Qasidah Munajat Al Imam Al Quthb Habib Abdullah Al Haddad

Qasidah Munajat Al Imam Al Quthb Habib Abdullah Al Haddad

Ya Rasulallah . . .

Tampilkan postingan dengan label Tasawuf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tasawuf. Tampilkan semua postingan
Patung Bunda Maria ?
CARA DAKWAH AL HABIB SALIM BIN AHMAD BIN JINDAN...MELETAKKAN PATUNG BUNDA MARIA DIPEKARANGAN RUMAH BELIAU.
Suatu ketika Habib Salim bin Ahmad bin Jindan membawa patung Bunda Maria kerumah Beliau dan diletakkan dipekarangan rumah Al-Habib, Hal tersebut terasa aneh bagi sebagian masyarakat maupun para Ulama waktu itu.
Bahkan pernah juga salah seorang Ulama mendatangi rumah Habib Salim Jindan untuk menanyakan, kenapa patung Bunda Maria diletakakan di Pekarangan Rumahnya dan merasa bahwa Habib Salim telah Murtad, namun dengan ketenangan Habib Salim menyuruh Ulama yang marah tersebut untuk mengaji dan mempedalam Ilmu Agama, baru nanti datang lagi kembali.
Dengan Rasa penasaran dan keheranan pergilah sang Ulama tersebut dari Rumah Habib Salim bin Jindan.
Belakangan Diketahui Bahwa Habib Salim memang sengaja menaruh patung Bunda Maria di pekarangan rumahnya agar dapat terlihat oleh orang-orang Nasrani yang pulang dari Gereja yang kebetulan berseberangan dengan Rumah Habib salim, patung itu akan tetap disitu agar mereka sadar bahwa apa yang mereka sembah selama ini hanyalah sebuah patung yang tidak bisa berbuat apa-apa, Patung itu tidak bisa membela dan menyelamatkan dirinya, bagaimana mungkin bisa membela dan menyelamatkan umat Nasrani.
Patung itu kepanasan, kehujanan tanpa bisa berbuat apa-apa kalau tidak dipindahkan oleh pemiliknya.
Ini berarti Bunda Maria yang selama ini mereka sembah hanya sebatas benda mati saja, karena dia sendiri pun tidak mampu untuk menolong dirinya sendiri, apalagi menolong orang lain.
Dan ternyata banyak dari mereka orang Nasrani yang sering melintas didepan Rumah Al-Habib Salim bin Jindan akhirnya sadar, bahwa mereka selama ini hanya menyembah patung yang tidak bisa berbuat apa-apa itu, yang pada akhirnya, mereka memeluk Agama Islam setelahnya.
Inilah salah satu Metode Dakwah yang dilakukan Habib Salim yang menurut sebagian orang tidak Lazim.
Namun ketokohan dan Keilmuan yang dalam tentang Agama Allah membuat sebagian Ulama dan masyarakat dapat memahami hal tersebut.
Bahkan pernah suatu ketika seorang pendeta mendatangi Habib Salim bin Jindan untuk melakukan dialog...
”Habib saya mau tanya, lebih mulia mana? Orang yang masih hidup atau orang yang sudah mati ??" Tanya pendeta kepada Habib Salim.
Habib Salim menjawab :
“Semua orang akan menjawab Bahwa orang yang masih hidup itu lebih mulia dari pada orang yang sudah mati, sebab orang yang sudah mati sudah menjadi bangkai".
Lalu dengan pertanyaan menggurui Pendeta itu membalasnya :
”Kalau begitu Nabi 'Isa Yesus kristus lebih mulia dari pada Nabi Muhammad...Karena Muhammad Nabi anda telah meninggal, sedangkan Nabi 'Isa Menurut keyakinan Anda Masih hidup hingga sekarang!".
Habib Salim tak mau kalah, dengan tutur bahasa yang sangat diplomatis Habib Salim pun menjawab :
"Kalau begitu Ibu saya lebih mulia dibandingkan dengan Bunda Maria, sebab Bunda Maria sudah meninggal, sedangkan ibu saya masih hidup dan sekarang sedang memasak didapur."
Mendengar jawaban enteng dari Habib Salim bin Ahmad bin Jindan, sang Pendeta itu pun terdiam seribu bahasa lalu ia pun pergi meninggalkan Habib Salim.

Foto Azizah Alattas.

Do'a Husnul Khatimah Imam Haddad ra.
DOA HUSNUL KHATIMAH AL IMAM AL QUTHBIR RABBANI AS SAYYID ABDULLAH BIN ALWY AL AHADDAD

Al Imam Al Quthb Al Habib Abdullah bin ‘Alwi Al Hadad berkata, “Diantara yang menjadikan seseorang meninggal dunia dalam keadaan husnul khotimah adalah, setiap selesai mengerjakan sholat Maghrib ia mengucapkan,

استغفر الله الذي لا اله الا هو الحي القيوم الذي لا يموت و اتوب اليه رب اغفرلي
Astagfirulloohalladzii laa ilaa-ha illaa huwal Hayyul Qoyyuum alladzii laa yamuut wa atuubu ilaih, robbighfirlii

Kemudian dilanjutkan dengan membaca sholawat Husnul Khotimah berikut ini,

اللهم صل على سيدنا محمد و على اله وصحبه وسلم بعدد كل حرف جرى به القلم
Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad in wa ‘ala aaliihi washohbihi wasallim bi’adadi kulli harfin jaro bihil qolam

Artinya: Yaa Allah limpahkanlah shalawat dan salam kepada Sayyidina Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya sebanyak bilangan huruf yang digariskan oleh qolam.

Barangsiapa membaca semua itu (setelah sholat Maghrib), sebelum mengucapkan yang lain, niscaya ia akan meninggal dalam keadaan beriman.” Insyaa Allah. Wallahu A’lam.

Sumber :
(As Sayyid Al Habib Al ‘Alim Al Faqih Abdurrahman bin Muhammad bin Husain bin Umar Al Masyhur Al Ba’alawi, dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin fi Talkhish Fatawa Ba’dhil A’immati minal ‘Ulama’ Al Muta-akhkhirin)

3 do'a di sujud terakhirmu
TIGA DOA yang Jangan engkau lupakan dalam Sujudmu .

1. Mintalah di wafatkan dalam keadaan Husnul Khotimah
١. اللهم إني أسألك حسن الخاتمة.
Allahumma inni as-aluka Husnal Khotimah.
Artinya : " Yaa Allah... Aku meminta kepadaMu Husnul Khotimah "

2. Mintalah agar kita diberikan Kesempatan Taubat sebelum wafat
٢. اللهم ارزقني توبة نصوحا قبل الموت
.Allahummarzuqni taubatan nasuha qoblal mauti.
Artinya: " Yaa Allah... Berilah aku rezeki Taubat Nasuha (atau sebenar-benarnya taubat) sebelum wafat "

3. Mintalah agar Hati kita ditetapkan diatas Agama-Nya
٣. اللهمّ يا مقلب القلوب ثبّت قلبي على دينك
Allahumma yaa Muqollibal Quluub tsabbit qolbii ala diinik.
Artinya: " Yaa Allah... Wahai Sang Pembolak Balik Hati.., Tetapkanlah Hatiku diatas AgamaMu"

Semoga bermanfaat
Wudhu Bathin
Doa ketika membasih anggota wudhu....

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

1. Doa ketika membasuh dua pergelangan tangan:
اللَّهُمَّ احْفَظْ يَدَيَّ مِنْ مَعَاصِيكَ كلها
Allohummahfidz Yadayya Min Ma a'syika Kulliha
Artinya: Ya Allah, peliharalah kedua tanganku daripada melakukan maksiat
kepadaMu.

2. Doa ketika berkumur:
اللَّهُمَّ اَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Allohumma a'inni 'Ala Dzikrika wa Syukrika wahusni 'Ibadatika
Artinya: Ya Allah, bantulah aku supaya aku dapat berzikir kepadaMu, dan
bersyukur kepadaMu, dan perelok ibadah kepadaMu.

3. Doa ketika membasuh hidung:
اَللَّهُمَّ أَرِحْنِي رَائِحَة الجَـنَّةْ
Allohumma Arihni Roihatal Jannati
Artinya: Ya Allah, berilah aku ciuman daripada haruman bau Syurga.

4. Doa ketika membasuh muka (setelah membaca niat wudhu dalam
hati):
اَللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِى يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَتَسْوَدُّ
وُجُوْهٌ
Artinya: Ya Allah, putihkanlah wajahku pada hari putihnya wajah-wajah
dan hitamnya wajah-wajah.

5. Doa ketika basuh tangan kanan:
اَللَّهُمَّ اَعْطِنِى كِتاَبِى بِيَمِيْنِى وَحَاسِبْنِى حِسَاباً
يَسِيْرًا
Allohumma A'thini kitabi biyamini wa hasibni hisaban yasiro
Artinya: Ya Allah! berikanlah kepadaku kitabku dari sebelah kanan dan
hitunglah amalanku dengan perhitungan yang mudah.

6. Doa ketika membasuh tangan kiri:
اَللَّهُمَّ لاَ تُعْطِنِى كِتاَبِى بِشِمَالِى وَ لاَ مِنْ وَرَاءِ
ظَهْرِىْ
Allohumma Laa Ta'thini Kitabi bisyimali walaa min waro,i dzohri
Artinya: Ya Allah, janganlah beri kepadaku kitab amalanku dari sebelah
kiri atau dari sebelah belakang.

7. Doa saat membasahi kepala:
اَللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ
Allohumma harrim sya'ri wabasyari 'Alannari.
Artinya: Ya Allah, haramkan rambutku dan kulit kepalaku daripada
neraka.

8. Doa ketika membasuh dua telinga:
اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ اْلقَوْلَ
فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ
Allohummaj'Alni minalladzina yastami'unal Qoula fayattabi'una ahsanahu
Artinya: Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mendengar
ucapan yang baik dan mengikuti sesuatu yang terbaik.

9. Doa saat membasuh dua telapak kaki:
اَللَّهُمَّ ثَبِّتْ قدَمِي عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ
اْلاَقْدَامِ
Allohumma Tsabbit Qodami 'Alaa Syirothika yauma tazillul Aqdam
Artinya: Ya Allah, tetapkan kedua kakiku di atas titian shirothol
mustaqim pada hari dimana banyak kaki-kaki yang tergelincir.

10. Doa setelah berwudhu:
أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ
أَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنَ
اْلمُتَطَهِّرِيْنَ وَصَلَى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ
Artinya: Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, tiada sekutu
baginya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu hamba dan utusanNya.
Ya Allah! Jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan
jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bersuci. Dan selawat dan
salam kepada penghulu kami Muhammad, keluarganya, dan
sahabat-sahabatnya

Tangan yang membawa ke surga
TANGAN INI KELAK YANG AKAN MEMBAWAMU KE SORGA...

Dikisahkan ada seorang Ulama di Libanon yang termasyhur dizaman itu : Al Imam Al Qodhy Syekh Yusuf bin Ismail An Nabhani yang menjabat sebagai Qodhy (Hakim). 

Suatu saat ia dihadapkan pada suatu kasus pembunuhan...Dan saat persidangan berlangsung, didatangkan seorang pemuda yang menjadi tersangka pembunuhan. Maka terjadi dialog antara Syekh Yusuf An Nabhani selaku Qodhy dengan pemuda tersebut... 

Syekh Yusuf bertanya, "Apa betul kamu telah melakukan pembunuhan? Dan pemuda itupun menjawab, "Betul, aku telah membunuh seseorang wahai Syaikh".

Lalu Syekh Yusuf berkata lagi, "Sekarang kau jelaskan apa motif dari pembunuhan itu? Dan pemuda itupun menjawab, "Orang itu telah menghina Rasulullah Saw terang-terangan...Aku tidak sanggup lagi menahan amarah terhadap orang yang menghina dan mencaci Rasulullah Saw dihadapanku dan langsung aku bunuh orang itu...!

Setelah mendengar jawaban pemuda itu, Syekh Yusuf seorang hakim yang terkenal adil dan bijaksana itu langsung terdiam dan bertanya lagi, "Tangan mana yang kau gunakan untuk membunuh orang tersebut? Tangan kanan atau tangan kiri? Dan pemuda itu menjawab, "Tangan kananku ini wahai Syaikh".

Tiba-tiba Syaikh Yusuf turun dari singgasana Hakim dan menghampiri tempat duduk sipemuda dan meraih tangan kanan pemuda tersebut lalu menciumnya berkali-kali, seraya berkata, "Tangan ini kelak yang akan membawamu ke Sorga...Wahai hadirin sekalian, saksikanlah...Mulai hari ini aku mengundurkan diri dari jabatanku selaku qodhy disini...Karena aku tidak sanggup menghukum seseorang yang telah membunuh karena MEMBELA KEHORMATAN RASULULLAH SAW... 

Demikian wujud Cinta dan hormatnya Syaikh Yusuf An Nabhani kepada Rasulullah Saw...Dan masih banyak kisah orang-orang yang dengan caranya menjaga kehormatan Rasulullah Saw... 

Lalu, dimana ghiroh kita...Bagaimana perasaan kita saat wahabi sesat mengatakan bahwa orang tua Rasulullah Saw masuk Neraka...?

Marilah kita teruskan da'wah Rasullullah Saw...Jadikanlah Rasullullah bangga dengan kita...Marilah senantiasa kita tanamkan perasaan Cinta kepada Allah Swt dan kepada Baginda Rasulullah Saw...
Allahuma Shalli 'Alaa Sayyidina Muhammad Wa 'Alaa Aali Sayyidina Muhammad.
Kapan harus memandang langit ?
HIKMAHNYA MENENGADAHKAN KEPALA KE LANGIT...

Jika dalam hatimu terlintas bisikan buruk atau ajakan untuk bermaksiat, angkatlah kepalamu ke langit lalu ucapkan: "Allah…" dengan satu nafas.
Perbuatan ini akan membakar dan menghapus dengan seketika bisikan-bisikan buruk dalam hati.
Hikmah dari menengadahkan kepala ke langit adalah karena setan tidak dapat mendatangi manusia dari atas kepalanya.
Allah Ta’ala berfirman : “Kemudian Saya (iblis) akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka.(QS
Al-A’raf, 7:17).
Allah swt tidak mengatakan bahwa iblis akan mendatangi mereka dari atas.
Sumber : Group Bani Alawiyyin
Allahuma Shalli 'Alaa Sayyidina Muhammad Wa 'Alaa Aali Sayyidina Muhammad.
Kebiasaan leluhur Ba'alawi dalam mendidik anak
Adat Para Leluhur Ba'alawi
ﻋﺎﺩﺍﺕ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﺍﻟﺼﺎﻟﺢ ﻣﻦ ﺳﺎﺩﺗﻨﺎ ﺍﻝ ﺑﺎﻋﻠﻮﻱ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ
١١ ﻋﺎﺩﺓ ﻣﻦ ﻋﺎﺩﺍﺕ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﻓﻲ ﺗﺮﺑﻴﺔ ﺍﻭﻻﺩﻫﻢ
Kebiasaan para pendahulu kita yaitu orang-orang Sholeh dari Keluarga Ba'alawi (semoga Allah meridhoi mereka).

Ada 11 kebiasaan Salaf dalam mendidik Anak-anak mereka:
١. ﺍﻻﻡ ﻓﻲ ﺣﺎﻟﺔ ﺍﻟﺮﺿﺎﻋﺔ ﺗﻘﺮﺍﺀ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻮﻟﻮﺩ ﺍﻳﺔ ﺍﻟﻜﺮﺳﻲ ﻭﺍﻟﻤﻌﻮﺫﺗﻴﻦ ﻭﺗﻜﺮﺭﻫﻤﺎ
Seorang Ibu ketika menyusui sambil membaca Ayat Kursi dan Al ikhlas, Al falaq ,An nas dan mengulang-ulang nya.

٢. ﺍﻭﻝ ﻣﺎﻳﻠﻘﻨﻮﻥ ﺍﻟﻄﻔﻞ ﻋﻨﺪ ﺑﺪﺍﻳﺔ ﺍﻟﻨﻄﻖ (ﺭﺿﻴﺖ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﺭﺑﺎ ﻭﺑﺎﻻﺳﻼﻡ ﺩﻳﻨﺎ ﻭﺑﻤﺤﻤﺪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻧﺒﻴﺎ ﻭﺭﺳﻮﻻ)
Pertama kali yg diajarkan ke anak ketika baru bisa bicara.
"Rodhitu billahi Robba Wa bil Islami diina Wa bimuhammadin sholla Allahu ‘alayhi wa sallam Nabiyyan wa Rosuula"
artinya (aku ridho Allah sbg Tuhanku dan Islam agamaku dan Nabi Muhammad Nabi dan Rosulku )

٣. ﺍﻟﺨﺮﻭﺝ ﺑﺎﻷﻭﻻﺩ ﺍﻟﺼﻐﺎﺭ ﺁﺧﺮ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﻤﺴﺎﺟﺪ ﺣﺘﻰ ﻳﻜﻮﻥ ﻟﻬﻢ ﻋﺎﺩﺓ
Mengajak keluar anak-anak kecil ketika waktu malam yg terakhir(sebelum subuh) ke masjid agar menjadi kebiasaan.

٤. ﻗﺒﻞ ﺍﻟﻤﻮﺍﺳﻢ ﺍﻟﺪﻳﻨﺔ ﻭﻣﻮﺍﺳﻢ ﺍﻟﻨﻔﺤﺎﺕ ، ﻛﺸﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻳﺠﻤﻌﻮﻥ ﺍﻭﻻﺩﻫﻢ ﻭﻳﺴﻠﻮﻫﻢ ﻣﺎﺫﺍ ﺳﻴﻌﻤﻠﻮﻥ ﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻤﻮﺍﺳﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﻭﺍﻟﺒﺮ ﻛﻘﺮﺍﺀﺓ ﺍﻟﻘﺮﺍﻥ ﻭﺍﻟﺬﻛﺮ ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻭﻏﻴﺮﻫﺎ
Sebelum memasuki Bulan-bulan berkah seperti Ramadhon, mereka mengumpulkan anak-anak mereka dan bertanya kpd mereka, apa yg akan kalian kerjakan dibulan yg berkah ini? dari amalan membaca Al Qur'an, dzikir,dan sedekah dll.

٥. ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻌﻠﻤﻮﻥ ﺍﻭﻻﺩﻫﻢ ﺍﻟﻨﻴﺔ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﺔ ﻛﻤﺎ ﻳﻌﻠﻤﻮﻧﻬﻢ ﺍﻟﻔﺎﺗﺤﺔ
Mereka mengajari anak-anak mereka niat-niat yg baik sebagaimana mengajari mereka Surat Al Fatihah.

٦. ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻌﻘﺪﻭﻥ ﻣﺠﻠﺲ ﻋﻠﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﻳﺠﺘﻤﻊ ﻓﻴﻪ ﻛﻞ ﻣﻦ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﻳﻮﻣﻲ ﺍﻭ ﺍﺳﺒﻮﻋﻲ ﻳﻘﺮﺅﻥ ﻣﺎﺗﻴﺴﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮﺍﻥ ﺍﻟﻜﺮﻳﻢ ( ﺣﺰﺏ ) ﻭﻛﺘﺐ
ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻭﺍﻟﻔﻘﻪ
ﻭﻳﺨﺘﻤﻮﻧﺔ ﺑﺎﻻﺩﻋﻴﺔ ﻭﺍﻟﺼﻼﺓ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ
Mereka mengadakan majelis ilmu di rumah, dan berkumpul semua yang ada dirumah, majlis harian atau mingguan, mereka membaca sedikit dr alqur'an Al kariem(tadarus) dan kitab hadits serta fiqih
dan mereka menutup majelis dengan doa dan solawat kepada Nabi Muhammad SAW.

٧. ﻓﻲ ﺣﺎﻝ ﺑﻠﻮﻍ ﺍﺣﺪ ﺍﺑﻨﺎﺋﻬﻢ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻌﻠﻤﻮﻧﻪ ﺍﻧﻪ ﺑﻠﻎ ﻭﺍﻧﻪ ﺻﺎﺭ ﻣﻜﻠﻒ ﻭﺍﻥ ﺍﻻﻥ ﺻﺎﺭ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻠﻜﺎﻥ ﻳﺴﺠﻼﻥ ﺣﺴﻨﺎﺗﻪ ﻭﺳﻴﺌﺎﺗﻪ ﻭﻳﻜﺘﺒﺎﻥ ﺍﻗﻮﺍﻟﻪ ﻭﺍﻓﻌﺎﻟﻪ ،ﻭﻳﻜﻮﻥ ﺫﺍﻟﻚ ﻓﻲ ﺟﻤﻊ ﻳﺤﻀﺮﻩ ﺍﻟﻤﺸﺎﻳﺦ ﻭﺍﻟﻜﺒﺎﺭ
Ketika masuk baligh anak mereka, mereka memberi tahu anaknya klo sudah Mukallaf dan sekarang dua Malaikat akan mencatat kebaikan dan kejelekan dan menulis ucapan dan perbuatannya, dan hal itu diadakan perayaan yg dihadiri para ulama' dan orang orang sholeh.

٨. ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻻﻳﺆﺧﺮﻭﻥ ﺯﻭﺍﺝ ﺍﺑﻨﺎﺋﻬﻢ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﺒﻠﻮﻍ ﺧﻮﻓﺎ ﺍﻥ ﻳﻘﻌﻮﺍ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺤﻈﻮﺭ
Mereka tidak menunda pernikahan anak-anak mereka setelah baligh kawatir terjerumus kpd kemaksiatan.

٩. ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻌﻠﻤﻮﻥ ﺍﻭﻻﺩﻫﻢ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻭﺍﻟﺘﻀﺮﻉ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺍﻻﺣﻮﺍﻝ،
ﻓﺎﺫﺍ ﺍﺭﺍﺩ ﺍﻟﻮﻟﺪ ﺷﻲ ﻣﻦ ﻭﺍﻟﺪﻩ ﺍﻭ ﻭﺍﻟﺪﺗﻪ ﻳﻘﻮﻟﻮﻥ ﻟﻪ ﻗﻢ ﻭﺗﻮﺿﺎﺀ ﻭﺻﻞ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻭﺍﺳﺌﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﻳﻘﻀﻲ ﺣﺎﺟﺘﻚ ﻭﺑﻌﺪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻳﺎﻋﻄﻮﻩ ﻣﺎﻃﻠﺐ ،ﻭﻳﻘﻮﻟﻮﻥ ﻗﺪ ﺍﺳﺘﺠﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ﺩﻋﺎﻙ
Mereka mengajari anak-anak dgn berdoa memohon kpd Allah dlm setiap keadaan, maka apabila anaknya ingin sesuatu dr orang tuanya, mereka berkata kpd anaknya wudhu'lah dan sholat 2 rokaat dan mintaklah kepada Allah hajat-hajatmu. dan setelah sholat orang tua memberikan yg anak minta seraya berkata Sungguh Allah yang mengabulkan doamu.

١٠. ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﺠﻌﻠﻮﻥ ﻟﻜﻞ ﻭﺍﺣﺪ ﻋﻤﻞ ﻣﺨﺼﺺ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﻴﺖ ،ﻓﻬﺬﺍ ﻋﻠﻴﻪ ﺟﻠﺐ ﺍﻻﻏﺮﺍﺽ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻮﻕ ﻭﻫﺬﺍ ﻋﻠﻴﻪ ﻛﻨﺲ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﻭﻫﺬﺍ ﻋﻠﻴﻪ ﺧﺪﻣﺔ ﺍﻟﻀﻴﻮﻑ ﻭﻫﺬﺍ ﻋﻠﻴﻪ ﺟﻠﺐ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﻭﻫﻜﺬﺍ
Mereka membagi tugas kepada setiap anak, ada yg tugas belanja ke pasar, dan ada yg menyapu rumah dan ada yg tugas melayani tamu dan ngambil air dsb.

١١. ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻬﺘﻤﻮﺍ ﺑﺘﻌﻠﻴﻢ ﺍﻟﺒﻨﺎﺕ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﺬﻛﻮﺭ ﻻﻧﻬﻦ ﺣﺒﻴﺴﺎﺕ ﺍﻟﺒﻴﻮﺕ .
Mereka lebih banyak memperhatikan pembelajaran putri-putri mereka lebih serius dari anak laki-laki karena anak perempuan tidak keluar rumah.
يا آل باعلوي شفاعة
كل كربة تنجلي وبكم ياأهل الولاية
كل حاجة تنقضي
12 orang yang di do'akan malaikat
12 ORANG YANG DIDOAKAN MALAIKAT*
Berikut golongan-golongan yang didoakan oleh malaikat:
*1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.*
_"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa; Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan karena tidur dalam keadaan suci."_
(HR. Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)

*2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu sholat.*
_"Tidaklah salah seorang di antara kalian yang duduk menunggu sholat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya; Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia."_
(HR. Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim: 469)

*3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam sholat berjamaah.*
_"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan."_
(HR. Imam Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah dari Barra' bin 'Azib)

*4. Orang yang menyambung shaf sholat berjamaah (tidak membiarkan kosong di dalam shaf).*
_"Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf."_
(HR. Imam Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)

*5. Para malaikat mengucapkan "aamiin" ketika seorang Imam selesai membaca Al-Fatihah.*
_"Jika seorang Imam membaca; ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh-dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian "aamiin", karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu."_
(HR. Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari: 782)

*6. Orang yang duduk di tempat sholatnya setelah melakukan sholat.*
_"Para malaikat akan selalu bershalawat (berdoa) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat sholat di mana ia melakukan sholat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata; Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia."_
(HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al-Musnad no. 8106)

*7. Orang-orang yang melakukan sholat shubuh dan ashar secara berjama'ah.*
_"Para malaikat berkumpul pada saat sholat shubuh lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu sholat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga sholat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, "Bagaimana kalian meninggalkan hamba-Ku?", mereka menjawab; kami datang sedangkan mereka sedang melakukan sholat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan sholat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat."_
(HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al-Musnad no. 9140)

*8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.*
_"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata; "aamiin" dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan."_
(HR. Imam Muslim dari Ummud Darda', Shahih Muslim: 2733)

*9. Orang-orang yang berinfak.*
_"Tidak satu hari pun di mana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, "Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak", dan lainnya berkata, "Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit (bakhil)"._
(HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari: 1442 dan Shahih Muslim: 1010)

*10. Orang yang sedang makan sahur.*
_"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk di saat sahur untuk puasa "sunnah"._
(HR. Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath-Thabrani, dari Abdullah bin Umar)

*11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.*
_" Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh."_
(HR. Imam Ahmad dari 'Ali bin Abi Thalib, Al-Musnad: 754)

*12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.*
_"Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah di antara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bsemut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain."_
(Al-Hadits dari Abu Umamah Al-Bahily).

Indahnya penderitaan mereka (Ahlul Bayt) ?
Diriwayatkan pada masa kecil menjelang lebaran, Alhasan dan Alhusain tidak memiliki pakaian baru untuk lebaran, sedangkan hari raya sebentar lagi datang. Mereka bertanya kepada ibunya,

"Wahai ummah anak2 di Madinah telah dihiasi dg pakaian lebaran kecuali kami, mengapa bunda tidak menghiasi kami?"
Sayyidah Fathimah menjawab,
"sesungguhnya baju kalian berada di tukang jahit". Ketika malam hari raya tiba, mereka berdua mengulangi pertanyaan yg sama, Sayyidah Fathimah menangis karena tidak memiliki uang untuk membeli baju buat kedua buah hatinya itu.., Ketika malam tiba, ada yg mengetuk pintu rumah, lalu Sayyidah Fathimah bertanya, "siapa?"

Orang itu menjawab, "Wahai putri Rosulullah, aku adalah tukang jahit, aku datang membawa hadiah pakaian untuk putra2mu". Maka beliaupun membuka pintu, tampak seseorang membawa sebuah bingkisan hadiah, lalu diberikan kepada Sayyidah Fathimah....

Kemudian beliau membuka bingkisan tersebut, ternyata didalamnya terdapat 2 gamis, 2 celana, 2 mantel, 2 sorban serta 2 pasang sepatu hitam yang kesemuanya sangat indah. Lalu Sayyidah Fathimah membangunkan kedua putra kesayangannya lalu memakaikan hadiah tersebut kepada mereka....

Kemudian Rosulullah SAW datang dan melihat keduanya sudah dihiasi dari semua hadiah yg terdapat dalam bingkisan tsb.

Kemudian Rosulullah SAW menggendong kedua cucunya dan menciumi mereka dg penuh cinta dan kasih sayang.

Rosulullah SAW bertanya kpd Sayyidah Fathimah, "Apakah engkau melihat tukang jahit tersebut?"
Sayyidah Fathimah menjawab:
"Iya, aku melihatnya", Lalu Rosulullah SAW bersabda, "Duhai putriku, dia bukanlah tukang jahit, melainkan Malaikat Ridwan penjaga surga..." Bahkan para penghuni langit dan bumi pun berbahagia jika kedua cucu Rosulullah berbahagia dan bersedih jika mereka bersedih....

Shollu AlanNabii Muhammad...

Rahasia Dzikir Sirr
SATU KALI DZIKIR SIRR SEBANDING DENGAN 35 JUTA DZIKIR LISAN.

JIKA ASMA ALLAH DIUCAPKAN SEKALI SAJA DENGAN LISAN, ITU DISEBUT DZIKIR (MENGINGAT) LISAN...NAMUN JIKA NAMA ALLAH DIINGAT DENGAN HATI, MAKA ITU AKAN SEBANDING DENGAN TIGA PULUH LIMA JUTA UCAPAN-UCAPAN (DZIKIR) LISAN...ITULAH DZIKIR HATI ATAU DZIKIR SIRR.

ADA 35 JUTA PEMBULUH DARAH DALAM TUBUH DAN SEMUA TERHUBUNG KE JANTUNG...JIKA NAMA ALLAH DIUCAPKAN, BAHKAN SEKALI SAJA (DENGAN HATI) MAKA SEMUA YANG MENGALIR MENGUCAPKAN JUGA.

(SAYID ALI JAMAAT SHAH NAQSYBANDI-MUJADDIDI)
ALLAHUMMA SHALLI 'ALAA SAYYIDINA MUHAMMAD WA 'ALAA ALI SAYYIDINA MUHAMMAD.

Rahasia sholat 5 waktu
Keagungan Shalat 5 Waktu

Dari Muadz Bin Jabbal dan Dari Jabir bin Abdullah meriwayatkan " Tatkala Rasulullah di mi'rajkan ,pada langit pertama beliau melihat para malaikat yang berdzikir kepada Allah ta'ala sejak mereka di ciptakan Allah ,tanpa mengangkat kepala. 

Pada langit kedua " beliau melihat para malaikat yang beruku' kepada Allah sejak mereka di ciptakan Allah ,tanpa mengangkat kepala mereka 

pada langit ke tiga " beliau melihat para malaikat yang bersujud kepada Allah sejak mereka di ciptakan ,tanpa mengangkat kepala mereka ,selain ketika Rasulullah menyampaikan salamnya kepada mereka ,barulah mereka mengangkat kepala mereka dan menjawab salam Rasulullah Saw ,selanjutnya mereka bersujud lagi sampai hari kiyamat dan oleh karenanya sujud dalam Shalat menjadi dua kali

pada langit ke empat " beliau melihat para malaikat yang bertasyahud 

pada langit kelima " beliau melihat para malaikat yang bertasbih 

pada langit ke enam " beliau melihat malaikat yang bertakbir dan bertahlil 

pada langit ke tujuh " beliau melihat para malaikat yang membaca salam sejak mereka di ciptakan ,Rasulullah pun ingin agar beliau dan umatnya mempunyai ibadah ibadah seperti malaikat" yang beliau jumpai dari langit pertama sampai ke tujuh tersebut ,Allah pun mengetahui keinginan dan kerinduan Nabi ,, ,lalu dia kumpulkan ibadah malaikat di langit yang tujuh itu ,dan dengan ibadah itu dia memuliakan Nabi seraya berfirman " Barangsiapa menunaikan Shalat yang lima (Lima waktu) ,maka dia akan memperoleh pahala ibadah para malaikat di tujuh langit 

(Kitab Raudhatul Ulama)
Wallahua'lam
Malu Sama Cacing
Ada kisah yang yang perlu kita renungkan, yaitu kisah Nabi Musa as. Suatu ketika Nabi Musa as duduk bersandar di sebuah pohon, tiba-tiba muncul dari dalam tanah seekor cacing merah. Saat itu Nabi Musa as langsung bergumam sendiri: “Buat apa Allah menciptakan seekor cacing merah yang menjijikan seperti ini.” Ternyata Allah mengijinkan pada cacing itu dapat berbicara hingga Nabi Musa as dapat mendengar ucapannya. Cacing berkata: “Wahai Nabi Allah aku diciptakan Allah agar aku dapat membaca tasbih ( subhanalloh, walhamdulillah, walaa ilaa ha illalloh, walloohu akbar) di siang hari 1000 kali dan membaca sholawat ( allohumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa ‘aali Muhammad saw ) kepada Nabi Muhammad SAW di malam hari 1000 kali.

Mendengar jawaban itu Nabi Musa as tertunduk malu dengan cacing yang kelihatannya menjijikan. Lalu beliau bertobat kepada Allah. Bagaimana dengan kita, sudahkan kita bertasbih dan membaca sholawat 1000 kali dalam sehari? apakah kita lebih mulia dari cacing atau lebih hina?

Jika belum mari kita berusaha dengan kemampuan kita masing-masing... jangan sampai kita dikalahkan oleh seekor cacing merah yang menjijikkan.

Sumber : MUKAASYAFATUL QULUB, karya Imam Ghozali
bab Al-Haya.
KEBERKAHAN TAWASSUL KEPADA GURU MULIA AL HABIB UMAR BIN HAFIDZ"
KEBERKAHAN TAWASSUL KEPADA GURU MULIA AL HABIB UMAR BIN HAFIDZ"
------------------------------------------------------
Al habib Muhammad Al bagir bin Alwi bin Yahya bercerita kepada kami;

Ada salah seorang jamaah Majelis Rasulullah hendak berziarah kemakam Al habib Husein bin Abubakar Alaydrus, ditengah perjalanan ia melihat seorang anak kecil seorang diri mengalami kecelakaan, dibawalah oleh dia kerumah sakit terdekat tetapi rumah sakit tersebut tdk menyanggupi karena luka yang dideritanya cukup parah akhirnya dibawa mencari lagi rumah sakit yang lainnya dan alhamdulillah rumah sakit itu menyanggupi. 

Dilakukan penanganan operasi terhadap anak kecil tersebut, dokter berkata hampir saja anak ini terkena kelenjar dibagian otaknya. 

Ditengah kegelisahan jamaah ini, ia berdoa kepada Allah swt dengan keyakinan hati yang mantap :
"YA ALLAH SEMBUHKANLAH ANAK INI DENGAN KEMULIAAN DAN KEBERKAHAN GURU MULIA AL HABIB UMAR BIN HAFIDZ DAN SYEIKH ABUBAKAR BIN SALIM".

Selesai operasi anak ini tersadar dan langsung berkata : 

"dimana kakek kakek tua bersorban tinggi yang memberi makan saya tadi ?",
dibuat bingung lah seisi ruangan itu karena tak ada kakek kakek tua yang dimaksud, dan kembali berucap lagi : 

"dimana kakek kakek tua berjenggot merah yang memberi makan saya tadi ?"
Teringatlah jamaah itu dengan sesosok guru mulia Al habib Umar dan diperlihatkan kepada anak kecil itu foto dihape dia sembari berkata :
"apakah orang ini yang adek maksud?",
dengan penuh kejujuran anak kecil itu berkata
"iya, orang ini yang menyelamatkanku".

Subhanallah menangis Al habib Muhammad Al bagir bin Alwi bin Yahya mendengar cerita jamaah tersebut.
 
Sholu alan Nabi Muhammad SAW.....
Akhlak yang luhur Sahabat Utama Nabi SAW
AKHLAK DAN TAWADHU'NYA SAHABAT NABI SAW

Pada suatu hari, Sayyidina Abu Bakar رضي اللّـہ عنہ dan Sayyidina Ali bin Abi Thalib كرم الله وجهه pergi berkunjung ke rumah Rasulullah ﷺ. Setibanya di depan pintu rumah Nabi ﷺ, satu sama lain saling mempersilahkan rekannya untuk masuk terlebih dahulu.

• Sayyidina Abu Bakar : "Engkau masuklah duluan, wahai Ali!"
• Sayyidina Ali : "Mana mungkin aku akan mendahuluimu, ya Abu Bakr, sedang Rasulullah ﷺ sendiri pernah bersabda tentang mu: “Belum pernah matahari terbit atau terbenam atas seseorang sesudah para Nabi, lebih utama dari Abu Bakar.”

• Sayyidina Abu Bakar : "Mana mungkin aku akan mendahuluimu, wahai Ali, sedang Rasulullah ﷺ juga pernah bersabda tentangmu: “Aku telah menikahkan wanita terbaik kepada lelaki terbaik, aku nikahkan putriku Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib.”

• Sayyidina Ali : "Mana mungkin aku akan mendahuluimu, ya Abu Bakar, sedang Nabi ﷺ pernah bersabda: “Kalau iman umat ini ditimbang dengan iman Abu Bakar, tentu akan berat timbangan iman Abu Bakar.”

• Sayyidina Abu Bakar: "Mana mungkin aku akan mendahuluimu, wahai Ali, sedang Rasulullah ﷺ pernah bersabda tentangmu: “Dikumpulkan Ali bin Abi Thalib di Mahsyar pada hari Kiamat kelak dengan berkendaraan bersama Fatimah, Hasan dan Husain, lalu orang-orang bertanya-tanya, “siapa gerangan orang tersebut itu?” Lalu ada yang menjawab, “ia bukan seorang Nabi, tetapi Ali bin Abi Thalib dan keluarganya.”

• Sayyididna Ali: "Mana mungkin aku akan mendahuluimu, wahai Aba Bakar, sedang Rasulullah ﷺ pernah bersabda tentang engkau: “Kalau aku harus mempunyai kekasih selain dari Rabbku, tentu aku akan memilih Abu Bakar sebagai kekasihku.”

• Sayyidina Abu Bakar: "Mana mungkin aku akan mendahuluimu, wahai Ali, sedang Rasulullah ﷺ pernah bersabda: “Pada hari kiamat aku bersama Ali, lalu ALLAH berfirman kepadaku: “Wahai kekasihku, aku telah pilihkan untukmu, Ibrahim al-Khalil sebagai ayah terbaikmu, dan Aku telah pilihkan untuk Ali sebagai saudara dan sahabat terbaikmu.”

• Sayyidina Ali: "Mana mungkin aku akan mendahuluimu, ya Abu Bakar, sedang ALLAH Ta’ala pernah berfirman tentangmu: “Dan orang yang datang membawa kebenaran dan orang yang membenarkannya, mereka itu adalah orang-orang yang bertaqwa (QS. Az-Zumar: 33)

• Sayyidina Abu Bakar: "Mana mungkin aku akan mendahuluimu, wahai Ali sedang ALLAH سبحانه وتعالى juga telah mengisyaratkan mu dalam firman-NYA: Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari kerelaan ALLAH; dan ALLAH Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 207)"

-----------------
Pada waktu keduanya sedang asyik memperbincangkan keutamaan sahabatnya, Sayyidina Jibril عليه السلام datang berkunjung kepada Rasulullah ﷺ, seraya berkata: “Ya Rasulullah, di luar sana ada Abu Bakar dan Ali hendak menemuimu. Pergilah, sambutlah keduanya!”

Maka Rasulullah ﷺ segera bangkit dari duduknya, menyambut mesra dan mempersilakan masuk kedua sahabatnya yang mulia. Beliau ﷺ menempatkan Abu Bakar di sebelah kanannya dan Ali di sebelah kirinya, seraya berkata kepada mereka,
“Demikianlah kami kelak dibangkitkan di hari Kiamat.”
Masya Allah...! 
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Di dalam Al Qur'an ALLAH ﷻ berfirman :
وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
Dan rendahkanlah sayapmu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman (QS. Asy-Syu’ara: 215)

* Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang tawadhu', berakhlak mulia, seperti yang dicontohkan Nabi kita Sayyiduna Muhammad ﷺ serta para Sahabat beliau.
امين يا رب العالمين
Oleh : AHLI SHOLAWAT ( FB )
10 Tanda Hati Mati

Syeikh Ibrahim bin Adham menyatakan 10 tanda hati mati yaitu :

1. Mengaku kenal Allah S.W.T, tetapi tidak menunaikan hak-haknya Allah S.W.T
2. Mengaku cinta kepada Rosulullah SAW, tetapi tidak menunaikan Sunnah-sunnah Baginda SAW
3. Membaca Al-Qur'an, tetapi tidak ber'amal dengan hukum-hukum didalamnya
4. Memakan nikmat-nikmat Allah S.W.T, tetapi tidak mensyukuri atas pemberianNya
5. Mengaku Syaithon itu musuh, tetapi tidak berjuang untuk menentangnya
6. Mengaku adanya nikmat Syurga, tetapi tidak ber'amal untuk mendapatkannya
7. Mengaku adanya siksa Neraka, tetapi tidak berusaha untuk menjauhinya
8. Mengaku kematian pasti tiba bagi setiap jiwa, tetapi masih tidak bersedia untuknya
9. Menyibukkan diri membuka ke'Aib'an orang lain, tetapi lupa akan ke'Aib'an dirinya sendiri
10. Menghantarkan dan menguburkan Jenazah / Mayat saudara se'Islam, tetapi tidak mengambil pelajaran daripadanya

Semoga berkat Rosulullah SAW, hati kita selalu di hidupkan tuk taat ibadah kepada Allah S.W.T dan Rosul'Nya..
Keluasan Ilmu dan Akhlak Budi Pekerti
Keluasan Ilmu dan Akhlak Budi Pekerti di Negeri Seribu Wali, Tarim Hadramaut, Yaman. 
(Kisah Sulthonul Qulub Al Habibana Munzir bin Fuad Al Musawa)

Saat saya ke Tarim hadramaut yaman, (1994-1998), saya duduk hadir disuatu majelis yg penuh sarat dengan para ulama kelas satu, disana ada empat mufti, saya tidak mengenal mereka karena baru datang dari indonesia, karena halaqah sudah penuh padat, saya duduk dipaling belakang, disebelah saya orang orang yg menyiapkan kopi dan suguhan untuk para hadirin, disebelah mereka duduk seorang sepuh bertampang biasa saja, saya mencium tangannya bukan karena apa apa, tapi karena ia sudah sepuh, dan hati saya membatin, bahwa dia ini bukan ulama apa apa, cuma sepuh saja, kalau dia ulama mestilah ia duduk dishaf depan atau terdepan, bukan duduk disebelah tukang pembagi kopi dg gelas gelas yg ribut dan air bertumpahan kemana mana. selepas majelis bubar, semua orang berdesakan menyalaminya, termasuk ulama ulama sepuh yg dishaf terdepan, saya bingung dan bertanya tanya, inikan cuma orang sepuh yg duduk dipaling belakang, ternyata ia adalah Syeikh Fadhl ba fadhl, pimpinan majelis para mufti di Tarim hadramaut, ia pimpinan mufti, namun karena tawadhu dan rendah dirinya, ia tidak mau maju kedepan karena datang terlambat, saya jadi sangat malu..
Akhlaq yang indah ...
Apakah kita lebih sibuk dari Guru Mulia AlHabib Umar Bin Hafidz?
Yang sebelum datang waktu fajar sudah siap berada di masjid darul mustafa, setelah sholat berjamaah, berdzikir dan terus memberikan pelajaran kepada muridnya sehari penuh, terbang ke mancanegara berdakwah berminggu minggu sepanjang tahun, bertemu dengan pemimpin negara, berbincang dengan ulama besar lainnya dan tak jarang kembali kerumah hanya untuk beberapa saat. Mengisi waktu malamnya untuk dekat dengan Penciptanya.

 
Tapi itu tidak membuatnya melupakan orang orang yang dicintai Allah dan Nabi, bersilaturahim dengan orang miskin.
Meski terkadang harus duduk dipelataran rumah mereka, tidak mengurangi kebahagiaan beliau.

كان رسول الله ﷺ يحب المساكين والفقراء ويجلس إليهم "Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam sangat mencintai orang miskin dan selalu duduk bersama mereka"
 
 
Pentingnya Sanad & Ijazah

Sanad Dan Ijazah


sanad 300x225 Sanad Dan Ijazah 
Sebagai kata, sanad bermakna lereng bukit atau sesuatu yang dibuat sandaran. Adapun makna sanad sebagai istilah adalah rentetan mata rantai matan (redaksi suatu informasi/pengetahuan/ilmu) yang terdiri dari beberapa orang yang meriwayatkan yang bersambung-sambung. Pengertian terminologis ini umumnya dimaksudkan dalam disiplin ilmu hadits dan qira’at. Keduanya, hadits dan qira’at, menghubungkan rawi (orang yang meriwayatkan) bagil ilmu hadits dan qari (pembaca Al-Qur’an) bagi ilmu qiraa’at, yang berhulu pada Rasulullah SAW.

Sanad adalah silsilah atau mata rantai yang menyambungkan dan menghubungkan sesuatu yang terkait dan bertumpu kepada sesuatu yang lain. Dalam kacamata tasawuf, sanad keilmuan, amalan dzikir dan ketarekatan adalah bersambungnya ikatan bathin kepada guru-guru dan mursyid.

Jadi, dalam sanad ini, terkandung aspek muwashalah (hubungan dan ketersambungan) satu pihak dengan pihak yang lain, akibat adanya tahammul wa al-ada’ (mengambil dan memberi).

Sistem sanad merupakan salah satu mekanisme pencarian ilmu dan pengetahuan yang sempurna. Karena setiap pengetahuan yang dipindahkan itu dapat dipertanggungjawabkan otensitas dan keabsahannya melalui rantaian periwayatan setiap perawi.

Ketelitian ini dapat dilihat dari kaidah ulama hadits dengan hanya mengambil hadits dari perawi yang tsiqah (dapat dipercaya). Begitu juga dengan kaidah disiplin ilmu qira’at.

Disiplin ilmu sanad dianggap sebagai sesuatu yang sangat penting dalam menjamin keshahihan ilmu yang disampaikan sehingga dianggap sebagai bagian masalah kepentingan agama. Al-Imam Ibnu Sirin (110 H/728 M) mengungkapkan :

“Sesungguhnya ilmu ini (ilmu sanad) termasuk urusan agama. Oleh karena itu, perhatikanlah dari siapa kamu mengambil ajaran agama kamu”.

Begitupun dengan Imam Abdullah bin Al-Mubarak (181 H/797 M), yang menyatakan urgensi ilmu sanad ini dalam ungkapannya :

“Rangkaian sanad itu merupakan bagian agama. Kalu bukan karena menjaga sanad, pasti siapapun akan dapat semaunya mengatakan apa saja yang dia ingin katakan”.

Ibnu Al-Mubarak juga berkata, “Pelajaran ilmu yang tak punya sanad bagaikan menaiki atap tanpa punya tangganya, sungguh telah Allah muliakan umat ini dengan sanad.

Bahkan Imam As-Syafi’I mengingatkan, “Orang yang belajar ilmu tanpa sanad guru bagaikan orang yang mengumpulkan kayu bakar di kegelapan malam. Ia membawa kayu bakar yang diikatnya padahal terdapat padanya ular berbisa dan ia tak tahu”.
Karena Ia Bersama Allah
Kisah Shaykh Ahmad ibn `Ujayl

"Pada satu hari, sedang al-Shaykh Ahmad ibn Musa ibn `Ujayl رحمه الله تعالى duduk mengajar bersama Murid-muridnya, masuk seorang mengadu akan hal jirannya yang dirasuk jin. Beliau meminta kepada Shaykh Ahmad untuk mengubati jirannya itu.

Shaykh Ahmad sanggup dan pergilah mereka kepada orang yang terkena jin itu. Beliau pun membacakan ke atasnya hanya sepotong ayat al-Qur`an (Surah Yunus ayat 59 [10:59]) iaitu : "Adakah ALLAH Mengizinkan yang demikian bagimu atau kamu berdusta terhadap ALLAH."

Dengan Kuasa ALLAH, orang itu terus baik dan pulih seperti sedia-kala.

Setelah beberapa lama, penyakitnya berulang lagi. Dicari Shaykh Ahmad ibn Musa ibn `Ujayl sekali lagi tetapi didapatinya dia telah meninggal dunia.

Melihat keadaan demikian, datang seorang dan berkata, "Saya tahu apa yang dibacakan oleh Shaykh Ahmad itu dan saya boleh membacakan dan mengubatinya."

Maka dia pun membacakan ayat tadi. Tetapi pesakit itu tetap tidak berubah dan tidak ada kesan apa-apa. Kenapakah demikian? Nyatalah bahawa ayat yang dibacakan itu sama sahaja tetapi lisan yang membacanya itu berlainan. Tidak sama bacaan seorang itu dengan yang lain. Ini bergantung keatas pendirian orang itu terhadap ALLAH سبحانه وتعالى."


Murid Yang Terpilih

"Orang-orang dahulu pernah membawa satu riwayat. Dikatakan ada seorang Guru mempunyai ramai anak Muridnya tetapi dia sayang kepada seorang anak Muridnya itu lebih daripada yang lain.

Pada satu masa, Gurunya itu telah memberikan seekor burung kepada tiap-tiap anak Muridnya itu dan menyuruh mereka semua menyembelihnya di tempat yang tiada dilihat oleh sesiapa.

Tiap-tiap anak Muridnya kemudian pergi mencari tempat yang tiada dilihat oleh sesiapa dan menyembelih burung itu. Seorang Muridnya itu membawa kembali burung itu tanpa disembelihnya. Apabila ditanya oleh Gurunya, dia menjawab, "Tuan Guru telah memberikan kepadaku satu syarat yang berat."

"Apa syarat yang berat itu?", tanya Gurunya. "Tuan Guru telah menyuruh saya menyembelihnya di tempat yang tiada dilihat oleh sesiapa. Tetapi di mana saya pergi, saya dapati ALLAH Melihat saya."

Begitulah seorang anak yang Saleh, sedar bahawa ALLAH senantiasa Berada bersamanya." - Kisah-kisah yang teramat indah ini pernah disampaikan oleh Al-`Allamah al-`Arif BiLlah al-Quthub al-Habib `Abd al-Qadir ibn Ahmad ibn `Abd al-Rahman al-Saqqaf رحمه الله تعالى ketika beliau berkunjung Da`wah ke Singapura. Petikkan dari kitab "Cahaya Hidayah - Syarahan Dan Nasihat Habib `Abd al-Qadir bin Ahmad al-Saqqaf" karangan Shohibul Fadhilah al-Habib as-Sayyid Hasan ibn Muhammad ibn Salim al-`Attas حفظه الله تعالى.

Sumber :
http://ukhti27.blogspot.com/2011/01/kerana-ia-bersama-allah.html
Penciptaan Ruh yang Agung
Penciptaan Ruh Yang Agung PDF Cetak E-mail
 
Telah diceritakan pada salah satu hadis, sesungguhnya Allah SWT telah menciptakan sebuah pohon yang memiliki empat cabang. Pohon itu dinamakan Sajaratul Yaqin. Kemudian Allah SWT menciptakan Nur Muhammad SAW dari intan putih serupa dengan burung merak, lalu ALlah SWT meletakkan burung merak itu di atas Sajaratul Yaqin, bertasbihlah burung tadi di atas pohon tersebut selama tujuh puluh ribu tahun. Kemudian Allah SWT menciptakan cermin kehidupan (Mir'aatil Hayaati) dan diletakkan cermin tersebut di muka burung merak. Ketika burung tersebut menatap cermin terlihatlah wajahnya yang lebih indah dari perhiasan yang lebih baik serta lemah lembut tingkah lakunya. Maka dia merasa malu kepada Allah SWT. Lalu berkeringatlah ia hingga meneteslah keringat tersebut enam tetesan. Dari tetesan yang pertama Allah SWT menjadikan Abu Bakar Shidiq RA, Dari tetesan kedua Allah SWT menjadikan Umar RA, dari tetesan ketiga Allah SWT menjadikan Utsman RA, dari tetesan keempat Allah SWT menjadikan Ali RA, dari tetesan kelima Allah SWT menjadikan bunga mawar dan dari tetesan keenam Allah SWT menjadikan padi.
 
Kemudian bersujudlah nur-nur yang berasal dari nur Nabi Muhammad SAW tadi lima kali. Maka jadilah sujud itu atas diri kita sebagai kewajiban sholat lima waktu kepada Nabi Muhammad SAW beserta umatnya. Kemudian Allah SWT melihat nur itu sekali lagi, maka berkeringatlah ia karena malu kepada AAllah SWT. Maka Allah SWT menciptakan para Malaikat dari hidungnya, menciptakan Arsy dari keringat wajahnya, menciptakan Kursi , Lauh, Qalam, Matahari, Bulan, beberapa hijab, Bintang-bintang, san segala sesuatu yang ada di langit. Dan menciptakan para Nabi, Rosul, Ulama, Syuhada, Orang-orang Soleh dari keringat di dadanya. Dan menciptakan Baitul Makmur, Ka'bah, Baitul Maqdis dan tempat-tempat masjid di dunia dari keringat punggungnya. Dan menciptakan umat dari kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat dari keringat alisnya. Dan menciptakan kaum Yahudi, Nasrani, Majusi dan golongan yang serupa dan kaum yang melampaui batas yaitu kaum munafiq dari keringat telinganya. Dan diciptakan bumi dan seisinya  dari keringat kakinya. Kemudian Allah SWT berfirman kepada nur Muhammad "Lihatlah di mukamu wahai nur Muhammad", maka melihatlah ia. Dan terlihat di mukanya berupa nur dan dikirinya berupa nur. Nur-nur tersebut adalah Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali Rohimakumullah. Lalu bertasbihlah nur-nur tersebut selama tujuh puluh ribu tahun. Kemudian Allah SWT menjadikan nur para nabi dari nur Muhammad SAW. Dan dijadikan pula ruh-ruh umat para Nabi tersebut dari ruh-ruh Nabi mereka yakni ruh setiap umat dijadikan dari keringat ruh nabinya.
 
Dan dijadikan ruh-ruh kaum mukminin dari umat Muhammad SAW, lalu berkatalah semua ruh tadi dengan ucapan,"Laailaaha Illallah Muhammadur Rasulullah". Kemudian Allah SWT menjadikan sebuah lampu dari Aqik yang merah terlihat dari luar dalamnya. Kemudian dijadikan wajah Muhammad SAW seperti wajahnya di dunia. Diletakkan wajah tersebut di dalam lampu, berdirilah di dalamnya sebagaimana berdirinya ketika shalat lalu berkelilinglah ruh para nabi di sekitar nur Muhammad SAW. Mereka bertasbih, bertahlil selama seribu tahun. Lalu Allah SWT memerintah kepada semua ruh agar melihat wajah Muhammad SAW, maka melihatlah mereka padanya.
 
Di antara mereka ada yang melihat kepalanya jadilah di dunia dia pemimpin dan raja di antara para mahluk. Ada yang melihat keningnya, jadiilah dia pemimpin yang adil. Ada yang melihat kedua matanya, jadilah dia hafal kitab Allah SWT, ada yang melihat alisnya, jadilah dia tukang ukir. Ada yang melihat kedua telinganya jadilah dia orang yang ahli mendengar dan menerima. Ada yang melihat kedua pipinya, jadilah dia orang yang bagus dan pandai. Ada yang melihat kedua bibirnya, jadilah dia di dunia seorang menteri. Ada yang melihat hidungnya, jadilah dia seorang hakim, tabib, penjual minyak wangi. Ada yang melihat mulutnya, jadilah dia orang yang ahli puasa. Ada yang melihat giginya, jadilah dia seorang yang bagus parasnya. Ada yang melihat lidahnya, jadilah dia utusan di antara para raja. Ada yang melihat kerongkongannya, jadilah dia ahli Da'wah, penasihat, dan ahli adzan. Ada yang melihat jenggotnya, jadilah dia seorang yang berjihad di jalan Allah SWT. Ada yang melihat lehernya, jadilah dia seorang pedagang. Ada yang melihat kedua bahunya, jadilah dia seorang ahli penunggang kuda dan ahli pembuat pedang. Ada yang melihat bahu kanannya, jadilah dia seorang hajjam (chantuk) yaitu ahli mengeluarkan darah kotor. Ada yang melihat bahu kanannya, jadilah dia seorang yang bodoh. Ada yang melihat telapak tangan kanannya, jadilah dia  seorang tukang tukar uang dan pembordir. Ada yang melihat telapak tangan kirinya, jadilah dia seorang juru takar. Ada yang melihat kedua tangannya, jadilah dia seorang yang dermawan dan cerdas. Ada yang melihat punggung telapak tangan kirinya, jadilah dia seorang yang bakhil atau kikir. Ada yang melihat punggung telapak tangan kanannya, jadilah dia seorang juru masak. Ada yang melihat ujung-ujung jari tangan kirinya, jadilah dia seorang sekretaris. Ada yang melihat ujung-ujung jari tangan kanannya, jadilah dia seorang penjahit. Ada yang melihat jari-jari tangan kirinya, jadilah dia seorang tukang besi. Ada yang melihat dadanya, jadilah dia seorang yang alim, mulia, dan mujtahid. Ada yang melihat punggung tubuhnya, jadilah dia seorang yang tawadhu' dan taat terhadap perintah agama. Ada yang melihat lambungnya, jadilah dia seorang yang ahli berperang. Ada yang melihat perutnya, jadilah dia seorang yang qana'ah dan ahli zuhud. Ada yang melihat kedua lututnya, jadilah dia seorang yang ruku' dan sujud. Ada yang melihat kedua kakinya, jadilah dia seorang pemburu. Ada yang melihat kedua telapak kakinya, jadilah dia seorang yang ahli berjalan. Ada yang melihat bayang-bayangnya, jadilah dia seorang penyanyi dan ahli gitar. Ada juga yang tidak melihatnya sama sekali, maka jadilah dia golongan yahudi, nasrani, kafir dan majusi dan juga ada golongan yang mengaku menjadi Tuhan seperti Fir'aun dan orang-orang kafir lainnya.
 
Wallahu 'Alam. 

Assalamu 'Alaika Ayyuhan Nabiyyu Warahmatullahi Wabarokatuh

Video Streaming Acara Akbar "Majelis Rasulullah"