwan bi Ikhtishori Madmahi al-Wujdan 2 Juz
3. Tanwiru al-Bashirah bi Turuqi al-Isnad al-Syahirah
4. Faidzu al-Rahman fi Tarjamati wa Asanidi al-Syeh Kholifah bin Hamdi al-Nabhan
5. Al-Qaulu al-Jamil bi Ijazati al-Sayyid Ibrahim Aqil
6. Faidzu al-Muhaimin fi Tarjamati wa Asanidi al-Sayyid Muhsin
7. al-Maslak al-Jaly fi Tarjamati wa Asanidi al-Syeh Muhammad Aly
Al-Waslu al-Sati fi Tarjamatiwa Asanidi al-Sihab Ahmad al-Mukhollalati
9. Asanidu Ahmad bin Hajar al-Haitami al-Makki
10. Al-Irsyadat fi Asanidi Kutub al-Nahwiyyah wa al-Shorfiyyah
11. Al-Ujalah fi al-Ahaditsi al-Musalsalah
12. Asma al-Ghoyah fi Asanidi al-Syeh Ibrahim al-Khozami fi al-Qiroah
13. Asanidu al-Kutub al-Hadisiyyah al-Sab’ah
14. Al-Iqdu al-Farid min Jawahiri al-Asanid
15. Ithafu al-Bararah bi Ahadisi al-Kutub al-Hadisiyyah al- Asyrah
16. Al-Riyadz al-Nadzrah fi Ahadisi al-Kutub al-Hadisiyyah al- Asyirah
17. Ithafu al-Mustafid bi Nuri al-Asanid
18. Qurratu al-Ain fi Asanidi A’lamu al-Haramain
19. Ithafu uli al-Himam al-Aliyyah bi al-Kalam ala al-Hadist al- Musalsal bi al-Awwaliyyah
20. Waraqat fi Majmuati al-Musalsalat wa al-Awa’il wa Asanid al-Aliyyah
21. Al-Durru al-Farid min Durari al-Asanid
22. Bughyatu al-Murid min Ulumi al-Asanid 4 Jilid
23. Al-Muqtathaf min Ithafi al-Akabir bi Marwiati Abdul Qadir al-Shodiqi al-Makky
24. Ihtishor Riyadhi Ahli Jannah min Atsari Ahli Sunnah li Abdi al-Baqi al-Ba’li al-Hambali
25. Faidzu al-Ilah al-Aly fi Asanidi Abdul Baqi al-Ba’li al- Hambali
26. Arbauna Haditsan mi Arba’ina Kitaban an Arbaina Syaikhan
27. Al-Arba’una al-Buldaniyyah Arba’una Haditsan an Arba’ina Syaihan an Arba’ina Baladan
28. Arbauna Hadistan Musalsal bi al-Nuhad ila al-Jalal al- Suyuti
29. Al-Salasilu al-Muhtarah bi ijazati al-Mu’arrih al-Sayyid Muhammad bin Muhammad Ziarah
30. Tidzkaru al-Masafi bi Ijazati al-Fahri Abdullah bin Abdul Karim al-Jarafi
31. Al-Nafhatu al-Makkiyah fi Al-Asanidi al-Makkiyah Ijazah li al-Nabighoh al-Khodhi Muhammad bin Abdullah al- Umari
32. Fathu al-Rabbi al-Majid fima li Asyakhi min Fara’idi al- Ijazah wa al-Asanid
33. Silsilatu al-Wuslah Majmu’ah Muhtarah min al-Ahadisti al- Musalsal
34. Al-Kawakibu al-Darari bi ijazati mahmud Said mamduh al-hohiri
35. Faidhul Mabdi bi ijazati al-Syeh Muhammad Iwad Mankhos al-Zubaidi
36. Al-Faidhu al-Rahmani bi Ijazati Samahati al-Allamah al Kabir Muhammad Taqi al-Ustmani
TULISAN ATAU TA’LIQ BELIAU DALAM TSABAT
1. Nihayatu al-Mathlab ala al-Abbi fi Ulumi al-Isnad wa al-Adab
2. Risalatani ala Tsabati al-Amir (al-Durru al-Nadhir wa al-Raudhu al-Nadhir fi Majmu’i al-Ijazat bi Tsabati al-Amir)
3. Risalati ala al-Awa’il al-Sunbuliyyah (al-Ujalah al-Makkiyyah wa al-Nafhatu al-Makiyyah )
4. Waraqat ala al-Jawahir al-Tsamin fi Arba’I an Hadistan min Ahadisti Sayyidi al-Mursalin, li al-Ajluni
5. Ithafu Albahi al-Sary ala Tsabati Abdul Rahman al-Kazbary
6. Ta’liqat ala Kifayati al-Mustafid li al-Syeh al-Turmusy
7. Tahqiqu al-Jami’ al-Hawi fi Marwiyati al-Syarqawi
1. Nihayatu al-Mathlab ala al-Abbi fi Ulumi al-Isnad wa al-Adab
2. Risalatani ala Tsabati al-Amir (al-Durru al-Nadhir wa al-Raudhu al-Nadhir fi Majmu’i al-Ijazat bi Tsabati al-Amir)
3. Risalati ala al-Awa’il al-Sunbuliyyah (al-Ujalah al-Makkiyyah wa al-Nafhatu al-Makiyyah )
4. Waraqat ala al-Jawahir al-Tsamin fi Arba’I an Hadistan min Ahadisti Sayyidi al-Mursalin, li al-Ajluni
5. Ithafu Albahi al-Sary ala Tsabati Abdul Rahman al-Kazbary
6. Ta’liqat ala Kifayati al-Mustafid li al-Syeh al-Turmusy
7. Tahqiqu al-Jami’ al-Hawi fi Marwiyati al-Syarqawi
Perintis Madrasah Banat
Kerana
keprihatin beliau pada masyarakat Islam maka pada bulan Rabiulawal tahun
1362 H Syeikh Yasin merintiskan dan mendirikan Madrasah Ibtidaiyah
banat atau putrid di Syamiyyak Makkah al-MukaramahPerjalan Madrasah
banat ini dari tyahun ke tahun berkembang pesat, halini terbukti semakin
banyaknya pelajar dan alumni,kerana Madrasah banat ini adalah yang
pertama di kota Makkah bahkan di kerajaan Saudi Arabi, sehingga pada
tahun 13477 H didirikan Maha’ad Muallimat.
Syeikh
Yasin wafat pada hari Kamis malam Jum’at tanggal 28 Dzulhijjah 1410 H
disholatkan di masjid al-Haram dan dimakamkan di pemakaman Mu’alla
Makkah al-Mukarramah.
Syeikh Yasin Isa al-Fadani (-1916-1990)

Dalam dekad lima puluhan yang lalu,halaqah hadis SYAIKH MUHAMMAD YASIN AL PADANGI dibanjiri ramai penuntut dari dalam dan luar Mekkah,untuk mendengar kuliah hadis yang disampaikan oleh Syeikh Yasin serta memperolehi sanad hadis yang istimewa. Penuntut-penuntut dari Malaysia juga tidak ketinggalan untuk turut bersaing dalam halaqah ini.
Tokoh yang sedang diperkatakan disini ialah Syaikh Yasin seorang ulama ensiklopedia. Beliau
pakar dalang bidang hadis, fiqh, usul fiqh dan ilmu falak. Kepakaran
beliau dalam bidang hadis dapat dilihat pada gelaran para ulama pada
beliau iaitu “Musnid Dunya” Nama penuh beliau Abu al-Faid Muhammad Yasin
Bin Isa al-Fadani, dilahirkan pada tahun 1335 H/1916 M di daerah Padang
Indonesia dan wafat di Makkah pada 28 Dzulhijjah 1410 H/21 Julai 1990 M
pada hari Khamis malam Jumaat.
Riwayat
Syeikh al-fadani yang coba Saya paprkan ini, bukan ulama tempatan yang
biasa diperkenalkan melalui akhbar dan majalah, bukan seorang Tuanguru
yang pernah membuka pondok lalu namanya terukir bersama nam kampong,
pondok dan jama’ahnya. Tetapi beliau seorang Ulama yang setanding dengan
nama seperti Imam Abu al-Taib Syamsyuddin al-‘Azim Abadi dan Syeikh
Muhammad Khalil as-Saharanpuri. Syeikh al-Fadani bertemu dengan dua nama
ini dalam satu senarai kerana mereka merupakan pengarang kitab Syarah
Sunan Abu Daud, salah sebuah koleksi hadis yang mahsyur.
Tokoh ini seorang ulama yang terkenal sebagai luas pengetahuannya dalam bidang hadis ,terutama dalam pengkhususan sanad dan musalsalat. Jesteru beliau diberi julukan Musnid al-‘Asr.
Tidak
terkejut jiika Syeikh al-Fdani dikejar dan diburu oleh pencipta sanad
hadis untuk mendapatkan silsilahnya yang lebih tinggi.Kepentingan sanad
dalam perawian hadis digambarkan oleh Imam Abdullah Ibn Mubarak
rahimullah ta’ala sebagai keperluan untuk mempertahankan agama Islam itu
sendiri..Sehubungan ini, beliau berkata :
واو لا الاسناد لقل من شاء ما شاء الاسناد من الدين
“Sanad sebahgian daripada agama ,tanpa sanad orang bebas bercakap apa yang disukainya”
“Sanad sebahgian daripada agama ,tanpa sanad orang bebas bercakap apa yang disukainya”
Sejarah
mencatatkan para ulama hadis pernah merantau berbulan lamanya demi
mendapatkan satu hadis menerusi sanad yang tinggi dan dipercayai ada di
negeri –negeri tertentu,mereka sedia membelanjakan peruntukan yang
besar,kadang-kadang hanya untuk mendapatkan satu hadis.
Syeikh
Yasin murid yang sangat rajin dan tekun dalam menuntut ilmu dan belajar
pada ulama , maka tidak hairan kalau beliau mempunyai banyak guru,
diantara guru-gurunya adalah:
1. Syeikh Muhammad Ali bin Husain bin Ibrahim al-Maliky al-Makky
2. Syeikh Abi Ali Hasan bin Muhammad Massath al-Makky
3. Syeikh Umar bin Hasan Al-Mahrasi al-Maliky
4. SyeikhUmar Bajunaid (Mufti as-Syafi’iyah)
5. Syeikh Said bin Muhammad al-Yamani
6. Syeikh Hasan Yamani
7. Syeikh Muhsin bin Ali al-Musawi al-Falembani al-Makky
8. Syeikh Abdullah Muhammad Ghozi al-Makky
9. Syeikh Ibrahim bin Dawud al-Fathoni al-Makky
10. Sayyid Alawy bin Abbas al-Maliky al-Makky
11. Sayyid Muhammad Amin Kutbi al-Makky
12. Syeikh Ahmad al-Mukhollalati al-Sami al-Makky
13. Syeikh Kholifah al-Hanadi al-Nabhani al-Bahraini al-Makky
14. Syeikh Ubaidillah bin al-Islam al-Sindi al-Duyubandi
15. Syeikh Husain Ahmad al-Faidz Abbadi
16. Syeikh Abdul Qodir bin Taufiq al-Halabi
17. Syeikh Muhammad Abdul baqi al-Laknawy al-Ansori
18. Syeikh Abdul hadi al-Midrasi
Mereka
adalah sebagian dari guru-guru Syeikh Yasin dalam belajar kitab dan
Ijazah Sanad Perawi hadist, dan masih banyak lagi guru-guru beliau,
bahkan dalam ilmu Riwayat Sanad hadist beliau banyak menemui ulama-ulama
dari berbagai Negara sampai 700 guru baik lelaki mahupun perempuan
hanya demi mendapatkan Riwayat Sanad hadist.
Al Imam Al Habib Alwy bin Ali Al Habsyi (solo)
(anak Habib Ali Shohibul Maulid - Sewun) &
Al Imam Al Quthb Al Habib Abubakar bin Muhammad As Segaf Gresik
Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaff (bukit duri)
& Habib Umar bin Ahmad Syahab (palembang)
Al Imam Al Habib Alwy bin Ali Al Habsyi (solo)
Al Imam Al Habib Masyhur bin Thoha Al Haddad (Jeddah)
Habib Sholeh bin Muhsin Al Hamid (Tanggul)
Habib Umar bin Hud Al Atthas (Condet)
Habib Ahmad bin Alwi Al Haddad
Assalamu 'Alaika Ayyuhan Nabiyyu Warahmatullahi Wabarokatuh
Video Streaming Acara Akbar "Majelis Rasulullah"





































.jpg)







