Qasidah Munajat Al Imam Al Quthb Habib Abdullah Al Haddad

Qasidah Munajat Al Imam Al Quthb Habib Abdullah Al Haddad

Ya Rasulallah . . .

Tampilkan postingan dengan label Peringatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peringatan. Tampilkan semua postingan
Do'a Husnul Khatimah Imam Haddad ra.
DOA HUSNUL KHATIMAH AL IMAM AL QUTHBIR RABBANI AS SAYYID ABDULLAH BIN ALWY AL AHADDAD

Al Imam Al Quthb Al Habib Abdullah bin ‘Alwi Al Hadad berkata, “Diantara yang menjadikan seseorang meninggal dunia dalam keadaan husnul khotimah adalah, setiap selesai mengerjakan sholat Maghrib ia mengucapkan,

استغفر الله الذي لا اله الا هو الحي القيوم الذي لا يموت و اتوب اليه رب اغفرلي
Astagfirulloohalladzii laa ilaa-ha illaa huwal Hayyul Qoyyuum alladzii laa yamuut wa atuubu ilaih, robbighfirlii

Kemudian dilanjutkan dengan membaca sholawat Husnul Khotimah berikut ini,

اللهم صل على سيدنا محمد و على اله وصحبه وسلم بعدد كل حرف جرى به القلم
Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad in wa ‘ala aaliihi washohbihi wasallim bi’adadi kulli harfin jaro bihil qolam

Artinya: Yaa Allah limpahkanlah shalawat dan salam kepada Sayyidina Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya sebanyak bilangan huruf yang digariskan oleh qolam.

Barangsiapa membaca semua itu (setelah sholat Maghrib), sebelum mengucapkan yang lain, niscaya ia akan meninggal dalam keadaan beriman.” Insyaa Allah. Wallahu A’lam.

Sumber :
(As Sayyid Al Habib Al ‘Alim Al Faqih Abdurrahman bin Muhammad bin Husain bin Umar Al Masyhur Al Ba’alawi, dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin fi Talkhish Fatawa Ba’dhil A’immati minal ‘Ulama’ Al Muta-akhkhirin)

3 do'a di sujud terakhirmu
TIGA DOA yang Jangan engkau lupakan dalam Sujudmu .

1. Mintalah di wafatkan dalam keadaan Husnul Khotimah
١. اللهم إني أسألك حسن الخاتمة.
Allahumma inni as-aluka Husnal Khotimah.
Artinya : " Yaa Allah... Aku meminta kepadaMu Husnul Khotimah "

2. Mintalah agar kita diberikan Kesempatan Taubat sebelum wafat
٢. اللهم ارزقني توبة نصوحا قبل الموت
.Allahummarzuqni taubatan nasuha qoblal mauti.
Artinya: " Yaa Allah... Berilah aku rezeki Taubat Nasuha (atau sebenar-benarnya taubat) sebelum wafat "

3. Mintalah agar Hati kita ditetapkan diatas Agama-Nya
٣. اللهمّ يا مقلب القلوب ثبّت قلبي على دينك
Allahumma yaa Muqollibal Quluub tsabbit qolbii ala diinik.
Artinya: " Yaa Allah... Wahai Sang Pembolak Balik Hati.., Tetapkanlah Hatiku diatas AgamaMu"

Semoga bermanfaat
Wudhu Bathin
Doa ketika membasih anggota wudhu....

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

1. Doa ketika membasuh dua pergelangan tangan:
اللَّهُمَّ احْفَظْ يَدَيَّ مِنْ مَعَاصِيكَ كلها
Allohummahfidz Yadayya Min Ma a'syika Kulliha
Artinya: Ya Allah, peliharalah kedua tanganku daripada melakukan maksiat
kepadaMu.

2. Doa ketika berkumur:
اللَّهُمَّ اَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Allohumma a'inni 'Ala Dzikrika wa Syukrika wahusni 'Ibadatika
Artinya: Ya Allah, bantulah aku supaya aku dapat berzikir kepadaMu, dan
bersyukur kepadaMu, dan perelok ibadah kepadaMu.

3. Doa ketika membasuh hidung:
اَللَّهُمَّ أَرِحْنِي رَائِحَة الجَـنَّةْ
Allohumma Arihni Roihatal Jannati
Artinya: Ya Allah, berilah aku ciuman daripada haruman bau Syurga.

4. Doa ketika membasuh muka (setelah membaca niat wudhu dalam
hati):
اَللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِى يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَتَسْوَدُّ
وُجُوْهٌ
Artinya: Ya Allah, putihkanlah wajahku pada hari putihnya wajah-wajah
dan hitamnya wajah-wajah.

5. Doa ketika basuh tangan kanan:
اَللَّهُمَّ اَعْطِنِى كِتاَبِى بِيَمِيْنِى وَحَاسِبْنِى حِسَاباً
يَسِيْرًا
Allohumma A'thini kitabi biyamini wa hasibni hisaban yasiro
Artinya: Ya Allah! berikanlah kepadaku kitabku dari sebelah kanan dan
hitunglah amalanku dengan perhitungan yang mudah.

6. Doa ketika membasuh tangan kiri:
اَللَّهُمَّ لاَ تُعْطِنِى كِتاَبِى بِشِمَالِى وَ لاَ مِنْ وَرَاءِ
ظَهْرِىْ
Allohumma Laa Ta'thini Kitabi bisyimali walaa min waro,i dzohri
Artinya: Ya Allah, janganlah beri kepadaku kitab amalanku dari sebelah
kiri atau dari sebelah belakang.

7. Doa saat membasahi kepala:
اَللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ
Allohumma harrim sya'ri wabasyari 'Alannari.
Artinya: Ya Allah, haramkan rambutku dan kulit kepalaku daripada
neraka.

8. Doa ketika membasuh dua telinga:
اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ اْلقَوْلَ
فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ
Allohummaj'Alni minalladzina yastami'unal Qoula fayattabi'una ahsanahu
Artinya: Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mendengar
ucapan yang baik dan mengikuti sesuatu yang terbaik.

9. Doa saat membasuh dua telapak kaki:
اَللَّهُمَّ ثَبِّتْ قدَمِي عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ
اْلاَقْدَامِ
Allohumma Tsabbit Qodami 'Alaa Syirothika yauma tazillul Aqdam
Artinya: Ya Allah, tetapkan kedua kakiku di atas titian shirothol
mustaqim pada hari dimana banyak kaki-kaki yang tergelincir.

10. Doa setelah berwudhu:
أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ
أَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنَ
اْلمُتَطَهِّرِيْنَ وَصَلَى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ
Artinya: Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, tiada sekutu
baginya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu hamba dan utusanNya.
Ya Allah! Jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan
jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bersuci. Dan selawat dan
salam kepada penghulu kami Muhammad, keluarganya, dan
sahabat-sahabatnya

Kapan harus memandang langit ?
HIKMAHNYA MENENGADAHKAN KEPALA KE LANGIT...

Jika dalam hatimu terlintas bisikan buruk atau ajakan untuk bermaksiat, angkatlah kepalamu ke langit lalu ucapkan: "Allah…" dengan satu nafas.
Perbuatan ini akan membakar dan menghapus dengan seketika bisikan-bisikan buruk dalam hati.
Hikmah dari menengadahkan kepala ke langit adalah karena setan tidak dapat mendatangi manusia dari atas kepalanya.
Allah Ta’ala berfirman : “Kemudian Saya (iblis) akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka.(QS
Al-A’raf, 7:17).
Allah swt tidak mengatakan bahwa iblis akan mendatangi mereka dari atas.
Sumber : Group Bani Alawiyyin
Allahuma Shalli 'Alaa Sayyidina Muhammad Wa 'Alaa Aali Sayyidina Muhammad.
Kebiasaan leluhur Ba'alawi dalam mendidik anak
Adat Para Leluhur Ba'alawi
ﻋﺎﺩﺍﺕ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﺍﻟﺼﺎﻟﺢ ﻣﻦ ﺳﺎﺩﺗﻨﺎ ﺍﻝ ﺑﺎﻋﻠﻮﻱ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ
١١ ﻋﺎﺩﺓ ﻣﻦ ﻋﺎﺩﺍﺕ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﻓﻲ ﺗﺮﺑﻴﺔ ﺍﻭﻻﺩﻫﻢ
Kebiasaan para pendahulu kita yaitu orang-orang Sholeh dari Keluarga Ba'alawi (semoga Allah meridhoi mereka).

Ada 11 kebiasaan Salaf dalam mendidik Anak-anak mereka:
١. ﺍﻻﻡ ﻓﻲ ﺣﺎﻟﺔ ﺍﻟﺮﺿﺎﻋﺔ ﺗﻘﺮﺍﺀ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻮﻟﻮﺩ ﺍﻳﺔ ﺍﻟﻜﺮﺳﻲ ﻭﺍﻟﻤﻌﻮﺫﺗﻴﻦ ﻭﺗﻜﺮﺭﻫﻤﺎ
Seorang Ibu ketika menyusui sambil membaca Ayat Kursi dan Al ikhlas, Al falaq ,An nas dan mengulang-ulang nya.

٢. ﺍﻭﻝ ﻣﺎﻳﻠﻘﻨﻮﻥ ﺍﻟﻄﻔﻞ ﻋﻨﺪ ﺑﺪﺍﻳﺔ ﺍﻟﻨﻄﻖ (ﺭﺿﻴﺖ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﺭﺑﺎ ﻭﺑﺎﻻﺳﻼﻡ ﺩﻳﻨﺎ ﻭﺑﻤﺤﻤﺪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻧﺒﻴﺎ ﻭﺭﺳﻮﻻ)
Pertama kali yg diajarkan ke anak ketika baru bisa bicara.
"Rodhitu billahi Robba Wa bil Islami diina Wa bimuhammadin sholla Allahu ‘alayhi wa sallam Nabiyyan wa Rosuula"
artinya (aku ridho Allah sbg Tuhanku dan Islam agamaku dan Nabi Muhammad Nabi dan Rosulku )

٣. ﺍﻟﺨﺮﻭﺝ ﺑﺎﻷﻭﻻﺩ ﺍﻟﺼﻐﺎﺭ ﺁﺧﺮ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﻤﺴﺎﺟﺪ ﺣﺘﻰ ﻳﻜﻮﻥ ﻟﻬﻢ ﻋﺎﺩﺓ
Mengajak keluar anak-anak kecil ketika waktu malam yg terakhir(sebelum subuh) ke masjid agar menjadi kebiasaan.

٤. ﻗﺒﻞ ﺍﻟﻤﻮﺍﺳﻢ ﺍﻟﺪﻳﻨﺔ ﻭﻣﻮﺍﺳﻢ ﺍﻟﻨﻔﺤﺎﺕ ، ﻛﺸﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻳﺠﻤﻌﻮﻥ ﺍﻭﻻﺩﻫﻢ ﻭﻳﺴﻠﻮﻫﻢ ﻣﺎﺫﺍ ﺳﻴﻌﻤﻠﻮﻥ ﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻤﻮﺍﺳﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﻭﺍﻟﺒﺮ ﻛﻘﺮﺍﺀﺓ ﺍﻟﻘﺮﺍﻥ ﻭﺍﻟﺬﻛﺮ ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻭﻏﻴﺮﻫﺎ
Sebelum memasuki Bulan-bulan berkah seperti Ramadhon, mereka mengumpulkan anak-anak mereka dan bertanya kpd mereka, apa yg akan kalian kerjakan dibulan yg berkah ini? dari amalan membaca Al Qur'an, dzikir,dan sedekah dll.

٥. ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻌﻠﻤﻮﻥ ﺍﻭﻻﺩﻫﻢ ﺍﻟﻨﻴﺔ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﺔ ﻛﻤﺎ ﻳﻌﻠﻤﻮﻧﻬﻢ ﺍﻟﻔﺎﺗﺤﺔ
Mereka mengajari anak-anak mereka niat-niat yg baik sebagaimana mengajari mereka Surat Al Fatihah.

٦. ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻌﻘﺪﻭﻥ ﻣﺠﻠﺲ ﻋﻠﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﻳﺠﺘﻤﻊ ﻓﻴﻪ ﻛﻞ ﻣﻦ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﻳﻮﻣﻲ ﺍﻭ ﺍﺳﺒﻮﻋﻲ ﻳﻘﺮﺅﻥ ﻣﺎﺗﻴﺴﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮﺍﻥ ﺍﻟﻜﺮﻳﻢ ( ﺣﺰﺏ ) ﻭﻛﺘﺐ
ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻭﺍﻟﻔﻘﻪ
ﻭﻳﺨﺘﻤﻮﻧﺔ ﺑﺎﻻﺩﻋﻴﺔ ﻭﺍﻟﺼﻼﺓ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ
Mereka mengadakan majelis ilmu di rumah, dan berkumpul semua yang ada dirumah, majlis harian atau mingguan, mereka membaca sedikit dr alqur'an Al kariem(tadarus) dan kitab hadits serta fiqih
dan mereka menutup majelis dengan doa dan solawat kepada Nabi Muhammad SAW.

٧. ﻓﻲ ﺣﺎﻝ ﺑﻠﻮﻍ ﺍﺣﺪ ﺍﺑﻨﺎﺋﻬﻢ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻌﻠﻤﻮﻧﻪ ﺍﻧﻪ ﺑﻠﻎ ﻭﺍﻧﻪ ﺻﺎﺭ ﻣﻜﻠﻒ ﻭﺍﻥ ﺍﻻﻥ ﺻﺎﺭ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻠﻜﺎﻥ ﻳﺴﺠﻼﻥ ﺣﺴﻨﺎﺗﻪ ﻭﺳﻴﺌﺎﺗﻪ ﻭﻳﻜﺘﺒﺎﻥ ﺍﻗﻮﺍﻟﻪ ﻭﺍﻓﻌﺎﻟﻪ ،ﻭﻳﻜﻮﻥ ﺫﺍﻟﻚ ﻓﻲ ﺟﻤﻊ ﻳﺤﻀﺮﻩ ﺍﻟﻤﺸﺎﻳﺦ ﻭﺍﻟﻜﺒﺎﺭ
Ketika masuk baligh anak mereka, mereka memberi tahu anaknya klo sudah Mukallaf dan sekarang dua Malaikat akan mencatat kebaikan dan kejelekan dan menulis ucapan dan perbuatannya, dan hal itu diadakan perayaan yg dihadiri para ulama' dan orang orang sholeh.

٨. ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻻﻳﺆﺧﺮﻭﻥ ﺯﻭﺍﺝ ﺍﺑﻨﺎﺋﻬﻢ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﺒﻠﻮﻍ ﺧﻮﻓﺎ ﺍﻥ ﻳﻘﻌﻮﺍ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺤﻈﻮﺭ
Mereka tidak menunda pernikahan anak-anak mereka setelah baligh kawatir terjerumus kpd kemaksiatan.

٩. ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻌﻠﻤﻮﻥ ﺍﻭﻻﺩﻫﻢ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻭﺍﻟﺘﻀﺮﻉ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺍﻻﺣﻮﺍﻝ،
ﻓﺎﺫﺍ ﺍﺭﺍﺩ ﺍﻟﻮﻟﺪ ﺷﻲ ﻣﻦ ﻭﺍﻟﺪﻩ ﺍﻭ ﻭﺍﻟﺪﺗﻪ ﻳﻘﻮﻟﻮﻥ ﻟﻪ ﻗﻢ ﻭﺗﻮﺿﺎﺀ ﻭﺻﻞ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻭﺍﺳﺌﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﻳﻘﻀﻲ ﺣﺎﺟﺘﻚ ﻭﺑﻌﺪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻳﺎﻋﻄﻮﻩ ﻣﺎﻃﻠﺐ ،ﻭﻳﻘﻮﻟﻮﻥ ﻗﺪ ﺍﺳﺘﺠﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ﺩﻋﺎﻙ
Mereka mengajari anak-anak dgn berdoa memohon kpd Allah dlm setiap keadaan, maka apabila anaknya ingin sesuatu dr orang tuanya, mereka berkata kpd anaknya wudhu'lah dan sholat 2 rokaat dan mintaklah kepada Allah hajat-hajatmu. dan setelah sholat orang tua memberikan yg anak minta seraya berkata Sungguh Allah yang mengabulkan doamu.

١٠. ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﺠﻌﻠﻮﻥ ﻟﻜﻞ ﻭﺍﺣﺪ ﻋﻤﻞ ﻣﺨﺼﺺ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﻴﺖ ،ﻓﻬﺬﺍ ﻋﻠﻴﻪ ﺟﻠﺐ ﺍﻻﻏﺮﺍﺽ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻮﻕ ﻭﻫﺬﺍ ﻋﻠﻴﻪ ﻛﻨﺲ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﻭﻫﺬﺍ ﻋﻠﻴﻪ ﺧﺪﻣﺔ ﺍﻟﻀﻴﻮﻑ ﻭﻫﺬﺍ ﻋﻠﻴﻪ ﺟﻠﺐ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﻭﻫﻜﺬﺍ
Mereka membagi tugas kepada setiap anak, ada yg tugas belanja ke pasar, dan ada yg menyapu rumah dan ada yg tugas melayani tamu dan ngambil air dsb.

١١. ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻬﺘﻤﻮﺍ ﺑﺘﻌﻠﻴﻢ ﺍﻟﺒﻨﺎﺕ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﺬﻛﻮﺭ ﻻﻧﻬﻦ ﺣﺒﻴﺴﺎﺕ ﺍﻟﺒﻴﻮﺕ .
Mereka lebih banyak memperhatikan pembelajaran putri-putri mereka lebih serius dari anak laki-laki karena anak perempuan tidak keluar rumah.
يا آل باعلوي شفاعة
كل كربة تنجلي وبكم ياأهل الولاية
كل حاجة تنقضي
313 Para Syuhada Ahlul Badr
313 Senarai / daftar nama para sahabat yang terlibat dalam perang Badar
1. Sayyiduna Muhammad Rasulullah s.a.w.
2. Abu Bakar al-Siddiq r.a.
3. Umar bin al-Khattab r.a.
4. Uthman bin Affan r.a.
5. Ali bin Abu Tolib r.a.
6. Talhah bin ‘Ubaidillah r.a.
7. Bilal bin Rabbah r.a.
8. Hamzah bin Abdul Muttolib r.a.
9. Abdullah bin Jahsyi r.a.
10. Al-Zubair bin al-Awwam r.a.
11. Mus’ab bin Umair bin Hasyim r.a.
12. Abdur Rahman bin ‘Auf r.a.
13. Abdullah bin Mas’ud r.a.
14. Sa’ad bin Abi Waqqas r.a.
15. Abu Kabsyah al-Faris r.a.
16. Anasah al-Habsyi r.a.
17. Zaid bin Harithah al-Kalbi r.a.
18. Marthad bin Abi Marthad al-Ghanawi r.a.
19. Abu Marthad al-Ghanawi r.a.
20. Al-Husain bin al-Harith bin Abdul Muttolib r.a.
21. ‘Ubaidah bin al-Harith bin Abdul Muttolib r.a.
22. Al-Tufail bin al-Harith bin Abdul Muttolib r.a.
23. Mistah bin Usasah bin ‘Ubbad bin Abdul Muttolib r.a.
24. Abu Huzaifah bin ‘Utbah bin Rabi’ah r.a.
25. Subaih (maula Abi ‘Asi bin Umaiyyah) r.a.
26. Salim (maula Abu Huzaifah) r.a.
27. Sinan bin Muhsin r.a.
28. ‘Ukasyah bin Muhsin r.a.
29. Sinan bin Abi Sinan r.a.
30. Abu Sinan bin Muhsin r.a.
31. Syuja’ bin Wahab r.a.
32. ‘Utbah bin Wahab r.a.
33. Yazid bin Ruqais r.a.
34. Muhriz bin Nadhlah r.a.
35. Rabi’ah bin Aksam r.a.
36. Thaqfu bin Amir r.a.
37. Malik bin Amir r.a.
38. Mudlij bin Amir r.a.
39. Abu Makhsyi Suwaid bin Makhsyi al-To’i r.a.
40. ‘Utbah bin Ghazwan r.a.
41. Khabbab (maula ‘Utbah bin Ghazwan) r.a.
42. Hathib bin Abi Balta’ah al-Lakhmi r.a.
43. Sa’ad al-Kalbi (maula Hathib) r.a.
44. Suwaibit bin Sa’ad bin Harmalah r.a.
45. Umair bin Abi Waqqas r.a.
46. Al-Miqdad bin ‘Amru r.a.
47. Mas’ud bin Rabi’ah r.a.
48. Zus Syimalain Amru bin Amru r.a.
49. Khabbab bin al-Arat al-Tamimi r.a.
50. Amir bin Fuhairah r.a.
51. Suhaib bin Sinan r.a.
52. Abu Salamah bin Abdul Asad r.a.
53. Syammas bin Uthman r.a.
54. Al-Arqam bin Abi al-Arqam r.a.
55. Ammar bin Yasir r.a.
56. Mu’attib bin ‘Auf al-Khuza’i r.a.
57. Zaid bin al-Khattab r.a.
58. Amru bin Suraqah r.a.
59. Abdullah bin Suraqah r.a.
60. Sa’id bin Zaid bin Amru r.a.
61. Mihja bin Akk (maula Umar bin al-Khattab) r.a.
62. Waqid bin Abdullah al-Tamimi r.a.
63. Khauli bin Abi Khauli al-Ijli r.a.
64. Malik bin Abi Khauli al-Ijli r.a.
65. Amir bin Rabi’ah r.a.
66. Amir bin al-Bukair r.a.
67. Aqil bin al-Bukair r.a.
68. Khalid bin al-Bukair r.a.
69. Iyas bin al-Bukair r.a.
70. Uthman bin Maz’un r.a.
71. Qudamah bin Maz’un r.a.
72. Abdullah bin Maz’un r.a.
73. Al-Saib bin Uthman bin Maz’un r.a.
74. Ma’mar bin al-Harith r.a.
75. Khunais bin Huzafah r.a.
76. Abu Sabrah bin Abi Ruhm r.a.
77. Abdullah bin Makhramah r.a.
78. Abdullah bin Suhail bin Amru r.a.
79. Wahab bin Sa’ad bin Abi Sarah r.a.
80. Hatib bin Amru r.a.
81. Umair bin Auf r.a.
82. Sa’ad bin Khaulah r.a.
83. Abu Ubaidah Amir al-Jarah r.a.
84. Amru bin al-Harith r.a.
85. Suhail bin Wahab bin Rabi’ah r.a.
86. Safwan bin Wahab r.a.
87. Amru bin Abi Sarah bin Rabi’ah r.a.
88. Sa’ad bin Muaz r.a.
89. Amru bin Muaz r.a.
90. Al-Harith bin Aus r.a.
91. Al-Harith bin Anas r.a.
92. Sa’ad bin Zaid bin Malik r.a.
93. Salamah bin Salamah bin Waqsyi r.a.
94. ‘Ubbad bin Waqsyi r.a.
95. Salamah bin Thabit bin Waqsyi r.a.
96. Rafi’ bin Yazid bin Kurz r.a.
97. Al-Harith bin Khazamah bin ‘Adi r.a.
98. Muhammad bin Maslamah al-Khazraj r.a.
99. Salamah bin Aslam bin Harisy r.a.
100. Abul Haitham bin al-Tayyihan r.a.
101. ‘Ubaid bin Tayyihan r.a.
102. Abdullah bin Sahl r.a.
103. Qatadah bin Nu’man bin Zaid r.a.
104. Ubaid bin Aus r.a.
105. Nasr bin al-Harith bin ‘Abd r.a.
106. Mu’attib bin ‘Ubaid r.a.
107. Abdullah bin Tariq al-Ba’lawi r.a.
108. Mas’ud bin Sa’ad r.a.
109. Abu Absi Jabr bin Amru r.a.
110. Abu Burdah Hani’ bin Niyyar al-Ba’lawi r.a.
111. Asim bin Thabit bin Abi al-Aqlah r.a.
112. Mu’attib bin Qusyair bin Mulail r.a.
113. Abu Mulail bin al-Az’ar bin Zaid r.a.
114. Umair bin Mab’ad bin al-Az’ar r.a.
115. Sahl bin Hunaif bin Wahib r.a.
116. Abu Lubabah Basyir bin Abdul Munzir r.a.
117. Mubasyir bin Abdul Munzir r.a.
118. Rifa’ah bin Abdul Munzir r.a.
119. Sa’ad bin ‘Ubaid bin al-Nu’man r.a.
120. ‘Uwaim bin Sa’dah bin ‘Aisy r.a.
121. Rafi’ bin Anjadah r.a.
122. ‘Ubaidah bin Abi ‘Ubaid r.a.
123. Tha’labah bin Hatib r.a.
124. Unais bin Qatadah bin Rabi’ah r.a.
125. Ma’ni bin Adi al-Ba’lawi r.a.
126. Thabit bin Akhram al-Ba’lawi r.a.
127. Zaid bin Aslam bin Tha’labah al-Ba’lawi r.a.
128. Rib’ie bin Rafi’ al-Ba’lawi r.a.
129. Asim bin Adi al-Ba’lawi r.a.
130. Jubr bin ‘Atik r.a.
131. Malik bin Numailah al-Muzani r.a.
132. Al-Nu’man bin ‘Asr al-Ba’lawi r.a.
133. Abdullah bin Jubair r.a.
134. Asim bin Qais bin Thabit r.a.
135. Abu Dhayyah bin Thabit bin al-Nu’man r.a.
136. Abu Hayyah bin Thabit bin al-Nu’man r.a.
137. Salim bin Amir bin Thabit r.a.
138. Al-Harith bin al-Nu’man bin Umayyah r.a.
139. Khawwat bin Jubair bin al-Nu’man r.a.
140. Al-Munzir bin Muhammad bin ‘Uqbah r.a.
141. Abu ‘Uqail bin Abdullah bin Tha’labah r.a.
142. Sa’ad bin Khaithamah r.a.
143. Munzir bin Qudamah bin Arfajah r.a.
144. Tamim (maula Sa’ad bin Khaithamah) r.a.
145. Al-Harith bin Arfajah r.a.
146. Kharijah bin Zaid bin Abi Zuhair r.a.
147. Sa’ad bin al-Rabi’ bin Amru r.a.
148. Abdullah bin Rawahah r.a.
149. Khallad bin Suwaid bin Tha’labah r.a.
150. Basyir bin Sa’ad bin Tha’labah r.a.
151. Sima’ bin Sa’ad bin Tha’labah r.a.
152. Subai bin Qais bin ‘Isyah r.a.
153. ‘Ubbad bin Qais bin ‘Isyah r.a.
154. Abdullah bin Abbas r.a.
155. Yazid bin al-Harith bin Qais r.a.
156. Khubaib bin Isaf bin ‘Atabah r.a.
157. Abdullah bin Zaid bin Tha’labah r.a.
158. Huraith bin Zaid bin Tha’labah r.a.
159. Sufyan bin Bisyr bin Amru r.a.
160. Tamim bin Ya’ar bin Qais r.a.
161. Abdullah bin Umair r.a.
162. Zaid bin al-Marini bin Qais r.a.
163. Abdullah bin ‘Urfutah r.a.
164. Abdullah bin Rabi’ bin Qais r.a.
165. Abdullah bin Abdullah bin Ubai r.a.
166. Aus bin Khauli bin Abdullah r.a.
167. Zaid bin Wadi’ah bin Amru r.a.
168. ‘Uqbah bin Wahab bin Kaladah r.a.
169. Rifa’ah bin Amru bin Amru bin Zaid r.a.
170. Amir bin Salamah r.a.
171. Abu Khamishah Ma’bad bin Ubbad r.a.
172. Amir bin al-Bukair r.a.
173. Naufal bin Abdullah bin Nadhlah r.a.
174. ‘Utban bin Malik bin Amru bin al-Ajlan r.a.
175. ‘Ubadah bin al-Somit r.a.
176. Aus bin al-Somit r.a
177. Al-Nu’man bin Malik bin Tha’labah r.a.
178. Thabit bin Huzal bin Amru bin Qarbus r.a.
179. Malik bin Dukhsyum bin Mirdhakhah r.a.
180. Al-Rabi’ bin Iyas bin Amru bin Ghanam r.a.
181. Waraqah bin Iyas bin Ghanam r.a.
182. Amru bin Iyas r.a.
183. Al-Mujazzar bin Ziyad bin Amru r.a.
184. ‘Ubadah bin al-Khasykhasy r.a.
185. Nahhab bin Tha’labah bin Khazamah r.a.
186. Abdullah bin Tha’labah bin Khazamah r.a.
187. Utbah bin Rabi’ah bin Khalid r.a.
188. Abu Dujanah Sima’ bin Kharasyah r.a.
189. Al-Munzir bin Amru bin Khunais r.a.
190. Abu Usaid bin Malik bin Rabi’ah r.a.
191. Malik bin Mas’ud bin al-Badan r.a.
192. Abu Rabbihi bin Haqqi bin Aus r.a.
193. Ka’ab bin Humar al-Juhani r.a.
194. Dhamrah bin Amru r.a.
195. Ziyad bin Amru r.a.
196. Basbas bin Amru r.a.
197. Abdullah bin Amir al-Ba’lawi r.a.
198. Khirasy bin al-Shimmah bin Amru r.a.
199. Al-Hubab bin al-Munzir bin al-Jamuh r.a.
200. Umair bin al-Humam bin al-Jamuh r.a.
201. Tamim (maula Khirasy bin al-Shimmah) r.a.
202. Abdullah bin Amru bin Haram r.a.
203. Muaz bin Amru bin al-Jamuh r.a.
204. Mu’awwiz bin Amru bin al-Jamuh r.a.
205. Khallad bin Amru bin al-Jamuh r.a.
206. ‘Uqbah bin Amir bin Nabi bin Zaid r.a.
207. Hubaib bin Aswad r.a.
208. Thabit bin al-Jiz’i r.a.
209. Umair bin al-Harith bin Labdah r.a.
210. Basyir bin al-Barra’ bin Ma’mur r.a.
211. Al-Tufail bin al-Nu’man bin Khansa’ r.a.
212. Sinan bin Saifi bin Sakhr bin Khansa’ r.a.
213. Abdullah bin al-Jaddi bin Qais r.a.
214. Atabah bin Abdullah bin Sakhr r.a.
215. Jabbar bin Umaiyah bin Sakhr r.a.
216. Kharijah bin Humayyir al-Asyja’i r.a.
217. Abdullah bin Humayyir al-Asyja’i r.a.
218. Yazid bin al-Munzir bin Sahr r.a.
219. Ma’qil bin al-Munzir bin Sahr r.a.
220. Abdullah bin al-Nu’man bin Baldumah r.a.
221. Al-Dhahlak bin Harithah bin Zaid r.a.
222. Sawad bin Razni bin Zaid r.a.
223. Ma’bad bin Qais bin Sakhr bin Haram r.a.
224. Abdullah bin Qais bin Sakhr bin Haram r.a.
225. Abdullah bin Abdi Manaf r.a.
226. Jabir bin Abdullah bin Riab r.a.
227. Khulaidah bin Qais bin al-Nu’man r.a.
228. An-Nu’man bin Yasar r.a.
229. Abu al-Munzir Yazid bin Amir r.a.
230. Qutbah bin Amir bin Hadidah r.a.
231. Sulaim bin Amru bin Hadidah r.a.
232. Antarah (maula Qutbah bin Amir) r.a.
233. Abbas bin Amir bin Adi r.a.
234. Abul Yasar Ka’ab bin Amru bin Abbad r.a.
235. Sahl bin Qais bin Abi Ka’ab bin al-Qais r.a.
236. Amru bin Talqi bin Zaid bin Umaiyah r.a.
237. Muaz bin Jabal bin Amru bin Aus r.a.
238. Qais bin Mihshan bin Khalid r.a.
239. Abu Khalid al-Harith bin Qais bin Khalid r.a.
240. Jubair bin Iyas bin Khalid r.a.
241. Abu Ubadah Sa’ad bin Uthman r.a.
242. ‘Uqbah bin Uthman bin Khaladah r.a.
243. Ubadah bin Qais bin Amir bin Khalid r.a.
244. As’ad bin Yazid bin al-Fakih r.a.
245. Al-Fakih bin Bisyr r.a.
246. Zakwan bin Abdu Qais bin Khaladah r.a.
247. Muaz bin Ma’ish bin Qais bin Khaladah r.a.
248. Aiz bin Ma’ish bin Qais bin Khaladah r.a.
249. Mas’ud bin Qais bin Khaladah r.a.
250. Rifa’ah bin Rafi’ bin al-Ajalan r.a.
251. Khallad bin Rafi’ bin al-Ajalan r.a.
252. Ubaid bin Yazid bin Amir bin al-Ajalan r.a.
253. Ziyad bin Lubaid bin Tha’labah r.a.
254. Khalid bin Qais bin al-Ajalan r.a.
255. Rujailah bin Tha’labah bin Khalid r.a.
256. Atiyyah bin Nuwairah bin Amir r.a.
257. Khalifah bin Adi bin Amru r.a.
258. Rafi’ bin al-Mu’alla bin Luzan r.a.
259. Abu Ayyub bin Khalid al-Ansari r.a.
260. Thabit bin Khalid bin al-Nu’man r.a.
261. ‘Umarah bin Hazmi bin Zaid r.a.
262. Suraqah bin Ka’ab bin Abdul Uzza r.a.
263. Suhail bin Rafi’ bin Abi Amru r.a.
264. Adi bin Abi al-Zaghba’ al-Juhani r.a.
265. Mas’ud bin Aus bin Zaid r.a.
266. Abu Khuzaimah bin Aus bin Zaid r.a.
267. Rafi’ bin al-Harith bin Sawad bin Zaid r.a.
268. Auf bin al-Harith bin Rifa’ah r.a.
269. Mu’awwaz bin al-Harith bin Rifa’ah r.a.
270. Muaz bin al-Harith bin Rifa’ah r.a.
271. An-Nu’man bin Amru bin Rifa’ah r.a.
272. Abdullah bin Qais bin Khalid r.a.
273. Wadi’ah bin Amru al-Juhani r.a.
274. Ishmah al-Asyja’i r.a.
275. Thabit bin Amru bin Zaid bin Adi r.a.
276. Sahl bin ‘Atik bin al-Nu’man r.a.
277. Tha’labah bin Amru bin Mihshan r.a.
278. Al-Harith bin al-Shimmah bin Amru r.a.
279. Ubai bin Ka’ab bin Qais r.a.
280. Anas bin Muaz bin Anas bin Qais r.a.
281. Aus bin Thabit bin al-Munzir bin Haram r.a.
282. Abu Syeikh bin Ubai bin Thabit r.a.
283. Abu Tolhah bin Zaid bin Sahl r.a.
284. Abu Syeikh Ubai bin Thabit r.a.
285. Harithah bin Suraqah bin al-Harith r.a.
286. Amru bin Tha’labah bin Wahb bin Adi r.a.
287. Salit bin Qais bin Amru bin ‘Atik r.a.
288. Abu Salit bin Usairah bin Amru r.a.
289. Thabit bin Khansa’ bin Amru bin Malik r.a.
290. Amir bin Umaiyyah bin Zaid r.a.
291. Muhriz bin Amir bin Malik r.a.
292. Sawad bin Ghaziyyah r.a.
293. Abu Zaid Qais bin Sakan r.a.
294. Abul A’war bin al-Harith bin Zalim r.a.
295. Sulaim bin Milhan r.a.
296. Haram bin Milhan r.a.
297. Qais bin Abi Sha’sha’ah r.a.
298. Abdullah bin Ka’ab bin Amru r.a.
299. ‘Ishmah al-Asadi r.a.
300. Abu Daud Umair bin Amir bin Malik r.a.
301. Suraqah bin Amru bin ‘Atiyyah r.a.
302. Qais bin Mukhallad bin Tha’labah r.a.
303. Al-Nu’man bin Abdi Amru bin Mas’ud r.a.
304. Al-Dhahhak bin Abdi Amru r.a.
305. Sulaim bin al-Harith bin Tha’labah r.a.
306. Jabir bin Khalid bin Mas’ud r.a.
307. Sa’ad bin Suhail bin Abdul Asyhal r.a.
308. Ka’ab bin Zaid bin Qais r.a.
309. Bujir bin Abi Bujir al-Abbasi r.a.
310. ‘Itban bin Malik bin Amru al-Ajalan r.a.
311. ‘Ismah bin al-Hushain bin Wabarah r.a.
312. Hilal bin al-Mu’alla al-Khazraj r.a.
313. Oleh bin Syuqrat r.a. (khadam Nabi s.a.w.)
🌷🌹🌸سبحان الله، والحمد لله، ولا إله إلا الله ،والله اكبر🌷🌹🌸✨
✨🌷🌹🌸للَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وسلم🌷🌹🌸✨
✨🌷🌹🌸رب اغفر لي و لوالديا,رب اغفر لي و لوالديا,رب اغفر لي و لوالديا🌷🌹🌸✨
✨🌷🌹🌸استغفر الله للمؤمنين و المؤمنات x27 ✨🌷🌹🌸
💞🌹🌻✨Darkah Yaa Ahlal Madinah, Yaa Tarim Wa Ahlaha ✨🌻🌹💞

Dahsyatnya kalimat "Laa Hawla walaa Quwwata Illaa Billaah"
Dahsyatnya
لا حول ولا قوة إلا بالله

'Auf bin Malik Al-Asyja'i pergi menemui Rosulullah saw. Dan berkata :
Ya Rosulullah sesungguhnya anakku Malik pergi bersamamu berperang di jalan Allah dan ia blm pulang, apa yg harus saya perbuat?
Padahal seluruh pasukan sdh pulang.
Rosulullah saw bersabda :
Ya 'Auf perbanyaklah kamu dan istrimu mengucapkan
لا حول ولا قوة إلا بالله
Auf pulang ke rmh dan istrinya sendiri menanti anaknya yg blm datang.
melihat suaminya datang istrinya bertanya :
Wahai 'Auf apa yg diberikan Rosulullah saw ?
Auf menjawab : beliau mewasiatkan utk ku dan kamu juga agar kita banyak mengucapkan
لا حول ولا قوة إلا بالله
Apa jawaban istri yg sholehah dan sabar ini ?
Ya sungguh benar Rosulullah saw.
Akhirnya mereka berdua duduk terus berdzikir dg
لا حول ولا قوة إلا بالله
Sampai saat malam yg gelap tiba, seketika ada yg mengetuk pintu, dan Auf berdiri membuka pintu, ternyata yg datang adalah anaknya Malik membawa banyak sekali domba sbgai gonimah.
maka Auf bertanya : apa ini?
Malik menjawab:
Sesungguhnya musuh menangkapku dan mengikatku dg rantai besi dan mengikat dua kakiku, maka ketika malam tiba saya berusaha keras utk kabur tp tidak bisa, karena kuatnya ikatan dikedua tangan dan kaki,
Tiba-tiba ikatan borgol yg dari besi perlahan-lahan longgar sehingga ikatan dikedua tangan dan kaki bisa lepas.
Maka saya bisa datang sekarang dg kambing2 orang Musyrikin ini.
Maka Auf berkata : wahai ananda bukankah jarak antara musuh dan kita jauh sekali?
Bagaimana kamu bisa datang dalam waktu satu malam?
Malik jawab: wahai ayahanda, demi Allah ketika ikatan itu lepas saya merasa ada Malaikat yang membawa saya.
Subhanallahal 'adzim
Maka Auf mendatangi Rosulullah saw utk memberi kabar beliau.
Tapi sebelum Auf memberi kabar beliau.
Rosulullah saw mengatakan kepada Auf : wahai Auf bergembiralah bahwa Allah swt menurunkan ayatnya tentang urusanmu:
ومن يتق الله يجعل له مخرجا
ويرزقه من حيث لا يحتسب ومن يتوكل على الله فهو حسبه إن الله بالغ أمره قد جعل الله لكل شيئ قدرا
Ketahuilah sesungguhnya
لا حولا ولا قوة إلا بالله
Adalah harta terpendam dibawah singgasana 'Arsy Ar-Rahman.
Ia adalah obat bagi 99 penyakit, yg paling ringan adalah penyakit gundah.
Subhanallah..
Saudara2ku..
Jika mau share niatkanlah dg baik mudah2an bisa jadi obat bagi masalah kita semua.
Kapan harus bicara & kapan harus diam ??
KAPAN KITA BICARA & KAPAN KITA DIAM...
• Alangkah indahnya DIAM,
bila BICARA dapat menyakiti orang lain...
• Alangkah terhormatnya DIAM,
bila BICARA hanya untuk merendahkan
orang lain...
• Alangkah bagusnya DIAM,
bila BICARA bisa mengakibatkan terhinanya
orang lain...
• Alangkah cerdiknya DIAM,
bila BICARA dapat menjerumuskan orang lain...
• Alangkah bijaknya DIAM,
bila BICARA hanya untuk merugikan orang lain...
Akan tetapi...
» Betapa dahsyatnya BICARA,
bila DIAM itu mengakibatkan celakanya orang lain...
» Betapa saktinya BICARA,
bila DIAM itu menjadikan ruginya orang lain...
» Betapa hebatnya BICARA,
bila DIAM membuat tidak sadarnya kesalahan yang terus dilakukan orang lain...
» Betapa pentingnya BICARA,
bila DIAM mengakibatkan semakin bodohnya
orang lain...
» Betapa TAJAM-nya kata2 kita saat kita sedang marah & betapa TEDUH-nya kata2 kita saat kita sedang senang...
Maka pertimbangkanlah...
Kapan kita DIAM & kapan kita harus BICARA...
"Jangan bicara tentang Hartamu dihadapan
orang miskin...
"Jangan bicara Kesehatanmu dihadapan
orang sakit...
"Jangan bicara Kekuatanmu dihadapan
orang lemah...
"Jangan bicara Kebahagiaanmu dihadapan
orang yang sedang sedih...
"Jangan bicara Kebebasanmu dihadapan
orang yang terpenjara...
"Jangan bicara tentang Anakmu dihadapan
orang yang tidak punya anak...
Seorang yang BIJAK ibarat AIR
yang selalu
Tenang dan menenangkan...
Suci dan menyucikan...
Sejuk dan menyejukkan...
Segar dan menyegarkan...
Lembut dan melembutkan...
Jadilah seperti Air yang selalu mencari tempat yang lebih rendah... Bermakna
(rendah hati, tidak pernah menyombongkan diri dan tidak pernah merendahkan atau menghina orang lain...)
Jadilah seperti air yang selalu
memberi kehidupan bagi apapun dan siapapun...
MARI BERUSAHA MENCINTAI SEMUA ORANG DAN TIDAK MEMBENCI SIAPAPUN

PAUS YOHANES II MASUK ISLAM MEMBUAT HEBOH DUNIA !!! Umat Katholik Sebaiknya Jangan Baca
Cukup Mengejutkan buat kamu Katolik pada khususnya, Paus Yohanes II, atau yang akrab di panggil Sri Paus, pimpinan umat katholik sedunia lakukan pidato resmi Vatikan pada dunia internasional tentang sikap resminya pada perseteruan berdarah Israel-Palestina di Timur Tengah yang kembali memanas akhir-akhir ini. Tetapi apa yang lalu dikatakannya di depan beberapa ribu umat katholik itu nyatanya betul-betul adalah momen yang begitu mengagetkan! Bahkan juga bisa disebutkan sebagai " berita era ini ". Seperti petir di siang bolong, pada jam 17. 00 saat setempat, Sri Paus menginformasikan pada semua dunia kalau sejak saat itu, detik itu, beliau menyebutkan dianya masuk kedalam agama Islam.

Karena sangat mengagetkannya pengumuman itu, 16 orang diantara beberapa ribu umat yang dengarkan pidato segera Sri Paus, segera dilarikan ke tempat tinggal sakit lantaran memperoleh serangan jantung mendadak. Cuma 5 nyawa diantara mereka yang sukses diselamatkan. Saat Sri Paus menyampaikan sikapnya dalam pidato tanpa ada teksnya itu, semuanya umat terlihat demikian serius dengarkan. Sebagian pimpinan Vatikan terlihat seperti tidaklah terlalu kaget, bahkan juga sebagian diantara mereka yang dengarkan pidato Sri Paus itu tengah memegang suatu hal.

Mungkin saja banyak umat katholik dihadapan Sri Paus yang heran dengan benda apa yang dipegang oleh sebagian Kardinal serta pimpinan Vatikan itu. Nyatanya mereka tengah memegang tasbih, sembari mulutnya tampak seperti tengah membacakan ayat-ayat. Nyatanya beberapa pimpinan serta pengurus Vatikan semuanya sudah mengetahui kalau sejak sebagian bln. paling akhir, Sri Paus bahkan juga telah mulai lakukan sholat serta puasa. Serta itu juga dikerjakan berbarengan dengan mereka semua.

Berikut sedetailnya pidato Sri Paus itu, yang sesudah jadi mu'allaf, namanya sudah beralih jadi Ahmad Sri Paus (agar umatnya tidaklah terlalu kaget, jadi Ahmad Sri Paus tak mengatakan salam sebelumnya mengawali pidatonya) :

" Yang terhormat umatku, yang ada dalam Kasih Tuhan. Hari ini yaitu hari minggu yang cerah. Maksud saya berdiri di podium ini tidak lain yaitu untuk bikin pengumuman utama yang perlu saya umumkan ke semua penjuru dunia sekarang ini juga. Yang mana menurut saya, makin saya tutup-tutupi apa yang menginginkan saya kemukakan itu, malah bakal makin tak baik. Ini semuanya terkait dengan pilihan jiwa serta hati nurani saya. Telah sepanjang beberapa puluh th. kalian semuanya tahu kalau saya yaitu seseorang pemeluk agama katholik yang ta'at. Bahkan juga saya yaitu pemimpin umat katholik di semua dunia, sekalian sebagai wakil Tuhan didunia ini, atau Ficarius Filii Dei. Saya mewakili masalah Allah untuk dunia ini, memberi amnesti, abolisi serta grasi atas ummat manusia yang berdosa dengan mandat seutuhnya dari Allah ".

" Tetapi mulai saat ini saya tidak dapat berdusta lagi. Sebenarnya mulai sejak beberapa puluh th. lantas, saya telah tidak yakini lagi kebenaran dari agama katholik ini. Lantaran makin saya memahami alkitab, makin terang juga beberapa kekeliruan yang saya dapatkan dalam kitab ini. Jadi itu, saya berupaya membandingkannya dengan kitab-kitab suci yang lain. Dengan kitab injilnya kristen protestant, jadi makin rusak. Dengan kitab wedhanya umat hindhu, tuhannya ada juga 3. Barulah saat saya mulai membaca Al'Qur'anul Karim, saya ketahui apa yang sampai kini sebenarnya saya mencarinya. "

(Beberapa ribu umat yang ada dihadapan Sri Paus terlihat bingung serta sama-sama bertanya-tanya). Lalu Sri Paus meneruskan ucapannya :

" Namun saat itu saya masihlah takut dengan ancaman yang mungkin saja saya terima bila saya nekat keluar dari agama katholik. Tetapi saat ini saya berani memutuskan utama ini. Saya tidak bakal takut lagi pada ancaman pembunuhan yang mungkin saja bakal selekasnya saya hadapi. Saya cuma menginginkan hidup tenang, terlebih jiwa spiritual saya. Saya begitu berhadap supaya umat agama kristen, kristen apa pun itu, tidak bakal membunuh saya cuma lantaran pilihan hidup pribadi saya ini. Saya telah tua, telah udzur. Bahkan juga badan saya juga telah bongkok. "

(Hingga disini, sebagian umat terlihat mulai menitikkan air mata lantaran terharu).

" Saya yakin Allah itu satu. Serta saya juga yakin kalau Nabi Muhammad itu yaitu utusan-Nya. Asyhadu Allaaa ilaaa ha illallaaah, wa asyhaduannaaa muhammadur rasullullaaaah (Ahmad Sri Paus mengatakannya dengan terbata-bata). Saya ketahui konskwensi serta mungkin saja reaksi dari umat kristen di semua dunia bila saya lakukan pengumuman ini. Namun saya sangat terpaksa mengerjakannya, minimum untuk diri saya sendiri. Saya cemas bakal kehidupan saya di akhirat kelak apabila tetaplah ada dalam jeratan kekafiran. "

Dari info di atas kita bisa mengambil rangkuman kalau tak ada kesangsian buat kita memeluk islam. makin hari makin banyak beberapa pejabat kristen, ilmuwan, astronot, dan lain-lain yang sadar bakal kebenaran islam, mereka masuk islam bukanlah karna ada paksaan namun murni dari hati nurani mereka sendiri sesudah memperoleh hidayah serta bukti kebenaran dalam islam, islam bakal makin berjaya seperti sudah di sampaikan oleh rasulullah kalau islam bakal berjaya kelak diakhir jaman, syukurlah untuk mereka yang memperoleh hidayah dari tuhan, demikian sebaliknya celakalah mereka yg tidak memeluk islam. Silahkan cek di youtube untuk referensinya KLIK DISINI
PENJELASAN MENGENAI TABARRUK
PENJELASAN MENGENAI TABARRUK ( MENGAMBIL BAROKAH ) KEPADA NABI, PARA WALI DAN PARA ULAMA".
------------------------------------------------------

Tabarruk dengan gambar sendal Nabi Saw :

 
- Membawa gambar bentuk sandal Rasulullah SAW atau meletakkannya diatas kopiah memiliki beberapa faidah diantaranya :

"terkabulkannya semua hajat, mempermudah berziarah ke makam Rasulullah saw dan bermimpi bertemu Rasulullah saw, menyembuhkan sakit, menghilangkan kesusahan, dan faidah faidah lainnya, itu semua jika didasari dgn keyakinan yg teguh dan rasa cinta yg kuat kpd baginda Rasulullah Saw" (as syekh yusuf an nabhani dalam sa'adah ad darain)"

- jika Allah SWT memerintahkan nabi Musa untuk melepaskan sandalnya ketika ia menginjakkan kakinya di wadi muqoddas :

"lepas kedua sandalmu wahai musa,kau berada di lembah yg suci"(Qs thoha 12),tapi tidak dengan bagida Rasul Saw, sandal beliau tetap menjadi saksi ketika beliau menghadap Allah SWT di sidratul muntaha

- betapa mulianya sebuah sandal yg bergantung pada Rasulullah saw, bagaimana dengan hati yang selalu bergantung dan mengingat Rasulullah Saw ?

Bentuk Tabaruk Kepada Baginda Nabi Muhammad Saw :

Banyak orang yang keliru memahami makna hakikat tabarruk dengan Nabi Muhammad saw, peninggalan-peninggalannya saw, ahlulbaitnya saw dan para pewarisnya yakni para ulama, para kyai dan para wali. Karena hakekat yang belum mereka pahami, mereka berani menilai kafir ( sesat ) atau musyrik terhadap mereka yang bertabarruk pada Nabi saw atau ulama.

Mengenai azimat ( Ruqyyat ) dengan huruf arab merupakan hal yg diperbolehkan, selama itu tidak menduakan Allah swt. Sebagaimana dijelaskan bahwa azimat dengan tulisan ayat atau doa disebutkan pd kitab Faidhulqadir Juz 3 hal 192, dan Tafsir Imam Qurtubi Juz 10 hal.316/317, dan masih banyak lagi penjelasan para Muhadditsin mengenai diperbolehkannya hal tersebut, karena itu semata mata adalah bertabarruk ( mengambil berkah ) dari ayat ayat Alqur’an.

Mengenai benda-benda keramat, maka ini perlu penjelasan yg sejelas jelasnya,

"Bahwa benda benda keramat itu tak bisa membawa manfaat atau mudharrat, namun mungkin saja digunakan Tabarrukan (mengambil berkah) dari pemiliknya dahulu, misalnya ia seorang yg sholeh". Maka sebagaimana diriwayatkan :

• Para sahabat seakan akan hampir saling bunuh saat berdesakan berebutan air bekas wudhunya Rasulullah saw (Shahih Bukhari Hadits no. 186)

• Allah swt menjelaskan bahwa ketika Ya’qub as dalam keadaan buta, lalu dilemparkanlah ke wajahnya pakaian Yusuf as, maka iapun melihat, sebagaimana Allah menceritakannya dalam firman Nya SWT :

“(berkata Yusuf as pada kakak kakaknya) PERGILAH KALIAN DENGAN BAJUKU INI, LALU LEMPARKAN KEWAJAH AYAHKU, MAKA IA AKAN SEMBUH DARI BUTANYA” (QS Yusuf 93),

Dan pula ayat : “MAKA KETIKA DATANG PADANYA KABAR GEMBIRA ITU, DAN DILEMPARKAN PADA WAJAHNYA (pakaian Yusuf as) MAKA IA (Ya’qub as) SEMBUH DARI KEBUTAANNYA” (QS Yusuf 96).

Ini merupakan dalil Alqur’an, bahwa benda/pakaian orang orang shalih dapat menjadi perantara kesembuhan dengan izin Allah tentunya, kita bertanya mengapa Allah sebutkan ayat sedemikian jelasnya?, apa perlunya menyebutkan sorban yusuf dg ucapannya :

PERGILAH KALIAN DENGAN BAJUKU INI, LALU LEMPARKAN KEWAJAH AYAHKU, MAKA IA AKAN SEMBUH DARI BUTANYA”.

Untuk apa disebutkan masalah baju yg dilemparkan kewajah ayahnya?, agar kita memahami bahwa Allah SWT memuliakan benda benda yg pernah bersentuhan dengan tubuh hamba hamba Nya yg shalih. kita akan lihat dalil dalil lainnya.

• Setelah Rasul saw wafat maka Asma binti Abubakar shiddiq ra menjadikan baju beliau saw sebagai pengobatan, bila ada yg sakit maka ia mencelupkan baju Rasul saw itu di air lalu air itu diminumkan pada yg sakit (shahih Muslim hadits no.2069).

• Rasul saw sendiri menjadikan air liur orang mukmin sebagai berkah untuk pengobatan, sebagaimana sabda beliau :

“Dengan Nama Allah atas tanah bumi kami, demi air liur sebagian dari kami, sembuhlah yg sakit pada kami, dg izin tuhan kami” ( shahih Bukhari hadits no.5413 ),

Ucapan beliau saw : “demi air liur sebagian dari kami”

menunjukkan bahwa air liur orang mukmin dapat menyembuhkan penyakit, dengan izin Allah swt tentunya, sebagaimana dokter pun dapat menyembuhkan, namun dengan izin Allah pula tentunya, hadits ini menjelaskan bahwa rasul saw bertabarruk dg air liur mukminin bahkan tanah bumi, menunjukkan bahwa pd hakikatnya seluruh alam ini membawa keberkahan dari Allah swt.

• seorang sahabat meminta Rasul saw shalat dirumahnya agar kemudian ia akan menjadikan bekas tempat shalat beliau saw itu mushollah dirumahnya, maka Rasul saw datang kerumah orang itu dan bertanya :

“dimana tempat yg kau inginkan aku shalat?”. Demikian para sahabat bertabarruk dengan bekas tempat shalatnya Rasul saw hingga dijadikan musholla ( Shahih Bukhari hadits no.1130 ).

• Nabi Musa as ketika akan wafat ia meminta didekatkan ke wilayah suci di palestina, menunjukkan bahwa Nabi Musa as ingin dimakamkan dg mengambil berkah pada tempat suci ( shahih Bukhari hadits no.1274 ).

• Allah memuji Nabi Saw dan Umar bin Khattab ra yg menjadikan Maqam Ibrahim as ( bukan makamnya, tetapi tempat ibrahim as berdiri dan berdoa di depan ka’bah yg dinamakan Maqam Ibrahim as ) sebagai tempat shalat ( musholla ), sebagaimana firman Nya :

“Dan mereka menjadikan tempat berdoanya Ibrahim sebagai tempat shalat” ( QS Al Imran 97 )
Maka jelaslah bahwa Allah swt memuliakan tempat hamba hamba Nya berdoa, bahkan Rasul saw pun bertabarruk dengan tempat berdoanya Nabi Ibrahim as, dan Allah memuji perbuatan itu.

• Diriwayatkan ketika Rasul saw barusaja mendapat hadiah selendang pakaian bagus dari seorang wanita tua, lalu datang pula orang lain yang segera memintanya selagi pakaian itu dipakai oleh Rasul saw, maka riuhlah para sahabat lainnya menegur si peminta, maka sahabat itu berkata :

“aku memintanya karena mengharapkan keberkahannya ketika dipakai oleh Nabi saw dan kuinginkan untuk kafanku nanti” (Shahih Bukhari hadits no.5689)

Demikian cintanya para sahabat pada Nabinya saw, sampai kain kafanpun mereka ingin yang bekas sentuhan tubuh Nabi Muhammad saw.

• Sayyidina Umar bin Khattab ra ketika ia telah dihadapan sakratulmaut, Yaitu sebuah serangan pedang yg merobek perutnya dengan luka yg sangat lebar, beliau tersungkur roboh dan mulai tersengal sengal beliau berkata kepada putranya (Abdullah bin Umar ra),

“Pergilah pada ummul mukminin, katakan padanya aku berkirim salam hormat padanya, dan kalau diperbolehkan aku ingin dimakamkan disebelah Makam Rasul saw dan Abubakar ra”, maka ketika Ummul mukminin telah mengizinkannya maka berkatalah Umar ra :

“Tidak ada yang lebih kupentingkan daripada mendapat tempat di pembaringan itu” (dimakamkan disamping makam Rasul saw” (Shahih Bukhari hadits no.1328).

Dihadapan Umar bin Khattab ra Kuburan Nabi saw mempunyai arti yg sangat Agung, hingga kuburannya pun ingin disebelah kuburan Nabi saw, bahkan ia berkata : “Tidak ada yang lebih kupentingkan daripada mendapat tempat di pembaringan itu”

• Demikian pula Abubakar shiddiq ra, yang saat Rasul saw wafat maka ia membuka kain penutup wajah Nabi saw lalu memeluknya dengan derai tangis seraya menciumi tubuh beliau saw dan berkata :

“Demi ayahku, dan engkau dan ibuku wahai Rasulullah.., Tiada akan Allah jadikan dua kematian atasmu, maka kematian yang telah dituliskan Allah untukmu kini telah kau lewati”. (Shahih Bukhari hadits no.1184, 4187).

• Salim bin Abdullah ra melakukan shalat sunnah di pinggir sebuah jalan, maka ketika ditanya ia berkata bahwa ayahku shalat sunnah ditempat ini, dan berkata ayahku bahwa Rasulullah saw shalat di tempat ini, dan dikatakan bahwa Ibn Umar ra pun melakukannya. (Shahih Bukhari hadits no.469).

Demikianlah keadaan para sahabat Rasul saw, bagi mereka tempat-tempat yang pernah disentuh oleh Tubuh Muhammad saw tetap mulia walau telah diinjak ribuan kaki, mereka mencari keberkahan dengan shalat pula ditempat itu, demikian pengagungan mereka terhadap sang Nabi saw.

• Dalam riwayat lainnnya dikatakan kepada Abu Muslim, wahai Abu Muslim, kulihat engkau selalu memaksakan shalat ditempat itu?, maka Abu Muslim ra berkata : Kulihat Rasul saw shalat ditempat ini” (Shahih Bukhari hadits no.480).

• Sebagaimana riwayat Sa’ib ra, : “aku diajak oleh bibiku kepada Rasul saw, seraya berkata : Wahai Rasulullah.., keponakanku sakit.., maka Rasul saw mengusap kepalaku dan mendoakan keberkahan padaku, lalu beliau berwudhu, lalu aku meminum air dari bekas wudhu beliau saw, lalu aku berdiri dibelakang beliau dan kulihat Tanda Kenabian beliau saw” (Shahih Muslim hadits no.2345).

• Riwayat lain ketika dikatakan pada Ubaidah ra bahwa kami memiliki rambut Rasul saw, maka ia berkata: “Kalau aku memiliki sehelai rambut beliau saw, maka itu lebih berharga bagiku dari dunia dan segala isinya” (Shahih Bukhari hadits no.168). demikianlah mulianya sehelai rambut Nabi saw dimata sahabat, lebih agung dari dunia dan segala isinya.

• Diriwayatkan oleh Abi Jahiifah dari ayahnya, bahwa para sahabat berebutan air bekas wudhu Rasul saw dan mengusap2kannya ke wajah dan kedua tangan mereka, dan mereka yang tak mendapatkannya maka mereka mengusap dari basahan tubuh sahabat lainnya yang sudah terkena bekas air wudhu Rasul saw lalu mengusapkan ke wajah dan tangan mereka” (Shahih Bukhari hadits no.369, demikian juga pada Shahih Bukhari hadits no.5521, dan pada Shahih Muslim hadits no.503 dengan riwayat yang banyak).

• Diriwayatkan ketika Anas bin malik ra dalam detik detik sakratulmaut ia yg memang telah menyimpan sebuah botol berisi keringat Rasul saw dan beberapa helai rambut Rasul saw, maka ketika ia hampir wafat ia berwasiat agar botol itu disertakan bersamanya dalam kafan dan hanut nya (shahih Bukhari hadits no.5925).

Tampaknya kalau mereka ini hidup di zaman sekarang, tentulah para sahabat ini sudah dikatakan musyrik, tentu Abubakar sudah dikatakan musyrik karena menangisi dan memeluk tubuh Rasul saw dan berbicara pada jenazah beliau saw, Tentunya umar bin khattab sudah dikatakan musyrik karena disakratulmaut bukan ingat Allah malah ingat kuburan Nabi saw, Tentunya para sahabat sudah dikatakan musyrik dan halal darahnya, karena mengkultuskan Nabi Muhammad saw dan menganggapnya tuhan sembahan hingga berebutan air bekas wudhunya, mirip dengan kaum nasrani yg berebutan air pastur!

Nah.. kita boleh menimbang diri kita, apakah kita sejalan dengan sahabat atau kita sejalan dengan generasi sempalan. Wahai saudaraku, jangan alergi dengan kalimat syirik, syirik itu adalah bagi orang yang berkeyakinan ada Tuhan Lain selain Allah, atau ada yang lebih kuat dari Allah, atau meyakini ada tuhan yang sama dengan Allah swt. Inilah makna syirik.

Sebagimana sabda Nabi saw : “Kebekahan adalah pada orang tua dan ulama kalian” (Shahih Ibn Hibban hadits no.559)

Dikatakan oleh Al hafidh Al Imam Jalaluddin Abdurrahman Assuyuthiy menanggapi hadits yg diriwayatkan dalam shahih muslim bahwa Rasul saw membaca mu’awwidzatain lalu meniupkannya ke kedua telapak tangannya, lalu mengusapkannya ke sekujur tubuh yg dapat disentuhnya, hal itu adalah tabarruk dg nafas dan air liur yg telah dilewati bacaan Alqur’an, sebagaimana tulisan dzikir dzikir yg ditulis dibejana (untuk obat). (Al Jami’usshaghiir Imam Assuyuthiy Juz 1 hal 84 hadits no.104)

Telah dibuktikan pula secara ilmiah oleh salah seorang Profesor Jepang, bahwa air itu berubah wujud bentuknya dg hanya diucapkan padanya kalimat kalimat tertentu, bila ucapan itu berupa cinta, terimakasih dan ucapan ucapan indah lainnya maka air itu berubah wujudnya menjadi semakin indah, bila diperdengarkan ucapan cacian dan buruk maka air itu berubah menjadi buruk wujud bentuknya, dan bila dituliskan padanya tulisan mulia dan indah seperti terimakasih, syair cinta dan tulisan indah lainnya maka ia menjadi semakin indah wujudnya, bila dituliskan padanya ucapan caci maki dan ucapan buruk lainnya maka ia berubah buruk wujudnya, kesimpulannya bahwa air itu berubah dengan perubahan emosi orang yg didekatnya, apakah berupa tulisan dan perkataan.

Keajaiban alamiah yg baru diketahui masa kini, sedangkan Rasul saw dan para sahabat telah memahaminya, mereka bertabarruk dengan air yg menyentuh tubuh Rasul saw, mereka bertabarruk dg air doa yg didoakan oleh Rasul saw, maka hanya mereka mereka kaum muslimin yg rendah pemahamannya dalam syariah inilah yg masih terus menentangnya padahal telah dibuktikan secara ilmiah, menunjukkan pemahaman mereka itulah yg jumud dan terbelakang.

Tabaruk Bukan Bid`ah.
----------------------------------

Suatu ketika Sayyid ‘Alawi bin Abbas al-Maliki Al Hasani Ra,duduk dalam halaqahnya di Masjidil Haram. Dan di lain sudut, duduk pula Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa’di, pengarang sebuah kitab tafsir. Banyak pula orang yang sedang sholat dan bertawaf. Cuaca saat itu langit awan mendung sedang berarak. Kemudian hujan pun turun. Air hujan yang turun di atas Ka’bah mengalir keluar melalui saluran mizab [pancuran emas]. Kemudian jamaah yang duduk di halaqahnya Sayyid ‘Alawi al-Maliki banyak yang bergegas ke bawah mizab tersebut untuk mendapatkan air daripadanya. Lalu mereka membasahkan baju dan badan mereka dengannya sebagai mengambil berkah daripadanya.

Melihat hal itu, sekumpulan “Orang Badui” mencegah mereka karena menyangka melakukan perbuatan itu adalah syirik. Kata mereka: “Jangan, wahai orang-orang musyrik. Itu Syirik! Itu Syirik!”.

Lalu semua orang pun beredar dan menuju ke halaqah Sayyid ‘Alawi Al-Maliki. Mereka menanyakan tentang perkara tersebut pada beliau, dan jawaban dari Sayyid ‘Alawi Al-Maliki malah menganjurkannya sebab disitu ada keberkahan. Kemudian jamaah tadi pun pergi kembali ke mizab tersebut.

“Orang-orang badui” tadi pergi kepada halaqah Syaikh ‘Abdur Rahman dan mengadu kepadanya. Lantas beliau pun bangun dan pergi bertemu dengan Sayyid ‘Alawi. Maka berkumpul lah jamaah dari kedua kubu kepada dua orang ulama tersebut.

Kata Syaikh ‘Abdur Rahman: “Benarkah Anda mengatakan kepada orang-orang bahwa dalam air hujan tersebut ada berkah?”

Jawab Sayyid ‘Alawi Al-Maliki: “Benar sekali. Bahkan, ada dua barokah..

Balas Syaikh ‘Abdur Rahman: “Bagaimana bisa demikian?”

Jawab Sayyid ‘Alawi Al-Maliki lagi:

“Sebab Allah SWT telah berfirman dalam kitab-Nya mengenai hujan : (ونزلنا من السماء ما ء مباركا) – Dan Kami turunkan daripada langit air yang diberkati, [Surat Qaaf: 9] – dan mengenai Ka’bah pula sebagaimana Allah SWT berfirman : (إن أول بيت وضع للناس للذي ببكة مباركا) Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia [Surat Ali ‘Imran: 96] -. Maka sekarang terkumpul dua barokah; yaitu barakah dari air hujan dan barakah baitullah ini.”

Mendengar itu, Syaikh ‘Abdur Rahman merasa takjub:

“Subhanallah! Bagaimana kami lupa akan hal ini? Lalu beliau pun berterima kasih kepada Sayyid ‘Alawi Al-Maliki dan meminta izin untuk keluar.”

Kemudian kata Sayyid ‘Alawi Al-Maliki:
“Nanti dulu, wahai Syaikh, tidakkah kamu lihat ‘orang-orang badui’ itu menyangka bahwa apa yang dibuat oleh banyak orang itu sebagai syirik? Mereka tidak berhenti mengkafirkan orang dan melontar mereka dengan tuduhan syirik, sehingga melihat orang yang seumpama Anda yang dapat mecnegah mereka. Pergilah ke mizab dan ambil air hujan tersebut di hadapan mereka agar mereka membiarkan orang-orang mengambilnya.”

Kemudian Syaikh ‘Abdur Rahman pun pergi ke mizab dan mengambil sendiri air hujan itu sebagai mengambil berkah.

Lihatlah Syeikhnya Orang-orang Badui Wahabi juga melakukan tabarruk, mengambil keberkahan dari air hujan dan baitullah kab’bah. Lalu bagaimana pula dengan sikap Orang-orang Badui Salafy Wahabi masa kini yang mengharamkan tabarruk? Menganggap musyrik orang yang bertabarruk. Kalaupun ada yang membolehkan tabarruk, membolehkannya hanya pada orang hidup saja.

* Catatan:

- Sayyid Alawi bin Abbas Al-Maliki adalah ayah dari Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki.

- Syaikh Abdur-Rahman bin Nashir bin Abdillah Alu Sa’di Tamimi Al Hambali diilahirkan di kota ‘Unaizah, Qashim sebuah daerah di Najd, Arab Saudi, pada tahun 1307H. Beliau wafat pada waktu fajar, hari Khamis, 23 Jumadil Akhirah 1376H. Diantara murid-murid beliau adalah Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin ; Syaikh Sulaiman bin Ibrahim al-Bassam; Syaikh Muhammad bin Abdul ‘Aziz al-Mathu’; Syaikh Abdullah bin Abdur-Rahman al-Bassam; Syaikh Muhammad al-Manshur az-Zamil; Syaikh Ali bin Muhammad az-Zamil;; Syaikh Abdullah bin Abdul-Aziz bin ‘Aqil; Syaikh Abdullah al-Muhammad al-‘Auhali dan Syaikh Abdullah bin Hasan Alu Buraikan.

Gunung Uhud ... tanda kebesaran Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW bersabda ( tatkala beliau melihat ke arah gunung Uhud ) :
"Gunung ini mencintai kami dan kami pun mencintainya". ( shohih Bukhori )
Subhanallah...Bagaimana Rasulullah SAW tidak mencintainya, sedangkan gunung Uhud telah membawa namanya yang mulia.
 
Foto satelit telah mengungkap, bahwa bentuk gunung Uhud yg panjangnya hampir mencapai 7 km..
"Ternyata berbentuk seperti tulisan nama Nabi Muhammad SAW".
Shollu 'ala Nabiina
Macam macam perilaku yang menghalangi rezeki
Datang seseorang kepada Sayyidina Ali mengeluhkan kemiskinan dan kekurangan rezeki;
Maka beliau tanyakan;

Apakah kamu suka berbicara saat di kamar mandi ?
"Tidak." katanya.
Apakah kamu suka menggigit kukumu ?
"Tidak."
Apakah kamu memanggil kedua orang-tuamu dengan nama mereka ?
"Tidak."
Apakah kamu membiarkan sampah bermalam dalam rumah ?
"Tidak."
Apakah kamu sering tidur tanpa wudhu ?
"Tidak."
Apakah kamu suka berjalan mendahulukan jalannya orang-tuamu ke depan ?
"Tidak."
Apakah kamu sering menyapu rumah di malam hari?
"Tidak."
Apakah kamu memotong kuku di hari minggu?
"Tidak"
Apakah kamu sering mengutuk anak anak mu?
"Tidak."
Apakah kamu terus membuang ludah ke kamar mandi?
"Tidak"
Apakah kamu tidak ucap bismillah sebelum makan ataupun Alhamdulillah setelahnya?
"Tidak."
Mungkin kamu tidak mendoakan kedua orang-tuamu saat shalat ?
"Iya benar wahai Amirul Mu'miniin..itulah kekurangan saya."

Ya Allah ampunilah diriku dan kedua orang tuaku dan kaum beriman di hari nanti. Sesungguhnya Engkau Maha Mampu atas segala.
Ya Allah sayangilah kedua orangtuaku sebagaimana mereka selalu menyangiku saat masih kecil.
Amiiin
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan Nabi Besar Muhammad, sang cahaya-Mu yang selalu bersinar dan pemberian-Mu yang tak kunjung putus, dan kumpulkanlah aku dengan Rasulullah di setiap zaman, serta shalawat untuk keluarganya dan sahabatnya, wahai Sang Cahaya.”
آمين...
Foto Muhammad Guntur Wijaya.Foto Muhammad Guntur Wijaya.
Foto Muhammad Guntur Wijaya.
 
Live Streaming Habib Umar bin Hafidz - Banjarmasin 10-11-2015
Multaqo ulama kalimantan ll banjarmasin 10 November 2015 Diakhiri dengan live Streaming Al Habib Umar bin Hafidz langsung dari Darul Musthofa Tarim

Pesan Al Habib Umar Bin Hafidz:

Melaksanakan kewajiban kewajiban yang diperintah Allah S.W.T dan Memperhatikan sunnah sunnah yang telah disampaikan Nabi Muhammad S.A.W

Doa Al Habib Umar Bin Hafidz:
Mudah mudahan pondok pondok pesantren kalian
Majelis Majelis Kalian diberikan keberkahan oleh Allah S.W.T
Mudah mudahan apa yang kalian hajatkan dikabulkan Allah S.W.T
Mudah mudahan kita semua dikumpulkan dengan Nabi Muhammad S.A.W didalam surga tidak ada satupun yang tertinggal diantara kita terkecuali semuanya masuk didalam daerahnya Nabi Muhammad S.A.W
Mudah mudahan ada manfaatnya dan ada berkahnya
Mudah mudahan doa yang langsung dipanjatkan beliau dikabulkan Allah S.W.T
Aamiin
 
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan Nabi Besar Muhammad, sang cahaya-Mu yang selalu bersinar dan pemberian-Mu yang tak kunjung putus, dan kumpulkanlah aku dengan Rasulullah di setiap zaman, serta shalawat untuk keluarganya dan sahabatnya, wahai Sang Cahaya.”
آمين...
100 KEUTAMAAN ROSULULLAH SAW
100 KEUTAMAAN ROSULULLAH SAW

Al-Imam Jakfar Shadiq RA berkata :
"Saya tidak ingin seseorang meninggal dunia sementara ia belum mengetahui sebagian perilaku Rasulullah Saw."
1. Ketika berjalan, beliau berjalan secara pelan-pelan dan wibawa.
2. Ketika berjalan, beliau tidak menyeret langkah kakinya.
3. Pandangan beliau selalu mengarah ke bawah.
4. Beliau senantiasa mengawali salam kepada siapa saja yang dilihatnya... tidak ada seorangpun yang mendahuluinya dalam mengucapkan salam.
5. Ketika menjabat tangan seseorang, beliau tidak pernah melepaskannya terlebih dahulu.
6. Beliau bergaul dengan masyarakat sedemikian rupa sehingga setiap orang berpikir bahwa dirinya adalah satu-satunya orang yang paling mulia di mata Rasulullah.
7. Bila memandang seseorang, beliau tidak memandang sinis bak pejabat pemerintah.
8. Beliau tidak pernah memelototi wajah seseorang.
9. Beliau senantiasa menggunakan tangan saat mengiyaratkan sesuatu dan tidak pernah mengisyaratkan dengan mata atau alis.
10. Beliau lebih banyak diam dan baru akan berbicara bila perlu.
11. Saat bercakap-cakap dengan seseorang, beliau mendengarkan dengan baik.
12. Senantiasa menghadap kepada orang yang berbicara dengannya.
13. Tidak pernah berdiri terlebih dahulu selama orang yang duduk bersamanya tidak ingin berdiri.
14. Tidak akan duduk dan berdiri dalam sebuah pertemuan melainkan dengan mengingat Allah.
15. Ketika masuk ke dalam sebuah pertemuan, beliau senantiasa duduk di tempat yang akhir dan dekat pintu, bukan di bagian depan.
16. Tidak menentukan satu tempat khusus untuk dirinya dan bahkan melarangnya.
17. Tidak pernah bersandar saat di hadapan masyarakat.
18. Kebanyakan duduknya menghadap kiblat.
19. Bila di hadapannya terjadi sesuatu yang tidak disukainya, beliau senantiasa mengabaikannya.
20. Bila seseorang melakukan kesalahan, beliau tidak pernah menyampaikannya kepada orang lain.
21. Tidak pernah mencela seseorang yang mengalami kesalahan bicara.
22. Tidak pernah berdebat dan berselisih dengan siapapun.
23. Tidak pernah memotong pembicaraan orang lain kecuali bila orang tersebut bicara sia-sia dan batil.
24. Senantiasa mengulang-ulangan jawabanya atas sebuah pertanyaan agar jawabannya tidak membingungkan pendengarnya.
25. Bila mendengar ucapan yang tidak baik dari seseorang, beliau tidak mengatakan mengapa si fulan berkata demikian, tapi beliau mengatakan, bagaimana mungkin sebagian orang mengatakan demikian?"
26. Banyak bergaul dengan fakir miskin dan makan bersama mereka.
27. Menerima undangan para abdi dan budak.
28. Senantiasa menerima hadiah, meski hanya seteguk susu.
29. Melakukan silaturahmi lebih dari yang lain.
30. Senantiasa berbuat baik kepada keluarganya tapi tidak melebihkan mereka dari yang lain.
31. Senantiasa memuji dan mendukung pekerjaan yang baik dan menilai buruk dan melarang perbuatan yang jelek.
32. Senantiasa menyampaikan hal-hal yang menyebabkan kebaikan agama dan dunia masyarakat kepada mereka dan berkali-kali mengatakan, "Orang-orang yang hadir hendaknya menyampaikan segala yang didengarnya kepada orang-orang yang tidak hadir."
33. Senantiasa menerima uzur orang-orang yang punya uzur.
34. Tidak pernah merendahkan seseorang.
35. Tidak pernah memaki atau memanggil seseorang dengan gelar yang jelek.
36. Tidak pernah mengutuk orang-orang sekitar dan familinya.
37. Tidak pernah mencari-cari aib orang lain.
38. Senantiasa menghindari kejahatan masyarakat, namun tidak pernah menghidar dari mereka dan beliau selalu bersikap baik kepada semua orang.
39. Tidak pernah mencaci masyarakat dan tidak banyak memuji mereka.
40. Senantiasa bersabar menghadapi kekurangajaran orang lain dan membalas kejelekan mereka dengan kebaikan.
41. Selalu menjenguk orang yang sakit, meski tempat tinggalnya dipinggiran Madinah yang sangat jauh.
42. Senantiasa menanyakan kabar dan keadaan para sahabatnya.
43. Senantiasa memanggil nama sahabat-sahabatnya dengan panggilan yang terbaik.
44. Sering bermusyawarah dengan para sahabatnya dan menekankan untuk melakukannya.
45. Senantiasa duduk melingkar bersama para sahabatnya, sehingga bila ada orang yang baru datang, ia tidak bisa membedakan di antara mereka yang manakah Rasulullah.
46. Akrab dan dekat dengan para sahabatnya.
47. Beliau adalah orang yang paling setia dalam menepati janji.
48. Senantiasa memberikan sesuatu kepada fakir miskin dengan tangannya sendiri dan tidak pernah mewakilkannya kepada orang lain.
49. Bila sedang dalam shalat ada orang datang, beliau memendekkan shalatnya.
50. Bila sedang shalat ada anak kecil menangis, beliau memendekkan shalatnya.

51. Orang yang paling mulia di sisi beliau adalah orang yang paling banyak berbuat baik kepada orang lain.
52. Tidak ada seorangpun yang putus asa dari Rasulullah Saw. Beliau selalu mengatakan, "Sampaikan kebutuhan orang yang tidak bisa menyampaikan kebutuhannya kepada saya!"
53. Bila ada seseorang membutuhkan sesuatu kepada beliau, Rasulullah Saw pasti memenuhinya bila mampu, namun bila tidak mampu beliau menjawabnya dengan ucapan atau janji yang baik.
54. Tidak pernah menolak permintaan seseorang, kecuali permintaan untuk maksiat.
55. Beliau sangat menghormati orang tua dan menyayangi anak-anak.
56. Rasulullah Saw sangat menjaga perasaan orang-orang asing.
57. Beliau selalu menarik perhatian orang-orang jahat dan membuat mereka cenderung kepadanya dengan cara berbuat baik kepada mereka.
58. Beliau senantiasa tersenyum sementara pada saat yang sama beliau sangat takut kepada Allah.
59. Saat gembira, Rasulullah Saw memejamkan kedua matanya dan tidak banyak menunjukkan kegembiraannya.
60. Tertawanya kebanyakan berupa senyuman dan tidak pernah tertawa terbahak-bahak.
61. Beliau banyak bercanda namun tidak pernah mengeluarkan ucapan sia-sia atau batil karena bercanda.
62. Rasulullah Saw mengubah nama yang jelek dengan nama yang baik.
63. Kesabarannya mendahului kemarahannya.
64. Tidak sedih dan marah karena kehilangan dunia.
65. Saat marah karena Allah, tidak seoranpun yang akan mengenalnya.
66. Rasulullah Saw tidak pernah membalas dendam karena dirinya sendiri melainkan bila kebenaran terinjak-injak.
67. Tidak ada sifat yang paling dibenci oleh Rasulullah selain bohong.
68. Dalam kondisi senang atau susah tidak lain hanya menyebut nama Allah.
69. Beliau tidak pernah menyimpan Dirham maupun Dinar.
70. Dalam hal makanan dan pakaian tidak melebihi yang dimiliki oleh para pembantunya.
71. Duduk dan makan di atas tanah.
72. Tidur di atas tanah.
73. Menjahit sendiri pakaian dan sandalnya.
74. Memerah susu dan mengikat sendiri kaki ontanya.
75. Kendaraan apa saja yang siap untuknya, Rasulullah pasti mengendarainya dan tidak ada beda baginya.
76. Kemana saja pergi, beliau selalu beralaskan abanya sendiri.
77. Baju beliau lebih banyak berwarna putih.
78. Bila memakai baju baru, maka baju sebelumny pasti diberikan kepada fakir miskin.
79. Baju kebesarannya khusus dipakai untuk hari Jumat.
80. Ketika memakai baju dan sandal, beliau memulainya dari sebelah kanan.
81. Beliau menilai makruh rambut yang awut-awutan.
82. Senantiasa berbau harum dan kebanyakan pengeluarannya untuk minyak wangi.
83. Senantiasa dalam kondisi memiliki wudu dan setiap mengambil wudu pasti menyikat giginya.
84. Cahaya mata beliau adalah shalat. Beliau merasa menemukan ketenangan dan ketentraman saat shalat.
85. Beliau senantiasa berpuasa pada tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan.
86. Tidak pernah mencaci nikmat sama sekali.
87. Menganggap besar nikmat Allah yang sedikit.
88. Tidak pernah memuji makanan dan tidak juga mencelanya.
89. Memakan makanan apa saja yang dihidangkan kepadanya.
90. Di depan hidangan makanan beliau senantiasa makan makanan yang ada di depannya.
91. Di depan hidangan makanan, beliau yang paling duluan hadir dan paling akhir meninggalkannya.
92. Tidak akan makan sebelum lapar dan akan berhenti dari makan sebelum kenyang.
93. Tidak pernah makan dua model makanan.
94. Ketika makan tidak pernah sendawa.
95. Sebisa mungkin beliau tidak makan sendirian.
96. Mencuci kedua tangan setelah selesai makan kemudian mengusapkannya ke wajah.
97. Ketika minum, beliau meneguknya sebanyak 3 kali. Awalnya baca Bismillah dan akhirnya baca Alhamdulillah.
98. Rasulullah lebih memiliki rasa malu daripada gadis-gadis pingitan.
99. Bila ingin masuk rumah, beliau meminta izin sampai tiga kali.
100. Waktu di dalam rumah, beliau bagi menjadi tiga bagian : satu bagian untuk Allah, satu bagian untuk keluarga dan satu bagian lagi untuk dirinya sendiri. Sedangkan waktu untuk dirinya sendiri beliau bagi dengan masyarakat.
KEBERKAHAN TAWASSUL KEPADA GURU MULIA AL HABIB UMAR BIN HAFIDZ"
KEBERKAHAN TAWASSUL KEPADA GURU MULIA AL HABIB UMAR BIN HAFIDZ"
------------------------------------------------------
Al habib Muhammad Al bagir bin Alwi bin Yahya bercerita kepada kami;

Ada salah seorang jamaah Majelis Rasulullah hendak berziarah kemakam Al habib Husein bin Abubakar Alaydrus, ditengah perjalanan ia melihat seorang anak kecil seorang diri mengalami kecelakaan, dibawalah oleh dia kerumah sakit terdekat tetapi rumah sakit tersebut tdk menyanggupi karena luka yang dideritanya cukup parah akhirnya dibawa mencari lagi rumah sakit yang lainnya dan alhamdulillah rumah sakit itu menyanggupi. 

Dilakukan penanganan operasi terhadap anak kecil tersebut, dokter berkata hampir saja anak ini terkena kelenjar dibagian otaknya. 

Ditengah kegelisahan jamaah ini, ia berdoa kepada Allah swt dengan keyakinan hati yang mantap :
"YA ALLAH SEMBUHKANLAH ANAK INI DENGAN KEMULIAAN DAN KEBERKAHAN GURU MULIA AL HABIB UMAR BIN HAFIDZ DAN SYEIKH ABUBAKAR BIN SALIM".

Selesai operasi anak ini tersadar dan langsung berkata : 

"dimana kakek kakek tua bersorban tinggi yang memberi makan saya tadi ?",
dibuat bingung lah seisi ruangan itu karena tak ada kakek kakek tua yang dimaksud, dan kembali berucap lagi : 

"dimana kakek kakek tua berjenggot merah yang memberi makan saya tadi ?"
Teringatlah jamaah itu dengan sesosok guru mulia Al habib Umar dan diperlihatkan kepada anak kecil itu foto dihape dia sembari berkata :
"apakah orang ini yang adek maksud?",
dengan penuh kejujuran anak kecil itu berkata
"iya, orang ini yang menyelamatkanku".

Subhanallah menangis Al habib Muhammad Al bagir bin Alwi bin Yahya mendengar cerita jamaah tersebut.
 
Sholu alan Nabi Muhammad SAW.....
Renungkan Kematian Kita ...
NASEHAT YANG SANGAT BERHARGA :: 
 
Inilah di antara tulisan terbaik Syekh Ali Thanthawi Mesir Rahimahullah:
Pada saat engkau mati, janganlah kau bersedih. Jangan pedulikan jasadmu yang sudah mulai layu, karena kaum muslimin akan mengurus jasadmu.
Mereka akan melucuti pakaianmu, memandikanmu dan mengkafanimu lalu membawamu ke tempatmu yang baru, kuburan.
Akan ada banyak orang yang mengantarkan jenazahmu bahkan mereka akan meninggalkan pekerjaan nya untuk ikut menguburkanmu.
Barang barangmu akan dikemas; kunci kuncimu, kitab, koper, sepatu dan pakaianmu. Jika keluargamu setuju barang2 itu akan disedekahkan agar bermnfaat untukmu.
Yakinlah; dunia dan alam semesta tidak akan bersedih dg kepergianmu.
Ekonomi akan tetap berlangsung!
Posisi pekerjaanmu akan diisi orang lain. Hartamu menjadi harta halal bagi ahli warismu. Sedangkan kamu yg akan dihisab dan diperhitungkan dari hartamu!
Kesedihan atasmu ada 3;
Orang yg mengenalmu sekilas akan mengatakan, kasihan.
Kawan2mu akan bersedih beberapa jam atau beberapa hari lalu mereka kembali seperti sediakala dan tertawa tawa!
Di rumah ada kesedihan yg mendalam! Keluargamu akan bersedih seminggu dua minggu, sebulan dua bulan, dan mungkin hingga setahun??
Selanjutnya mereka meletakkanmu dalam arsip kenangan!
Demikianlah "Kisahmu telah berakhir di tengah2 manusia". Dan kisahmu yang sesungguhnya baru dimulai, Akhirat!!
Telah musnah kemuliaan, harta, kesehatan, dan anak. Telah engkau tinggalkan rumah, istana dan istri tercinta. Kini hidup yg sesungguhnya telah dimulai.
Pertanyaannya adalah:
Apa persiapanmu untuk kuburmu dan Akhiratmu??
Hakikat ini memerlukan perenungan.
Usahakan dengan sungguh2;
Menjalankan kewajiban kewajiban, hal-hal yg disunnahkan, sedekah rahasia, merahasiakan amal shalih, shalat malam,
Semoga saja engkau selamat.
Andai engkau mengingatkan manusia dengan tulisan ini, insyaAllah pengaruhnya akan engkau temui dalam timbangan kebaikanmu pada hari Kiamat.
"Berilah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat bagi orang orang mukmin."
Silahkan di sharE ..!!!
Akhlak yang luhur Sahabat Utama Nabi SAW
AKHLAK DAN TAWADHU'NYA SAHABAT NABI SAW

Pada suatu hari, Sayyidina Abu Bakar رضي اللّـہ عنہ dan Sayyidina Ali bin Abi Thalib كرم الله وجهه pergi berkunjung ke rumah Rasulullah ﷺ. Setibanya di depan pintu rumah Nabi ﷺ, satu sama lain saling mempersilahkan rekannya untuk masuk terlebih dahulu.

• Sayyidina Abu Bakar : "Engkau masuklah duluan, wahai Ali!"
• Sayyidina Ali : "Mana mungkin aku akan mendahuluimu, ya Abu Bakr, sedang Rasulullah ﷺ sendiri pernah bersabda tentang mu: “Belum pernah matahari terbit atau terbenam atas seseorang sesudah para Nabi, lebih utama dari Abu Bakar.”

• Sayyidina Abu Bakar : "Mana mungkin aku akan mendahuluimu, wahai Ali, sedang Rasulullah ﷺ juga pernah bersabda tentangmu: “Aku telah menikahkan wanita terbaik kepada lelaki terbaik, aku nikahkan putriku Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib.”

• Sayyidina Ali : "Mana mungkin aku akan mendahuluimu, ya Abu Bakar, sedang Nabi ﷺ pernah bersabda: “Kalau iman umat ini ditimbang dengan iman Abu Bakar, tentu akan berat timbangan iman Abu Bakar.”

• Sayyidina Abu Bakar: "Mana mungkin aku akan mendahuluimu, wahai Ali, sedang Rasulullah ﷺ pernah bersabda tentangmu: “Dikumpulkan Ali bin Abi Thalib di Mahsyar pada hari Kiamat kelak dengan berkendaraan bersama Fatimah, Hasan dan Husain, lalu orang-orang bertanya-tanya, “siapa gerangan orang tersebut itu?” Lalu ada yang menjawab, “ia bukan seorang Nabi, tetapi Ali bin Abi Thalib dan keluarganya.”

• Sayyididna Ali: "Mana mungkin aku akan mendahuluimu, wahai Aba Bakar, sedang Rasulullah ﷺ pernah bersabda tentang engkau: “Kalau aku harus mempunyai kekasih selain dari Rabbku, tentu aku akan memilih Abu Bakar sebagai kekasihku.”

• Sayyidina Abu Bakar: "Mana mungkin aku akan mendahuluimu, wahai Ali, sedang Rasulullah ﷺ pernah bersabda: “Pada hari kiamat aku bersama Ali, lalu ALLAH berfirman kepadaku: “Wahai kekasihku, aku telah pilihkan untukmu, Ibrahim al-Khalil sebagai ayah terbaikmu, dan Aku telah pilihkan untuk Ali sebagai saudara dan sahabat terbaikmu.”

• Sayyidina Ali: "Mana mungkin aku akan mendahuluimu, ya Abu Bakar, sedang ALLAH Ta’ala pernah berfirman tentangmu: “Dan orang yang datang membawa kebenaran dan orang yang membenarkannya, mereka itu adalah orang-orang yang bertaqwa (QS. Az-Zumar: 33)

• Sayyidina Abu Bakar: "Mana mungkin aku akan mendahuluimu, wahai Ali sedang ALLAH سبحانه وتعالى juga telah mengisyaratkan mu dalam firman-NYA: Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari kerelaan ALLAH; dan ALLAH Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 207)"

-----------------
Pada waktu keduanya sedang asyik memperbincangkan keutamaan sahabatnya, Sayyidina Jibril عليه السلام datang berkunjung kepada Rasulullah ﷺ, seraya berkata: “Ya Rasulullah, di luar sana ada Abu Bakar dan Ali hendak menemuimu. Pergilah, sambutlah keduanya!”

Maka Rasulullah ﷺ segera bangkit dari duduknya, menyambut mesra dan mempersilakan masuk kedua sahabatnya yang mulia. Beliau ﷺ menempatkan Abu Bakar di sebelah kanannya dan Ali di sebelah kirinya, seraya berkata kepada mereka,
“Demikianlah kami kelak dibangkitkan di hari Kiamat.”
Masya Allah...! 
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Di dalam Al Qur'an ALLAH ﷻ berfirman :
وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
Dan rendahkanlah sayapmu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman (QS. Asy-Syu’ara: 215)

* Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang tawadhu', berakhlak mulia, seperti yang dicontohkan Nabi kita Sayyiduna Muhammad ﷺ serta para Sahabat beliau.
امين يا رب العالمين
Oleh : AHLI SHOLAWAT ( FB )

Assalamu 'Alaika Ayyuhan Nabiyyu Warahmatullahi Wabarokatuh

Video Streaming Acara Akbar "Majelis Rasulullah"